Sandiaga Uno Paparkan 3 Tantangan yang Dihadapi UMKM Masa Kini

Jakarta, Gizmologi – Keberlangsungan UMKM di Indonesia sangat mempengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan. Dalam situasi yang menantang seperti sekarang ini, perlu ada campur tangan dari berbagai pihak demi bantu sukseskan bentuk usaha mereka. Sebagai perusahaan teknologi keuangan, DANA terus berpartisipasi dalam hal digitalisasi UMKM, termasuk melalui DANA Connect.

Adanya metode pembayaran digital seperti yang disediakan oleh DANA bantu UMKM jangkau lebih banyak konsumen, terutama yang lebih memerhatikan protokol kesehatan dan memilih untuk tak berkontak langsung secara fisik. Selain itu, DANA juga tengah mengadakan webinar rutin DANA Connect, di mana seri kedua baru saja dilangsungkan.

Baca juga: DANA Alami Lonjakan Pengguna, Capai 70 Juta di Pertengahan 2021

Membawa tema “Bangkit dari Hantaman Pandemi: Meningkatkan Penjualan dengan Digitalisasi”, dihadirkan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai pembicara dalam acara digital tersebut. Ia turut mendorong DANA untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, agar menjadi lokomotif dalam proses digitalisasi UMKM di Indonesia.

Menparekraf Tekankan Pentingnya Go Digital Bagi UMKM

Webinar DANA Connect
Webinar DANA Connect yang diadakan akhir Juli 2021.

Menurutnya, transformasi digital menjadi keniscayaan untuk UMKM supaya bisa menghadapi tantangan baik saat ini hingga nanti. “Untuk menjadi bagian dari pandemic winners, UMKM harus bisa mengatasi pandemi dengan berinovasi dan bertransformasi. Salah satu strategi adalah dengan go digital,” jelas Sandiaga.

Selain terus berjualan dan hadirkan metode pembayaran daring, para UMKM dituntut untuk terus berinovasi, beradaptasi dan ciptakan konten kreatif untuk bisnis yang bisa terus berkesinambungan. Menparekraf juga paparkan peran penting UMKM dalam perekonomian nasional.

Kontribusi UMKM selama pandemi meningkat dari 60% ke 63% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara berdasarkan data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), 13,7 juta pelaku UMKM sudah masuk dalam ekosistem go digital. “Pelaku usaha yang tidak terdampak pandemi adalah mereka yang sudah bisa beradaptasi dan go digital,” tambah Menparekraf.

Meski begitu, Sandiaga menerangkan bila jumlah 13,7 juta tersebut masih dinilai kurang, karena masih sekadar 12,5% dari total pelaku usaha. Intensitas penggunaan teknologi digitalnya pun belum optimal. Saat ini, yang menjadi tantangan terberat dalam pemulihan ekonomi adalah adanya Varian Delta COVID-19.

DANA Connect Hubungkan UMKM dengan Pemangku Kepentingan

DANA Goals

Tahun ini, anggaran untuk mendukung pemulihan UMKM meningkat dari Rp112,84 triliun mnjadi Rp121 triliun. Sandiaga juga menyimpulkan tiga tantangan utama yang dihadapi UMKM; akses terhadap SDM yang mumpuni, akses terhadap pasar serta akses terhadap pembiayaan. Ketiganya dinilai bisa terbantukan lewat partisipasi dari DANA selama ini.

Salah satunya melalui DANA Connect yang menjadi wadah untuk menghubungkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah, lembaga keuangan dan mitra pelaku UMKM dalam sebuah forum diskusi. Tegaskan komitmen inisiatif DAAN untuk hadirkan edukasi berkelanjutan bagi para mitra usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Vince Iswara selaku CEO & co-founder DANA menyebutkan bila telah ada lebih dari 79 juta pengguna DANA, termasuk 280 ribu UMKM yang menjadi mitra DANA Bisnis. “Ini menandakan makin tingginya kepercayaan terhadap DANA yang juga tercipta berkat inovasi dan pengembangan teknologi yang kami lakukan,” tambahnya.

Digelar akhir Juli lalu, DANA Connect seri kedua pertemukan lima pemilik usaha, masing-masing mewakili lima pulau besar di Indonesia untuk berbagi keunikan karakter dan budaya, kesulitan di masa pandemi serta cara menghadapinya. Juga dihadirkan pakar kesehatan untuk memaparkan cara mengelola emosi di masa pandemi bagi pelaku UMKM.

Tinggalkan komen