Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

‘Generasi Djempolan’ Kredivo Ajak Pengusaha Pontianak Melek Keuangan Digital

Permudah metode pembayaran untuk masyarakat Indonesia, Kredivo selalu konsisten untuk meluncurkan program maupun kerjasama baru agar penggunanya dapat memanfaatkan layanan pembayaran kredit digital yang satu ini. Meski memang, kemudahan pembayaran mendorong kita untuk berlaku konsumtif. Kredivo pun mencegah hal tersebut terjadi lewat gerakan literasi keuangan digital.

Ya, gerakan yang dinamakan “Generasi Djempolan” tersebut sudah diluncurkan sejak awal bulan November 2020 kemarin, ditujukan agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan teknologi finansial dengan lebih bijak. Sebagai lanjutan dari gerakan tersebut, Kredivo baru saja mengadakan Generasi Djempolan Seri 2, menyambangi Kota Pontianak, Kalimantan Barat secara virtual, ajak masyarakat melek keuangan digital.

Sebagai metode pembayaran di e-commerce, gerai luring maupun pinjaman tunai, dalam acara virtual yang diadakan kemarin (2/12), Kredivo gunakan tema Peran Fintech Dorong Tumbuhnya Milenial Produktif dan Pengusaha Pemula“, ajak mahasiswa, masyarakat serta media di Kota Pontianak, yang dinilai terdapat pertumbuhan positif di daerah tersebut.

Baca juga: Kredivo Luncurkan “Generasi Djempolan”, Literasi Keuangan untuk Milenial

Kredivo Ajarkan Tiga Kriteria Utama Generasi Djempolan

Kredivo Generasi Djempolan Pontianak

Dengan dukungan ekosistem kota yang kondusif, Kredivo ajarkan para milenial produktif di kota tersebut untuk melek keuangan, dengan tiga kriteria utama Generasi Djempolan; set priority, value over price dan best of both worlds, alias diharap menjadi seorang yang melek teknologi sekaligus finansial. Menurut data internal, pengunaan produk Kredivo di Kalimantan Barat sendiri telah meningkat 30% di 2020, dibandingkan tahun 2019.

Dalam rilis yang diterima Gizmologi (2/12), Lily Suriani, Head of Business Development PT Finaccel Finance Indonesia (Kredivo) memaparkan bila saat ini, 42,2% pengguna melakukan transaksi e-commerce dan 19,4% untuk personal loan, di mana mayoritas dana digunakan untuk modal usaha. Maka Kredivo tekankan prinsip responsible lending dan smart spending dalam berbelanja.

“Melalui Generasi Djempolan ini, kami berharap anak muda dapat lebih baik dalam mengelola keuangan, menjadi lebih produktif dan berani melangkah untuk membuka usaha,” jelas Lily.

Sementara itu Dino Milano, Analis Eksekutif Senior Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan jika OJK terus berkomitmen untuk terus tingkatkan inklusi dan literasi keuangan digital, khususnya kalangan milenial.

Ia mengatakan, seiring dengan meningkatnya jumlah penyaluran kredit di daerah Kalimantan Barat, literasi keuangan digital menjadi penting, mengingat generasi milenial dan Generasi Z banyak yang ingin maksimalkan produktivitas sebagai pengusaha pemula. Maka dari itu, pihaknya bekerja sama dengan pelaku industri jasa keuangan seperti Kredivo untuk berkolaborasi tingkatkan literasi keuangan digital.

Potensi Penggunaan Kredit Cukup Tinggi di Kalimantan Barat

Menurut data perbankan dari Bang Indonesia, kredit produktif telah mendominasi dari sisi jenis penggunaan kredit di Kalimantan Barat, dengan total Rp55,89 triliun atau 68,98% merupakan kredit produktif, terdiri dari kredit investasi dan kredit modal kerja. Lalu lebih dari seperempat (25,25%) penyaluran kredit di 14 kota/kabupaten Kalimantan Barat disalurkan ke Pontianak, sebesar Rp20,46 triliun.

Berbagai indikator tersebut tunjukkan potensi kaum milenial produktif untuk naik kelas dengan hadirnya teknologi keuangan. Dr. Wendy, M.Sc., Akademisi dan Pakar Manajemen Keuangan juga menambahkan bila pembangunan infrastruktur, termasuk digital di Kalimantan Barat beberapa tahun terakhir diyakini mampu dorong pertumbuhan ekonomi.

Dr. Wendy menambahkan, “selain itu, populasi signifikan milenial produktif di Pontianak dengan didominasi sekitar 60% penduduk berusia 15-39 tahun, dan lebih dari 28 ribu pelaku UMKM di Kota Pontianak (sekitar 9,000 di antaranya telah memiliki PIRT), juga berpotensi naik kelas karena ekosistem lingkungan yang kondusif.” Lewat inisiasi Generasi Djempolan, ia berharap lebih banyak milenial dan UMKM yang mampu manfaatkan teknologi keuangan guna maksimalkan produktivitas, gerakkan perekonomian daerah.

Tinggalkan komen