Jakarta, Gizmologi – Usai memborong 9,2% saham Twitter, Elon Musk ditawarkan untuk mengisi kursi dewan direksi di platform social media tersebut. Lewat posisi itu bos Tesla itu berencana untuk membawa perbaikan yang signifikan Twitter.
Dikutip dari Reuters, langkah itu dilakukan setelah Musk mengungkapkan bahwa ia telah mengumpulkan 9,2 persen saham di Twitter, menjadikannya sebagai pemegang saham terbesar perusahaan media sosial itu. Di luar janji perubahan besar, CEO Tesla Inc, yang sering memilih jalur yang tidak konvensional, hanya memberikan sedikit detail.
Meski demikian, Musk hanya akan terlibat dalam keputusan strategis, termasuk arah proyek Bluesky Twitter dan penambahan tombol edit. Kendati demikian Musk tidak akan mendapatkan previlage untuk moderasi platform, termasuk cuitan serta akun siapa yang dapat dipulihkan.
Hal tersebut merupakan kebijakan yang berlaku untuk semua anggota dewan. Di sisi lain saham Twitter naik lebih dari 4% dalam perdagangan tengah hari setelah pengumuman.
Dewan Direksi Twitter

Di sisi lain, para eksekutif Twitter mencuitkan ucapan selamat setelah pengumuman tersebut. Ada harapan bahwa kehadirannya dapat menghidupkan kembali platform yang telah berjuang untuk menarik pengguna dan mungkin menarik minat dari investor ritel.
“Saya senang berbagi bahwa kami menunjuk @elonmusk ke dewan kami. Dia sangat percaya dan kritis terhadap layanan yang kami butuhkan di @Twitter, dan di ruang rapat, untuk membuat kami lebih kuat dalam jangka panjang,” kata CEO Twitter Parag Agrawal dalam sebuah tweet.
Sebagai tanggapan, Musk membalas, “Menantikan untuk bekerja dengan Parag & Twitter untuk membuat peningkatan yang signifikan pada Twitter dalam beberapa bulan mendatang.”
Musk menghubungi salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey dan CEO Agrawal tak lama setelah dia membangun sahamnya pada 14 Maret, memberi tahu mereka bahwa dia ingin bergabung dengan dewan direksi, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Bluesky adalah perusahaan yang didanai oleh Twitter untuk mengembangkan standar operasi baru untuk media sosial. Perusahaan sedang bekerja untuk membangun protokol terbuka yang memungkinkan perusahaan media sosial yang berbeda untuk beroperasi bersama.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




