Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Riset VMWare: Perusahaan di Asia Pasifik Siap Bertransformasi Digital Selama Pandemi

0 72

Memang tidak dapat dipungkiri bila hadirnya pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang menyeluruh, terutama pada perekonomian global. Tak hanya pengusaha kecil dan menengah saja, tingkat perusahaan pun juga merasakan dampak yang masif. Terkecuali, mereka yang jauh sebelumnya sudah mulai terapkan transformasi digital.

Kemampuan perusahaan untuk dapat terus bertahan selama pandemi ditentukan dari kinerja organisasinya, seberapa banyak bagian yang telah menerapkan aplikasi-aplikasi modern untuk sistem kerja yang lebih efisien. VMWare Research baru saja mengadakan sebuah riset global terbaru, mempelajari perusahan-perusahaan yang ada di Asia Pasifik, dan berikan hasil temuan yang menarik sepanjang tahun 2020.

“Riset ini mengungkap temuan bahwa di saat perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik (APAC) dituntut untuk menyelaraskan bisnis dengan pihak global, hanya sedikit perusahaan di APAC yang prioritaskan pengalaman pengguna,” kata Cin Cin Go, Country Manager, VMWare Indonesia lewat sebuah rilis (14/10). Menurutnya, lebih banyak perusahaan yang fokus pada prioritas-prioritas yang terkait dengan karyawan.

Baca juga: IntSights Paparkan Risiko Keamanan Data Perusahaan Saat WFH

SDM Berkualitas Menjadi Kunci Sukses Transformasi Digital

Kunci sukses transformasi digital - VMWare 2020
Beberapa faktor pemicu kesuksesan transformasi digital dari hasil riset VMWare (2020).

Prioritas tersebut adalah seperti bagaimana tingkatkan kolaborasi dan gaet SDM baru, maupun mempertahankan SDM yang ada. Hal-hal tersebut dapat berikan fondasi kokoh untuk tuntaskan perjalanan digital perusahaan. Sebanyak 1,650 responden riset berlokasi di Australia, Tiongkok, India, Jepang dan Korea Selatan. Dilakukan pada Maret – April 2020 oleh Vanson Bourne.

Dari hasil riset yang dilakukan oleh VMWare, ditemukan beberapa catatan penting yang bisa diambil dari perusahaan yang telah sukses. Selain teknologi yang menjadi komponen untuk raih kesuksesan, faktor kuncinya terletak pada SDM. Juga pemimpin-pemimpin perusahaan yang memahami perangkat lunak (software) serta penyelarasan organisatoris perusahaan.

Sebanyak 94% responden ungkapkan bila SDM yang punya bekal skill teknis mumpuni diperlukan, apa penyelenggaraan transformasi digital di perusahaan. Dan 85% di antaranya menurutkan bila organisasi yang punya pemimpin dengan orientasi software bisa mencapai kesuksesan lebih mudah.

Mayoritas Responden Alami Beberapa Hambatan

Tingkat perkembangan perusahaan - VMWare 2020
Mayoritas responden perusahaan di Asia Pasifik alami peningkatan yang rendah selama masa pandemi.

Keselarasan yang terbangun antara masing-masing stakeholder yang terlihat dalam proses pengembangakn aplikasi, juga menjadi garda terdepan dalam raih kesuksesan tranformasi digital perusahaan. 97% responden di APAC menyatakan telah meraihnya, namun 90% dari itu merasakan beberapa hal penghambat. VMWare merangkum tiga hal penghambat terbesar.

Sebanyak 32% (atau 5% lebih tinggi dari global) menyatakan terlalu banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi terkait dengan hal keamanan dan regulasi. Kemudian dua lainnya, sama-sama 27%, menyatakan bila aplikasi tidak bisa diintegrasikan dengan sistem yang ada. Dan juga terlalu banyak platform yang membuat proses transformasi menjadi terlalu kompleks.

Untuk perusahaan yang memiliki pertumbuhan lebih tinggi dalam pengembangan aplikasi dan kebijakan IT, sekitar 49% di antaranya lebih banyak gelontorkan belanja pada inovasi, daripada mereka yang berada di jajaran perusahaan dengan pertumbuhan lebih rendah (44%). Sementara tingkat agility (ketangkasan) yang mereka rasakan dalam proses pengembangan aplikasi sebesar 58% berbanding 46%.

Dari jumlah total 5,000 responden secara global, responden paling banyak didominasi dari Amerika Serikat, mencapai 600 responden. Sementara untuk wilayah Asia, rata-rata sebanyak 300 responden terkecuali Jepang yang lebih tinggi di 450 responden. Tiga jenis responden memiliki nilai jumlah yang hampir sama, 1/3 di antaranya adalah pengembang aplikasi, pengambil keputusan IT serta keputusan bisnis.