Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Milio, Platform Media Sosial Berteknologi Blockchain untuk Lindungi Konten

Platform media sosial saat ini dikuasai oleh Facebook, Twitter, dan Instagram. Beberapa perusahaan teknologi berusaha membuat alternatif, namun tak sedikit yang gagal. Ada pula yang eksis, tetapi bersifat spesifik. Rupanya ini tak menyurutkan langkah RightsLedger untuk tetap mengembangkan platform media sosial bernama Milio.

RightsLedger, perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat dan Malayia serta memiliki kantor di sejumlah negara termasuk Indonesia, percaya diri karena menganggap ada hal berbeda yang dibawanya. Sebagai modal, RighstLedger saat ini telah bekerja sama dengan sejumlah studio Hollywood terkemuka seperti Disnye, MGM, Paramount Pictures, and Sony?

Hal ini sesuai dengan concern dari Milio yang ingin agar para pembuat content (content creator) bisa menjaga karya besutannya agar tetap aman dari pembajakan online, sekaligus berpotensi mendapatkan uang dari kekayaan intelektual (IP).

Perlindungan hak cipta menjadi concern di platform media sosial Milio. Menurut, Country Director RightsLedger Indonesia Rio. K Liauw, dengan pengguna internet yang mencapai 130 juta dan tingginya online piracy, content creator dan perusahaan memiliki potensi kehilangan pendapatan sangat besar dari konten yang mereka produksi. Sebab media sosial dan online piracy saling terhubung. ”Ini sangat merugikan konten kreator,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal DailyAct, Platform Media Sosial Besutan Anak Muda Indonesia

millio
Peluncuran platform Milio di Jakarta (30/8/2019)

Keunikan Media Sosial Milio

Milio adalah platform media sosial bagi pengguna untuk mempromosikan konten mereka. Melalui platform Milio, RightsLedger mengambil pendekatan berbeda dari platform media sosial tradisional yang sudah ada. Karena media sosial pada umumnya mengambil hak cipta dari pencipta untuk di monetisasi tanpa menanggung beban keuangan mereka untuk memproduksi konten berharga.

Related Posts
1 daripada 292

Sebagaimana media sosial pada umumnya, pembuat konten dapat mengunggah media dalam berbagai format ke platform Milio, seperti foto, video, audio, dan bahkan dokumen. Dengan mengunggah konten ke Milio, secara otomatis pengguna juga mendaftarkannya ke blockchain yang memberi otentifikasi kepemilikan yang dapat digunakan untuk banyak hal di masa depan.

RightsLedger menerapkan blockchain pada konten digital yang diunggah di platform mereka. Teknologi blockchain digunakan untuk melakukan otentifikasi kepemilikan konten.Secara singkat, platform RightsLedger menggunakan teknologi blockchain untuk menciptakan digital fingerprint (pemindaian sidik jari digital) untuk merekam dan memverifikasi pemilik sebuah konten.

Selain itu, RightsLedger juga memiliki Rights Tokens. Ini adalah token digital yang dibangun dengan platform Ethereum sebagai metode pembayaran cross boarder. “Bagi kreator yang menggunggah konten ke berbagai platform, maupun penonton yang melihat iklan, masing-masing dapat menghasilkan uang,” ungkap Magin Marriepan, VP Asia RightsLedger.

Dijelaskan lebih lanjut, dengan teknologi blockchain, kepemilikan hak cipta semua konten yang diunggah di platform RightsLedger nya tetap berada di tangan kreator. Sehingga mereka dapat menjual atau membagi konten mereka ke pihak lain. Para content creator berpotensi menghasilkan uang yang lebih besar ketika bisa mengontrol hak cipta dari konten.

Selain Milio, ternyata RightsLedder juga beroperasi lewat platform berbeda, yakni MilStage, dan MilDeals. MilStage adalah platform video streaming (video on demand) dimana kreator dan penonton sama-sama bisa mendapat keuntungan. Sedangkan MilDeals merupakan marketplace untuk menjual konten dengan perlindungan IP.

”Kami berharap content creator mendapatkan bagian yang lebih layak serta mendorong orang untuk lebih menghargai konten digital. Kami ingin menjadi perusahaan sharing ekonomi pertama untuk konten digital sekaligus menjadi platform yang memungkinkan otentifikasi kepemilikan dari semua konten digital,” ujar Rio.

Pengguna yang ingin menjajal platform tersebut bisa mendaftar di website milio.io. Sayangnya, saat ini hanya tersedia versi website. Untuk aplikasi baik iOS maupun Android masih dalam tahap pengembangan yang mana dalam beberapa bulan mendatang akan segera diluncurkan.

Ketika Gizmologi.ID mencoba mendaftar, fitur yang tersedia di platform Milio saat ini terbilang standar untuk sebuah media sosial. Seperti menulis status, upload media, like, komen, dan share. Karena masih baru, jaringan pertemanan pun masih minim. Hal ini menjadi tantangan bagi RightsLedder untuk menarik minat warganet agar menggunakan layanan Milio. Di mana saat ini hanya terkonsentrasi di tiga platform utama yaitu Facebook, Instagram, dan Twitter.