Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Huawei Dorong Kemajuan Kelola Data & Cloud di Indonesia

2 87

Tidak hanya merilis produk elektronik, Huawei juga terus berperan untuk kembangkan teknologi cloud secara global, termasuk di Indonesia. Untuk mendorong digitalisasi nasional, Huawei Indonesia berkolaborasi dengan Asosiasi Big Data dan AI (ABDI), menggelar diskusi daring berskala nasional dengan tema “Tata Kelola Data dan Cloud untuk Mendorong Digitalisasi Nasional”.

Diadakan 28 Agustus 2020 kemarin, diskusi daring tersebut diadakan untuk menyelaraskan pemahaman, sekaligus perkuat komitmen bersama masyarakat TIK serta ekosistem industry Cloud & Data, serta bertukar wawasan tentang Kedaulatan Data dan Cloud. Karena adanya pandemi, sangat tepat ketika diskusi diadakan secara daring, membuat peserta mencapai jumlah yang masif, hingga 900 orang.

Dalam diskusi tersebut, hadir sebagai pembicara utama yaitu Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, serta Jacky Chen sebagai CEO Huawei Indonesia. Sementara sebagai pembicara pada sesi diskusi panel, juga turut dihadiri perwakilan dari Kemenko Polhukam, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum dan praktisi lainnya.

Baca juga: Didukung Telkom, Flou Cloud Tawarkan Cloud untuk Berbagai Sektor Bisnis di Indonesia

Keamanan Data Menjadi Isu Utama Selama Pandemi

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia
Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia saat melakukan diskusi daring 28 Agustus kemarin,

Diketahui jika keamanan siber telah ditempatkan sebagai salah satu isu utama selama pandemi global berlangsung. Situasi tersebut membuat semua pihak dituntut agar dapat kelola data secara lebih seksama. Tak hanya itu, langkah-langkah regulasi menunjukkan bahwa dalam hal data, privasi dan manajemen lebih dari sekadar komitmen terkait kode etik.

Melainkan juga terkait dengan kepatuhan hukum. Saat negara-negara sedang akselerasi pembangunan kedaulatan data untuk pastikan bahwa data terlindungi dan dijamin kedaulatan digitalnya, pemerintah RI juga serukan isu serupa pada Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi Digital G20, diadakan pada Juli 2020 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia menggarisbawahi bila proses pertukaran data harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menegaskan pentingnya peningkatan kebutuhan perlindungan dan keamanan data. Sehubungan dengan itu, rencana untuk membangun Pusat Data Nasional oleh pemerintah juga sudah direncanakan, untuk selesai paling lambat tahun 2023.

Kepala BSSN mengatakan jika tantangan besar bagi negara untuk hadapi dunia digtalisasi, ialah permasalahan yang terjadi di ranah siber, terkait masalah keamanan dan kesejahteraan negara. “Visi dan misi BSSN adalah menjaga keamanan siber secara efektif dan efisien. Kesadaran ekosistem terhadap keamanan siber dan kedaulatan data sangat penting untuk terus ditingkatkan,” terang Hinsa.

Untuk itu, BSSN sangat mengapresiasi upaya dan komitmen Huawei untuk tingkatkan literasi pada bidang tersebut, baik lewat diskusi edukatif maupun program lainnya. Secara global, Huawei telah menggelontorkan investasi di ranah komputasi cloud lebih dari 12 tahun. 20 tahun hadir dan berkembang di Indonesia, Huawei akan terus berinvestasi untuk teknologi utama terbarukan di Cloud, 5G, AI sesuai dengan peraturan setempat.

Selaras dengan Pemerintah, Percepat Transformasi Digital

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia

Jacky Chen menambahkan, “Huawei meyakini perkembangan ekosistem intrastruktur TIK yang kuat di Indonesia dapat mendukung percepatan Digitalisasi Nasional, menuju Indonesia yang cerdas dan saling terhubung, sehingga menjadi 10 negara dengan ekonomi teratas dunia pada tahun 2030, dan menjadi negara maju pada tahun 2045.”

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, Prof. Dr. Henri Subiakto menyebutkan juga pandemi Covid-19 diharap menjadi batu loncatan untuk lakukan upaya percepatan transformasi digital, seperti apa yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi. Ia berikan apresiasi terhadap Huawei yang sudah berkontribusi lewat program peningkatan literasi dan kesadaran digital.

Terkait dengan upaya untuk mempercepat transformasi digital, Henri mengatakan jika pemerintah telah melakukan percepatan perluasan akses, dan peningkatan infrastruktur digital serta penyediaan layanan internet. Juga menyiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, baik di sektor pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, Pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri maupun penyiaran.