Jakarta, Gizmologi – Setelah drama OpenAI telah selesai, ChatGPT mengumumkan akan membuka fitur ngobrol untuk pengguna gratis. Ya, sebagai alat machine learning, OpenAI menawarkan layanan gratis dan berbayar dengan akses fitur berbeda juga. Adapun fitur yang dibuka untuk gratis ialah untuk mengobrol dengan ChatGPT.
Tentunya hal ini sangat ditunggu-tunggu, karena ada banyak orang yang ingin mencoba seberapa canggihnya fitur ngobrol atau voice conversation ini di ChatGPT. Pengumuman akan adanya fitur yang dibuka ini setelah ramai kembalinya Sam Altman menjadi CEO OpenAI.
Perusahaan mengumumkannya di X (sebelumnya Twitter) dengan menuliskan, ChatGPT with Voice sekarang hadir untuk semua pengguna gratis. Sepertinya untuk pengguna gratis yang ingin menggunakan fitur ini harus melalui aplikasi, bukan di versi website.
Lalu apa yang ditawarkan ChatGPT dengan fitur voice conversationnya?
Baca Juga: Bos ChatGPT Sam Altman Resmi Dipecat dari Perusahaan, Berikut Alasannya
Mengenal Fitur Voice Conversation di ChatGPT

Melansir dari Android Central, fitur voice conversation di ChatGPT, kamu bisa memilih suara AI yang ingin kamu dengar. ChatGPT memanfaatkan karya OpenAI dengan model teks-ke-suara, menciptakan pengalaman audio yang mirip manusia dari teks.
Perusahaan mengatakan kerjasamanya dengan Whisper membawa software pengenalan ucapan mereka dipermainan bisa mentranskripsikan kata-kata yang diucapkan pengguna menjadi teks yang dapat direview. OpenAI juga menunjukkan bagaimana contoh suara yang dimunculkan oleh ChatGPT di X.
Di dalam contohnya terlihat pengguna menanyakan, ‘Berapa banyak pizza 16 inci yang sebaiknya saya pesan untuk 778 orang?’. Jawaban yang diberikan adalah 195 buah. Dengan begitu fitur ngobrol di ChatGPT ini ialah pilihan yang tepat untuk kamu yang mungkin tidak sempat menyusun kata.
Adapun kembalinya Sam Altman ke OpenAI didasarkan perusahaan menerima surat bertanda tangan dari 500 karyawannya. Menuntut agar jajaran dewan direksi mundur dari posisinya, dan meminta agar Sam kembali menjabat sebagai CEO. Disebutkan pula jika mereka siap mengikuti langkah Sam untuk bergabung ke Microsoft.
Dalam berita Gizmologi sebelumnya, kontributor CNN, Kara Swisher mengatakan bila sebelumnya faktor yang membuat Sam Altman dikeluarkan dari OpenAI, adalah perbedaan visi kedua pihak. Saat itu, sang CEO ingin mendorong pengembangan AI secara lebih agresif, sementara anggota dewan sebelumnya ingin membuat langkah yang lebih aman, mengingat masih banyak risiko keamanan yang muncul terkait AI.
Adapun saat ini perkembangan teknologi AI sedang masif digaungkan. Begitupun juga Microsoft dengan Copilotnya yang siap untuk membantu pengguna lebih produktif dan membuat pekerjaan lebih mudah terselesaikan juga.
Dengan begitu, kita sebagai pengguna perlu juga untuk mengetahui perkembangan teknologi AI. Alasannya agar kita sebagai pengguna teknologi tidak sembarang menggunakan AI di platform manapun yang keamanannya belum tentu baik digunakan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




