alexa
Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

AMD EPYC Jadi Bagian dari Superkomputer Perlmutter

Keberadaan prosesor server yang baik dalam sebuah sistem kerja berbasis cloud menjadi unsur penting di era digital saat ini. AMD memahami betul hal tersebut dengan terus berinovasi menciptakan perangkat pendukung memadai. Salah satunya hadir dalam prosesor server AMD EPYC. Prosesor ini berhasil diterima banyak perusahaan besar sebagai bagian dari sistem server AMD. Penggunaan terbaru datang dari National Energy Research Scientific Computer (NERSC).

Prosesor server terbaru AMD EPYC seri 7300 akan digunakan oleh NERSC dalam model superkomputer Perlmutter mereka, yang bertempat di Lawrence Barkeley Lab Laboratory (Barkeley Lab). Superkomputer tersebut mampu menghadirkan empat kali kekuatan komputasi, dan menjadikannya salah satu superkomputer tercepat di dunia.

“AMD sangat bangga bekerja dengan mitra strategis kami untuk mendorong segala batasan HPC di berbagai bidang termasuk penelitian ilmiah dan lingkungan, kemajuan medis dan kecerdasan buatan” kata Forrest Norrod, Senior Vice President dan General Manager, Data Center and Embedded Solutions Business Group.

Baca juga: Gandeng AMD Ryzen, Saatnya Menyambut Laptop Razer Pertama ‘Berbaju Merah’!

Prosesor Server AMD EPYC Memiliki Performa Tinggi

amd epyc
Superkomputer Perlmutter disiapkan untuk melakukan penelitian berbasis komputasi.

Prosesor server seperti AMD EPYC memang diharuskan memiliki performa cepat untuk mengakomodasi kebutuhan sistem kerja ala cloud computing. Menopang berbagai jaringan dalam bisnis yang berjalan. Serta memberikan kenyamanan dalam pengolahan serta keamanan data bagi rekanan kerja seperti NERSC.

AMD EPYC seri 7300 sendiri memiliki basis clock speed di angka 3.0 GHz, dengan performa maksimal dapat mencapai 3.7 GHz. Itu berasal dari satu prosesor, apatah lagi jika dijadikan superkomputer yang memang memerlukan banyak unit dalam sebuah komplek atau ruang tersendiri. Tentu kecepatan yang diraih bisa sangat tinggi.

Terdiri dari dua fase yang digunakan. Fase 1 sekarang tengah digunakan dan menampilkan 1.536 node, masing-masing dengan satu prosesor AMD EPYC 7763 dan empat GPU Tensor Core A100 yang terhubung dengan NVIDIA NVlink. Tahap 1 juga mencakup sistem file Lustre semua flash 35 PB yang akan menyediakan penyimpanan bandwidth yang sangat tinggi. Diharapkan pada akhir tahun ini fase 2 akan menambah 3.072 node khusus CPU, masing-masing dengan dua prosesor AMD EPYC 7763 dan memori 512 GB per node.

NERSC sendiri berada di bawah Departemen Energi Amerika Serikat. Mereka melakukan penelitian mendalam melalui sistem komputasi. Sementara pilihan nama Perlmutter untuk superkomputer mereka diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap astrofisikawan pemenang nobel Saul Perlmutter.

Menurut Direktur NERSC Sudip Dosanjh, kerjasama dengan mitra utama seperti AMD memungkinkan untuk secara signifikan meningkatkan daya komputasi kami dan memperluas spektrum kemampuan ilmiah. “Perlmutter akan memungkinkan berbagai aplikasi yang lebih luas dari sistem NERSC sebelumnya dan merupakan supercomputer NERSC pertama yang dirancang sejak awal untuk memenuhi kebutuhan simulasi dan analisis data,” pungkasnya.

Tinggalkan komen