Duh! Bitcoin cs Kebakaran, Apa Sebabnya?

Jakarta, Gizmologi – Mayoritas aset kripto (cryptocurrency) terpantau merah. Bahkan sejumlah token populer DeFi (decentralized finance) seperti Bitcoin dan Ethereum anjlok hingga 16%.

Melansir dari Coindesk, harga Bitcoin terpangkas hingga 8,1% pada kisaran US$ 43 ribu atau sekitar Rp622 juta. Sedangkan Ethereum mengalami kenaikan tipis pada kisaran US$ 3.000 per koin.

Ini membuat harga Bitcoin jatuh ke level terendahnya, sejak awal Agustus lalu. Bahkan sempat menyentuh level US$ 40.400 atau sekitar Rp574 juta di sesi perdagangan hari ini, Selasa (21/9/2021).

Selain Ether, harga uang kripto lain termasuk Cardano, Dogecoin, dan Polkadot ikut terdampak. Di mana harga Cardano, Dogecoin dan Polkadot terpantau turun lebih dari 10 persen selama 24 jam terakhir.

Baca Juga: Gawat! Bitcoin cs Berguguran dalam 24 Jam Terakhir

Penyebab Harga Bitcoin Anjlok

Bitcoin kebakaran

Anjloknya harga Bitcoin cs kemungkinan besar dipicu oleh kabar kebangkrutan perusahaan Evergrande. Perusahaan properti raksasa asal China itu dikabarkan terlilit utang dalam jumlah besar mencapai dari US$ 310 miliar atau setara dengan Rp4.408 triliun.

Alhasil harga sahamnya di bursa Hong Kong pun menurun 20%. Sejumlah pihak menduga penurunan mendadak aset kripto terjadi karena Bitcoin yang dijual oleh pemilik Evergrade.

“Baik para institusi maupun ingin mendapatkan uang tunai. Banyaknya Bitcoin dijual adalah hal menarik karena saya kira banyak kaitannya dengan apa yang terjadi di Asia,” kata Tom Lee, analis dari Fundtstrat.

Menurut perhitungan Forbes, kapitalisasi pasar kombinasi mata uang kripto dunia telah turun USD 2,62 triliun atau lebih dari 10%. Belum lagi ditambah kejadian tak menguntungkan dari penolakan Bitcoin di El Salvador, membuat harga aset kripto berguguran ke zona merah.

Tinggalkan komen