Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Inilah Tanda Smartphone BM Non-Resmi yang Terkena Blokir IMEI

3 25.546

Akhirnya diresmikan dan dijalankan juga, setelah berbulan-bulan ditunda tanpa kejelasan. Ya, sejak tahun lalu, peraturan untuk memblokir IMEI smartphone non-resmi memang sudah dicanangkan, namun implementasinya tak kunjung dimulai. Lebih lengkapnya, handphone dan komputer tablet (HKT) akan otomatis diblokir ketika menggunakan jaringan operator lokal di Tanah Air.

Tanggal terakhir yang dicanangkan oleh pihak kementerian adalah 15 September 2020 kemarin. Ketika masyarakat sudah pesimis akan benar-benar dijalankan, menjelang malam hari, ternyata peraturan untuk blokir IMEI sudah beroperasi. Kami pun telah membuktikan pemblokiran ini pada salah satu smartphone yang kami miliki. Seperti apa?

Sebelumnya, dikutip dari KompasTekno, Kementerian Kominfo menyebutkan jika sistem CEIR dan EIR telah selesai dilakukan proses stabilisasi sistem di hari Selasa kemarin pukul 5 sore WIB. Kemudian, pelaksanaan pengendalian IMEI Nasional beroperasi sepenuhnya di tengah malam, tepatnya pukul 10 malam WIB. Secara otomatis, perangkat HKT yang belum pernah tersambung jaringan operator lokal sebelum malam kemarin, bakal terblokir.

Tanda Smartphone Non-Resmi yang Terkena Blokir IMEI

Blokir IMEI
Meski IMEI terblokir, kedua nomor masih terdeteksi.

Nah, memangnya seperti apa sih smartphone atau HKT non-resmi yang terdampak program blokir IMEI? Kebetulan, tim Gizmo punya sebuah smartphone non-resmi yang memang belum pernah diaktivasi, dalam artian belum pernah menggunakan kartu SIM lokal sebelum tanggal 15 September. Kalau sebelumnya sudah, harusnya aman, meskipun IMEI-nya tidak tercatat di situs Kemenperin.

Dalam pengujian ini, saya mencoba untuk menggunakan dua kartu SIM, yaitu Telkomsel dan XL. Menariknya, masing-masing operator mendapat dampak yang berbeda. Setelah beberapa menit pengamatan, berikut beberapa kondisi yang saya temukan:

Tidak muncul jaringan 4G

Jaringan 3G
Kartu Telkomsel masih bisa digunakan untuk akses internet, meski sebatas 3G saja.

Di sini, saya meletakkan kartu Telkomsel di SIM 1, dan mengaktifkan mobile data dengan harapan masih bisa tersambung ke internet. Secara mengejutkan, koneksi internet masih bisa jalan, hanya saja jaringan maksimum di 3G (HSDPA), meskipun daerah saya mencakup jaringan 4G.

Hilang sinyal

Berbeda dengan kartu Telkomsel, kartu XL yang saya coba ke smartphone tersebut tidak memunculkan sinyal sama sekali. Meskipun ketika dilihat di menu Settings, nomor dan jenis operator-nya sudah terdeteksi. Otomatis tidak bisa digunakan sama sekali.

Tidak bisa digunakan untuk menelepon/terima telepon

No signal IMEI terblokir
Saat hendak melakukan panggilan dan memilih kartu, tertampil status ‘no signal’ sehingga panggilan tidak bisa dilakukan.

Kemudian saya mencoba untuk melakukan panggilan telepon, mengingat kartu Telkomsel masih bisa terhubung ke internet dengan jaringan HSDPA. Namun ternyata, ketika menekan tombol telepon, muncul notifikasi bila kedua kartu yang saya gunakan memiliki status “no signal”. Begitupun ketika ditelepon, langsung muncul nada seolah kartu sedang tidak aktif. Mungkin pengalaman ini bisa berbeda di smartphone lain. Kalau ada Gizmo friends yang mencoba di merk selain Xiaomi, bisa tulis pengalamannya lewat komentar di bawah ya.

Pemerintah sendiri memberi imbauan supaya masyarakat melakukan pengecekan IMEI lebih dulu di situs http://imei.kemenperin.go.id. Namun cara ini tidak dapat dijadikan patokan utama, karena sampai saat ini, smartphone Nokia yang saya beli secara resmi masih belum terdaftar.

Juga untuk smartphone non-resmi yang telah melakukan aktivasi dengan menyambungkan perangkatnya ke jaringan operator lokal sebelum 15 September 2020, besar kemungkinan IMEI-nya tidak akan muncul di situs resmi Kemenperin. Jadi cara paling efektif mengetahui jika HKT terkena blokir IMEI adalah dengan cari tahu apakah mengalami tiga masalah di atas.

Yang Bisa Dilakukan Ketika HKT Terkena Blokir IMEI

Registrasi IMEI situs Bea Cukai
Salah satu cara untuk membuka blokir IMEI lewat registrasi di situs Bea Cukai.

Lalu jika memang benar-benar terblokir IMEI-nya, apa yang bisa Gizmo friends lakukan? Ada dua cara yang bisa dipilih, dengan konsekuensi yang berbeda tentunya. Cara pertama yang paling mudah adalah dengan menggunakan HKT sepenuhnya lewat jaringan Wi-Fi, bisa memanfaatkan hotspot dari perangkat lain atau gunakan perangkat seperti MiFi.

Ini adalah metode yang paling simpel, mudah dan tentunya gratis. Konsekuensinya adalah tidak bisa melakukan panggilan lewat jaringan operator. Mungkin tidak terlalu terasa kalau Gizmo friends lebih sering menelepon lewat WhatsApp, Google Duo, FaceTime atau lainnya. Dan juga, harus membawa perangkat sekunder sebagai penyedia jaringan internet tentunya.

Cara kedua adalah dengan mendaftarkan perangkat HKT ke situs resmi Bea Cukai untuk melepas blokir IMEI. Bisa dengan mengakses halaman berikut ini, atau lewat aplikasi Mobile Beacukai yang tersedia di Google Play Store. Akan ada lampiran form registrasi IMEI dimana kita perlu berikan informasi data diri, data barang lengkap beserta harga barang (value of goods).

Jika data sudah sesuai, nantinya pemilik smartphone bakal menerima kode QR dan nomor registrasi. Kemudian dibawa ke Bea Cukai setempat, dan bila disetujui, akan dikenakan biaya pajak sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.

Kalau memang sebelumnya sudah pernah menggunakan jaringan operator lokal dan tiba-tiba tidak aktif, disarankan untuk menghubungi layanan call center masing-masing operator telekomunikasi. Sementara untuk hal terkait kebijakan dan regulasi terkait IMEI, Gizmo friends juga bisa menghubungi call center Kominfo di nomor 159.