Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Pertama di Indonesia, LinkAja Hadirkan Uang Elektronik Syariah

1 1.541

Pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia pada tahun 2024. Hal ini termuat dalam Masterplan Ekonomi Syariah yang diusung oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Rencana tersebut disambut LinkAja yang cerdik membidik pasar umat muslim di Indonesia. Dompet digital milik BUMN tersebut hari ini (14/04) resmi meluncurkan LinkAja Syariah.

Layanan LinkAja Syariah diklaim sebagai uang elektronik syariah pertama di Indonesia yang memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariah. Inisiatif ini pun mendapat dukungan dari KNEKS. Ventje Rahardjo, Direktur Eksekutif KNEKS mengatakan pembayaran Digital Syariah sangat membantu pemenuhan kebutuhan transaksi masyarakat yang sesuai syariah.

“Kebutuhan itu muncul seiring dengan berkembangnya teknologi dan perubahan pola gaya hidup yang berubah demikian cepat. Diantaranya memberikan kemudahan transaksi produk halal di e-commerce, pembayaran dan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf (ZISWAF) serta dana sosial keagamaan lainnya,” ujar Ventje..

Sementara itu Haryati Lawidjaja, POH Direktur Utama LinkAja mengatakan, pihaknya melihat kebutuhan masyarakat Indonesia yang besar terkait produk ekonomi syariah. “Sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan tersebut dan guna mendukung upaya pemerintah, Layanan Syariah LinkAja hadir sebagai solusi uang elektronik syariah pertama di Indonesia yang dapat dipercaya umat untuk melakukan berbagai hal bermakna,” kata Haryati, saat jumpa pers online di Jakarta (14/04).

Ia berharap, layanan LinkAja Syariah dapat memberikan kemudahan bagi seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Terutama masyarakat muslim Indonesia yang saat ini sudah memiliki tingkat literasi keislaman yang makin baik seiring dengan penetrasi media sosial dan berbagai macam produk teknologi informasi lainnya. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan inovasi produk dan memperluas mitra kerja sama sebagai upaya untuk membangun ekosistem ekonomi syariah di Indonesia,” imbuhnya.

Layanan LinkAja Syariah

linkaja uang elektronik
Tampilan LinkAja konvensional berwarna merah, sedangkan LinkAja Syariah berwarna hijau.

LinkAja Syariah adalah uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikat DSN MUI setelah terbitnya Fatwa DSN MUI No.116/DSN-MUI/IX/2017 tentang uang elektronik syariah, serta izin pengembangan produk uang elektronik server-based dari Bank Indonesia.

Dalam implementasinya, LinkAja Syariah mengedepankan beberapa prinsip dasar. Di antaranya adalah penempatan dana bekerja sama dengan sejumlah bank syariah, mengaplikasikan tata cara transaksi yang sesuai dengan kaidah syariah, serta dapat diterima di seluruh merchant LinkAja.

LinkAja Syariah mengedepankan tiga kategori utama produk layanan, yaitu Ekosistem ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid, serta Digitalisasi Pesantren dan UMKM. Selain itu, LinkAja Syariah juga menghadirkan beragam produk yang sesuai dengan akad syariah dengan tidak ada unsur maisyir (judi), gharar (ketidakjelasan), riba (tambahan), zalim, dan barang tidak halal.

Ada berbagai fitur yang hadir untuk membantu memudahkan pembayaran nontunai serta layanan keuangan digital. Di antaranya seperti zakat digital, donasi/infaq digital, wakaf digital, isi saldo dari dan ke seluruh bank syariah, kurban digital, pembayaran iuran sekolah dan pesantren secara digital, wakaf tunai untuk saham, pembayaran di sejumlah mitra e-commerce, pendistribusian dana ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah), dan berbagai transaksi lainnya.

Skema Akad Qard di LinkAja Syariah

Layanan ini dirancang dengan menggunakan skema Syariah melalui akad Qard. Akad Qard adalah akad pinjaman di mana Pelanggan menitipkan uangnya kepada Finarya, yang merupakan perusahaan yang menaungi LinkAja, dalam bentuk pinjaman.

Sebagai pihak yang dipinjamkan dana, Finarya berhak menitipkan dana tersebut kepada Bank Syariah di mana Finarya tidak mengenakan biaya dan menyimpan sepenuhnya uang Pelanggan di Bank Syariah dalam bentuk dana giro.

Selanjutnya, Finarya wajib mengembalikan dana yang disetorkan sesuai yang disepakati dalam penggunaan Uang Elektronik LinkAja Syariah yaitu saat Pelanggan melakukan pembayaran atau pembelian menggunakan aplikasi LinkAja. LinkAja tidak memberikan segala bentuk bagi hasil atau manfaat yang bertentangan dengan syar’i kepada Pelanggan.

Cara Mengaktifkan Akun LinkAja Syariah

Cara mengubah ke layanan linkaja syariahSeluruh pengguna LinkAja dapat mengubah akun ke LinkAja Syariah. Caranya adalah dengan klik banner Layanan Syariah LinkAja yang terdapat di halaman utama aplikasi. Selanjutnya, pengguna melakukan aktivasi akun dan memasukkan PIN.

Setelah itu pengguna sudah dapat langsung memanfaatkan beragam produk Layanan Syariah LinkAja melalui aplikasi yang sama. Saat layanan syariah sudah aktif, maka secara otomatis tampilan akan berubah dari sebelumnya warna merah menjadi warna hijau.

Bagaimana jika ingin kembali ke layanan konvensional? Ternyata LinkAja juga menyediakan layanan tersebut. Penutupan atau pengakhiran akad dapat dilakukan berdasarkan Syarat dan Ketentuan LinkAja. Pelanggan dapat mengunjungi kantor Layanan LinkAja atau menghubungi operator melalui Call Centre di 150911 dengan menggunakan kode area untuk tarif lokal. Namun cara yang paling mudahmengakhiri layanan LinkAja dan mengaktifkan kembali akun LinkAja konvensinal adalah melalui laman website cashout migrasi LinkAja.

Haryati mengungkapkan, saat ini Layanan Syariah LinkAja telah bekerja sama dengan lebih dari 242 lembaga dan institusi penyaluran ZISWAF, lebih dari 1000 masjid, pesantren, serta beberapa mitra e-commerce dan offline merchants.

“Pada situasi Pandemi COVID-19 yang sedang terjadi sekarang ini, kami juga berharap LinkAja Syariah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan harian para pengguna yang meyakini syariat Islam, sekaligus berbagi kepada sesama,” pungkas Haryati.