Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

LinkAja: Jumlah Transaksi UMKM Meningkat 19,5% Selama April-Mei 2020

0 384

Sebagai salah satu penyedia solusi pembayaran sebagai uang elektronik nasional, LinkAja terus berinovasi untuk berikan kemudahan transaksi, tak terkecuali inovasi pembayaran yang aman selama masa pandemi sekarang ini. LinkAja berperan untuk terus mendorong peningkatan transaksi UMKM secara digital, yang sejalan dengan langkah Bank Indonesia untuk pastikan kelancaran sistem pembayaran nasional saat ini.

Selama bulan April hingga Mei 2020 kemarin, LinkAja telah mencatat adanya peningkatan transaksi di ekosistem lokal sebesar 19,5%. Peningkatan terbesar terjadi pada pasar tradisional yang alami kenaikan transaksi sebesar 64%, lalu diikuti dengan ritel modern sebesar 12,8%. Peningkatan transaksi ini terjadi karena adanya perubahan perilaku masyarakat, kini lebih memilih untuk bertransaksi secara digital daripada tunai, karena dirasa lebih aman terutama di tengah pandemi Covid-19.

Seperti yang kita ketahui, LinkAja telah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk berikan solusi pembayaran di 18 pasar tradisional yang tersebar di Jakarta sejak Mei lalu. Kerja sama tersebut dibuat dalam usaha merangkul pasar tradisional sebagai salah satu UMKM yang juga rentan terdampak pandemi, serta bantu masyarakat dalam permudah kegiatan belanja berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Baca juga: LinkAja & Kemenkominfo Berikan Solusi Belanja Mudah dari Pasar Tradisional Jakarta

Misi Besar LinkAja Untuk Berdayakan UMKM di Indonesia

ilustrasi pembayaran LinkAja untuk UMKM pasar tradisional

Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja menyebutkan jika peningkatan transaksi pada ekosistem lokal khususnya pasar tradisional telah mengindikasikan kesadaran masyarakat akan pentingnya uang elektronik dalam pemenuhan kebutuhan esensial. “Kebijakan pemerintah dalam menerapkan jarak sosial dan fisik tentu juga berimbas pada perubahan preferensi tata cara transaksi masyarakat. Tak hanya bagi konsumen, transaksi digital memang sangat penting bagi UMKM agar dapat bertahan di tengah tekanan akibat pandemi Covid-19,” jelas Haryati.

Dengan begitu, LinkAja bertekad untuk terus tingkatkan fitur layanan serta keamanan bertransaksi, termasuk layanan Syariah LinkAja di dalamnya, ditujukan agar seluruh masyarakat khususnya pengguna mendapatkan pengalaman terbaik. “Hal ini juga sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem dan platform layanan keuangan digital yang melayani kebutuhan masyarakat, terutama kelas menengah dan UMKM di Indonesia,” tambah Haryati.

Saat ini, Bank Indonesia telah menerapkan adanya relaksasi bagi para pelaku ekonomi sebagai dampak penyebaran Covid-19, dimana penggunaan non tunai melalui uang elektronik, mobile banking, internet banking dan QRIS mendukung program WFH dan social distancing. Khusus usaha mikro, LinkAja turut menerapkan biaya 0% untuk transaksi pemrosesan QRIS bagi pedagang kategori tersebut, diperpanjang sampai 30 September 2020.

LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja juga telah bekerja sama dengan beberapa aplikasi belanja online, dalam rangka mempermudah masyarakat untuk penuhi kebutuhan harian sekaligus berdayakan UMKM setempat. Beberapa di antaranya adalah aplikasi belanja daring seperti arterifarm.com dan Inang Inang di Medan, pasarpedia.id di Lampung, Beceer di Purwokerto, Panganku di Makassar dan banyak lagi.

Metode pembayaran yang digunakan adalah dengan melakukan scan kode QR statis yang diberikan kurir pada saat mengantarkan barang belanjaan ke rumah pelanggan. Sedangkan bagi yang berada di area Jakarta, LinkAja menyediakan solusi pembayaran pembelanjaan secara daring di 18 pasar tradisional yang tersebar di Jakarta. Hingga akhir Mei 2020, LinkAja telah bekerja sama dengan lebih dari 208 ribu merchant lokal dan telah mendigitalisasi 451 pasar di Indonesia.