Jelang Weekend, Harga Bitcoin Melesat Tembus Rp840 Jutaan

Jakarta, Gizmologi – Harga mayoritas aset kripto (cryptocurrency) masih melanjutkan tren penguatannya. Bahkan harga Bitcoin berada di posisi puncak sekitar US$ 59,255.76 atau sekitar Rp830 jutaan.

Mengacu data CoinDesk, harga Bitcoin naik 3,18% dalam 24 jam terakhir. Hal ini membuat bitcoin semakin mendekati harga tertingginya pada US$ 64.888,99.

Adapun ethereum, crypto terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar juga ikut melonjak 5,6% lebih tinggi dari perdagang sebelumnya pada US$ 3.640. Meski harganya terbilang fluktuatif, mayoritas aset kripto mengalami kenaikan harga.

CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan mengenai faktor faktor naik turunnya harga suatu aset kripto. Menurut Oscar, naik turunnya harga aset kripto yang volatilitasnya tinggi bisa diakibatkan oleh beberapa faktor.

“Semakin banyak orang yang mempercayai kripto sebagai sebuah aset yang layak untuk dimiliki membuat masyarakat makin banyak yang berminat untuk membeli jadi harganya makin menguat,” kata dia dalam keterangan tertulis, pada Kamis (14/10).

Harga Bitcoin

Harga Bitcoin
Sekalipun pada September lalu Bitcoin sempat anjlok akibat sentimen kasus Evergrande dan langkah tegas China melarang transaksi kripto, sejumlah sentimen positif mulai bermunculan sejak awal Oktober ini. Salah satunya yang mendongkrak harga Bitcoin ialah kabar terkait Twitter yang segera dapat mengirimkan Bitcoin antara satu pengguna dengan yang lainnya secara instan dan hampir tanpa biaya.

“Hanya butuh waktu satu pekan bagi Bitcoin untuk menunjukkan tajinya dari harga Rp 690 juta ke Rp824 jutaan,” imbuhnya.

Melihat animo orang orang yang sudah mulai berinvestasi di Bitcoin dan aset kripto lainnya. Oscar menyebutkan, pihaknya dapat memfasilitasi transaksi aset kripto dengan minimal pembelian mulai dari Rp10.000.

“Masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir karena Bitcoin dan Indodax sudah memiliki legalitas di Indonesia dan diatur oleh Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi (BAPPEBTI),” ucapnya.

Tinggalkan komen