Jakarta, Gizmologi โ Datavault Holdings Inc beri pengumuman untuk terlibat dalam Pameran teknologi tahunan terbesar Consumer Electronic Show (CES) 2026. Keterlibatan perusahaan di ajang tersebut menjadi kegiatan strategis dalam memperkenalkan teknologi terbaru kecerdasan buatan (AI). Mereka akan membawa pembaruan krusial terkait Divisi Akustik (Acoustic Division) yang kini mulai bernilai komersial tinggi.
Dikutip dari rilis resmi, Datavault akan menempati Booth 6425 di West Hall, Las Vegas Convention Center, mulai 7 hingga 10 Januari 2026. Fokus utama mereka tahun ini adalah mendemonstrasikan bagaimana platform pertukaran data mereka mampu mengubah data mentahโtermasuk data suaraโmenjadi aset likuid yang bisa diperdagangkan.
Divisi akustik memang menjadi highlight yang dipersiapkan. Memanfaatkan kumpulan data akustik (proprietary acoustic data sets) yang dikombinasikan dengan kemampuan machine learning canggih. Hasilnya adalah model AI yang mampu mengenali pola suara untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari keamanan, diagnosa mesin, hingga analitik kesehatan. Langkah ini menandai pergeseran fase perusahaan dari sekadar riset menjadi monetisasi aktif.
โDivisi Kecerdasan Akustik kami mengalami kemajuan pesat, beralih dari pengembangan eksperimental menjadi penerapan pasar yang nyata. Kami mentransformasi suara menjadi kelas aset bernilai tinggi yang siap dimonetisasi melalui platform Datavault,โ ujar Nathaniel Bradley, CEO Datavault Holdings Inc.
Baca juga: NTT Data Prediksi Konsumsi Energi Data Center AI Capai 50% pada 2028, Serukan Kampanye Hijau!
Divisi Akustik Datavault Bawa Teknologi Audio Menakjubkan

Kehadiran Datavault di CES 2026 bukan sekadar meramaikan suasana. Perusahaan ini memamerkan โjeroanโ teknologi mereka yang cukup radikal: mengubah frekuensi suara menjadi data terstruktur yang bernilai ekonomi tinggi.
Bintang utama pameran mereka adalah kemampuan Divisi Akustik. Berbeda dengan AI generatif (seperti ChatGPT) yang memproses teks, teknologi Datavault berfokus pada analisis pola gelombang suara (waveform analysis) dengan presisi tingkat industri. Algoritma mereka dilatih untuk mendeteksi perubahan mikro pada frekuensi suara yang tidak terdengar telinga manusia. Sederhanya, dalam industri manufaktur, AI ini bisa โmendengarโ jika bantalan mesin (bearing) mulai aus atau retak hanya dari perubahan getaran suaranya, jauh sebelum mesin itu rusak total.
Datavault juga punya paten yang disebut ADIO (Active Data Information Object). Ini adalah spesifikasi kunci yang membedakan mereka dari kompetitor. Melalui ADIO, setiap potongan data suara (misalnya, rekaman diagnosa mesin atau sampel suara artis) dibungkus dengan metadata enkripsi. Setiap kali data tersebut diakses atau digunakan oleh pihak ketiga (misalnya untuk melatih model AI lain), sistem blockchain Datavault akan mencatatnya secara real-time. Pemilik data akan otomatis menerima royalti atau bayaran setiap kali aset datanya digunakan. Tidak ada lagi pencurian data tanpa kompensasi.
Secara teknis, Datavault membangun sistemnya agar lebih fleksibel. Platform ini dirancang untuk berjalan mulus di atas infrastruktur cloud raksasa seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure. Ini memudahkan perusahaan besar untuk mengintegrasikan solusi Datavault tanpa merombak server mereka.
Di CES 2026, mereka mendemonstrasikan kemampuan sistem untuk memproses jutaan aliran data akustik secara simultan dengan latensi minimal, membuktikan kesiapan mereka untuk penerapan di smart city (kota pintar) yang membutuhkan pemantauan audio 24/7.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



