Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Go-Jek Go International: Rambah Pasar Singapura?

0 259

Kabar Go-Jek untuk go international kembali mengemuka. Setelah sempat diberitakan akan memperluas usaha ke Thailand, Vietnam dan Filipina, kali ini ekspansi Go-Jek muncul lagi. Adalah Singapura yang kemungkinan jadi incaran perluasan usaha Go-Jek selanjutnya.

Namun tak seperti pasar lainnya yang memperbolehkan moda sepeda motor, Go-Jek kemungkinan memilih mode taksi beroda empat. Hal ini disebabkan aturan di Singapura yang tidak memperbolehkan sepeda motor sebagai moda transportasi umum.

Seperti ditulis oleh techcrunch.com, ComfortDelGro, operator taksi terbesar di Singapura, dikabarkan telah mengadakan pertemuan dengan Go-Jek tentang potensi kerjasama yang bisa menggantikan kesepakatan yang sebelumnya telah batal dilakukan bersama Uber.

Uber telah membuat kesepakatan besar bareng Comfort Desember tahun lalu tapi membatalkannya pada bulan lalu sebab firma asal AS tersebut malah menjual bisnisnya ke Grab lalu meninggalkan pasarnya di Asia Tenggara secara keseluruhan.

Ekspansi Go-Jek akankah sampai ke Singapura? Foto oleh medium.com
Taksi Comfort Singapura (Foto: Medium)

Dikabarkan Go-Jek ingin mengisi kekosongan perginya Uber dengan melakukan ekspansi Go-Jek di Thailand, Vietnam dan Filipina lalu Singapura dengan menggaet Comfort yang kini mempekerjakan 15 ribu pengemudi.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan ekspansi Go-Jek melalui Comfort, pihak Go-Jek “tidak dapat mengomentasi rumor dan spekulasi” sedangkan pihak Comfort tidak memberikan komentar atas rencana ekspansi Go-Jek di Singapura ini.

Go-Jek merupakan perusahaan rintisan anak bangsa yang sudah menyandang gelar unicorn sebab mempunyai valuasi lebih dari US$1 miliar. Bahkan, Go-Jek kini bernilai lebih dari US$4,5 miliar dan sudah menggalang investasi melampaui $2 miliar dari investor, seperti Google, Tencent, JD.com, Allianz, Astra International dan Meituan Dianping. Awalnya, Go-Jek memulai bisnis sebagai penyedia ojek saja tetapi meluas jadi penyedia jasa antar makanan, mobil hingga barang sesuai permintaan konsumen.

Baca juga: Astra akan kucurkan investasi ekuitas Rp2 triliun untuk GO-JEK

Ekspansi Go-Jek ke Vietnam, Thailand dan Filipina masuk akal sebab di negara tersebut Go-Jek dapat memulai usaha ojek yang menggunakan sepeda motor. Kabar ekspansi Go-Jek ke luar Indonesia bocor ke media dari memo internal perusahaan yang sempat dilihat oleh Reuters. CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan dalam email akhir Maret tersebut bahwa nama negara ekspansi Go-Jek akan segera muncul. Nadiem tidak menyebut nama negara tersebut tetapi Chief Technology Officer Go-Jek Ajay Gore pernah mengatakan Go-Jek ingin menghadirkan layanan di Filipina tahun ini.

Tahun lalu Go-Jek membuka kantor untuk pengembangan bisnis di Singapura. Ketimbang meluncurkan bisnis mulai dari nol, Go-Jek diprediksi memilih firma yang sudah ada yakni Comfort yang bisa memberikan akses atas kendaraan yang dimiliki oleh Comfort.

Ekspansi Go-Jek mungkin juga berasal dari sisi pengemudi itu sendiri. Pihak Comfort telah meminta pengemudinya menghapus Uber paska mencapai kesepakatan dengan Grab tetapi banyak pengemudi Comfort yang merasa kurang nyaman jika Grab cuma jadi satu-satunya pilihan.