Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

McKinsey: Pembayaran Digital Tanpa Kontak di Indonesia Meningkat 26%

0 59

Pandemi membuat pilihan berbelanjadengan metode pembayaran tanpa kontak (contactless payment) yang praktis menjadi salah satu solusi tepat bagi masyarakat. Berbagai toko retail offline maupun e-commerce telah dilengkapi dengan metode pembayaran berbasis teknologi.

Peran platform teknologi keuangan yang dapat diakses secara cepat, aman, dan nyaman lantas menjadi semakin penting. Selain mudah, dapat meminimalisir risiko belanja dengan kontak langsung serta mengurangi penggunaan uang tunai saat bertransaksi.

Menurut perusahaan konsultan manajemen Global McKinsey, sebagian besar pembuat keputusan keuangan di Indonesia percaya bahwa perekonomian saat ini netral. Di mana lebih dari setengahnya berharap akan lebih kuat dalam tiga bulan. “Pembayaran tanpa kontak telah menunjukkan peningkatan penggunaan selama sebulan terakhir, sementara penggunaan kartu kredit mengalami penurunan,” kata Shobhit Awasthi, associate partner in McKinsey Singapura (29/6).

Transaksi Contactless Payment Meningkat 

Laporan Konsultan  menunjukkan terjadinya peningkatan pembayaran tanpa kontak (contactless payment) sebesar 26% di Indonesia selama bulan Juni 2020. Sementara itu metode pembayaran lainnya seperti cash dan penggunaan kartu debit/ kredit mengalami penurunan.

Salah satu platform kredit digital yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kredivo, menjelaskan bahwa inovasi dan kemudahan yang ditawarkan menjadi kunci penetrasi kredit digital sebagai salah satu metode pembayaran di e-commerce. Hal ini juga mendorong tingkat kepercayaan konsumen pada industri e-commerce.

Kredivo mengungkapkan transaksi harian di e-commerce dilaporkan melonjak sebanyak 26% selama pandemi. Selain itu, data internal Kredivo juga mencatat peningkatan cukup stabil terhadap jumlah pengguna baru yang melakukan transaksi di e-commerce hingga 42% selama masa pandemi (periode Februari hingga Juni 2020) dibandingkan jumlah pengguna aktif Kredivo di akhir bulan Januari 2020.

Menurutnya, penetrasi kredit yang masih tergolong rendah di Indonesia menjadi salah satu faktor terbatasnya fleksibilitas pembayaran secara berkala bagi konsumen saat bertransaksi di e-commerce. Oleh karena itu, pihaknya telah bermitra dengan hampir semua merchant, termasuk berbagai e-commerce dan marketplace terkemuka di Indonesia, untuk memberikan fleksibilitas pembayaran secara berkala yang praktis dan aman.

“Kemudahan, keamanan, serta fleksibilitas yang kami tawarkan, semakin mendorong pemanfaatan kredit digital di e-commerce dan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk bertransaksi secara digital, terutama di tengah masa sulit saat ini,” ujar Lily Suriani, General Manager Kredivo.

Selain itu, memahami perilaku konsumen, baik sebelum maupun sesudah pandemi, juga menjadi sangat penting untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi tepat yang menjawab kebutuhan serta pain points konsumen. Di sisi lain, berbagai kemudahan yang dihadirkan dari transaksi secara digital juga terus menuntut masyarakat untuk dapat mengatur keuangan dengan lebih cermat.

“Memahami perilaku konsumen bukan hanya menjadi kunci untuk terus berinovasi, namun juga menjadi pedoman dalam melakukan edukasi guna mewujudkan masyarakat digital yang cerdas. Selain itu, prinsip responsible lending juga senantiasa kami terapkan agar membuat konsumen tetap bijak berbelanja di e-commerce. Didukung oleh pondasi yang kuat, bisnis kami terus berjalan normal dengan kinerja yang cenderung stabil dan siap untuk terus mendukung pertumbuhan e-commerce di Indonesia,” tutup Lily.