Jakarta, Gizmologi โ Bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, mungkin sudah terbiasa memiliki privilese untuk bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari secara mudah. Namun tidak begitu di wilayah rural, terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Maka dari itu, Dagangan hadir untuk bantu penuhi kebutuhan lebih banyak masyarakat.
Dagangan sendiri merupakan sebuah startup social commerce berbasis teknologi asal Indonesia. Berdiri sejak 2019, startup tersebut kini telah menjangkau lebih dari 8,000 desa yang tersebar di wilayah, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DIY. Fokus layanan masyarakat wilayah rural dengan berikan beragam kebutuhan rumah tangga baik secara grosir dan eceran melalui aplikasi.
Selang lebih dari dua tahun beroperasi, kini Dagangan hadir berikan layanan pemenuhan kebutuhan primer agar warga pedesaan bisa berbelanja dari rumah, dan barang dikirim 1ร24 jam tanpa ongkos kirim. Hal ini bakal efektif, mengingat Unicef melaporkan bila lebih dari 20% masyarakat desa alami pembengkakan biaya untuk kebutuhan pokok selama pandemi, akibat terbatasnya mobilitas.
Baca juga:ย Bukan Jakarta, Ini Kota dengan Peningkatan UMKM Paling Tinggi di Tokopedia
Beri Kesempatan Warga Desa Nikmati Privilese Warga Kota

Ryan Manafe, CEO & co-founder Dagangan mengatakan, โAkses terhadap pemenuhan kebutuhan pokok secara lebih cepat dan mudah yang diciptakan Dagangan diharapkan dapat mengakselerasi pemerataan ekonomi.โ Ia menambahkan, masyarakat desa bakal punya kesempatan yang sama dalam pemenuhan kebutuhan harian secara lengkap dan terjangkau seperti warga perkotaan.
Layanan milik Dagangan juga tentunya bakal berikan efisiensi waktu dan biaya, terutama untuk mereka yang umumnya harus menempuh 2-3 jam perjalanan hanya untuk berbelanja. Setidaknya itu adalah waktu yang diperlukan oleh salah satu pengguna, yakni Ibu Suherna yang tinggal di Desa Prapag Lor, Brebes.
Ibu Suherna menambahkan, waktu dan biaya yang ia miliki untuk berbelanja harian kini bisa dihemat dengan aplikasi Dagangan. โSaya bisa belanja dari rumah dan barang pesanan langsung diantar ke rumah,โ jelasnya. Startup asal Indonesia ini memilih untuk implementasikan model operasional hubs-and-spoke, berangkat dari adanya kesenjangan terhadap akses kebutuhan harian di wilayah pedesaan.
Untuk mewujudkan visinya agar bisa maksimalkan potensi ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia lewat efisiensi rantai pasok & digitalisasi aktivitas ekonomi, Dagangan bersinergi dengan tokoh masyarakat, pengusaha lokal hingga UMKM di daerah pedesaan yang punya peran penting untuk berinteraksi dengan warga. Pendekatan tersebut dinilai tepat & efisien, terutama untuk penetrasi ke daerah rural yang sulit terjangkau sebelumnya.
Dagangan Siap Ekspansi Hingga Luar Jawa

โModel operasional hubs-and-spoke ini membantu para produsen besar baik skala nasional maupun internasional, untuk menjangkau daerah yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan logistik,โ jelas Maha Willy Chandra, COO & co-founder Dagangan lewat sebuah rilis yang diterima Gizmologi (7/2). Ia menambahkan, kini pihaknya sudah punya lebih dari 40 hubs yang tersebar di beberapa titik wilayah rural.
Dengan begitu, pengiriman kebutuhan pokok ke konsumen bisa lebih cepat, dan biaya logistik lebih efisien. Lewat model bisnis yang dijalankan, membuat warga desa bisa peroleh keuntungan bila berpartisipasi sebagai distributor, reseller maupun agen barang kebutuhan primer. Bisa juga sebagai pemilik warung atau sekadar pembeli eceran, di mana sudah ada lebih dari 100 ribu transaksi yang berhasil terlayani.
Dagangan juga mendukung pemberdayaan masyarakat dalam berwirausaha dengan fasilitasi para produsen produk lokal unggulan dari beragam daerah. Ke depannya, cakupan operasional bakal diperluas baik di Jawa hingga luar pulau, demi lebih banyak penduduk rural yang bisa menikmati layanannya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



