Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Survei: Sebagian Besar Masyarakat Sulit Kelola Keuangan Selama Ramadan

Ramadan adalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Banyak yang menggunakan waktunya untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci. Namun rupanya, tak sedikit juga yang justru lebih boros tidak bisa mengatur keuangan.

Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh OVO bersama partnernya yang melakukan riset kebiasaan pengguna selama Ramadan selama pandemi. Secara umum, pada Survei Perilaku Konsumen ini, masyarakat masih kesulitan dalam melakukan pengelolaan keuangan saat Ramadan.

Menurut Harumi Supit, Head of Corporate Communication OVO, tujuan dilakukannya survei ini adalah ingin mengetahui perilaku masyarakat Indonesia dalam pengelolaan keuangan di bulan Ramadan khususnya di masa pandemi. Sehingga OVO sebagai layanan keuangan dapat membantu masyarakat memberikan solusi dan inspirasi mengatur pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Survei Perilaku Konsumen Saat Ramadan

ilustrasi smartphone aplikasi perpanjang SIM
Foto: Unsplash/Paul-hanaoka

Survei tersebut mengungkap beberapa fakta. Di antaranya adalah 6 dari 10 orang mengaku sulit mengatur keuangan selama Ramadan, terlebih karena pandemi dimana kebutuhan cenderung lebih banyak. Kemudian
52% orang menggunakan dana darurat (yang ditarik dari tabungan / investasi) guna memenuhi kebutuhan saat Ramadan.

Fakta lain yang terungkap adalah, sebanyak 4 dari 10 orang melenceng jauh dari rencana awal terkait perencanaan keuangan saat Ramadan. Hal ini terlihat sebanyak 43% orang menggunakan seluruh THR (Tunjangan Hari Raya) untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Dan hanya 4 dari 10 orang yang menyimpan THR untuk tabungan jangka panjang.

Meski demikian, ada juga sisi positif di mana THR tersebut digunakan untuk berbagi. Di mana 50% orang akan tetap memberi THR meskipun tidak dapat bertemu saudara dan kerabat. THR tersebut akan dibagikan melalui transfer.

Di sisi lain, tidak mendapat THR menjadi kekhawatiran terbanyak yang dipilih responden terkait Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Mayoritas responden memilih untuk menyalurkan THR sebagai hadiah untuk orang lain, kebutuhan sehari-hari, ditabung dan berinvestasi.

Tips Kelola Keuangan Selama Ramadan

OVO platform pembayaran digitalMenurut perencana keuangan Lolita Setyawati CFP®, survei tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat sulit mengatur pengelolaan keuangan. Kesalahan yang sering kali dilakukan saat Ramadan, antara lain tidak membuat perencanaan/ anggaran dan tidak mencatat pengeluaran. Kemudian mudah tergoda “keinginan”; menggunakan sumber dana yang tidak sesuai peruntukkan (misal: Dana Darurat). Juga berhutang demi gaya hidup Ramadan dan tidak membuat skala prioritas.

“Saat Ramadan, kita mempunyai beberapa kebutuhan tambahan ataupun pengeluaran khas Ramadan, seperti biaya mudik, zakat, memberikan THR pada yang bekerja dengan kita, memberikan bingkisan baik keluarga maupun kerabat. Banyak faktor yang membuat pengelolaan keuangan melenceng dan harus disiplin membagi antara pos penting, cukup penting dan tidak penting,” ujarnya.

Lolita juga menambahkan beberapa tips mengatur keuangan selama Ramadan. Pertama, membuat daftar prioritas sesuai kebutuhan. Kedua, siapkan dana ekstra untuk kebutuhan tambahan. Ketiga, belanja di awal atau dicicil sebelum bulan Ramadan. Terakhir, buatlah menu sahur dan buka puasa untuk menghindari pembelanjaan makanan yang impulsif.

OVO Tawarkan Kemudahan Kelola Keuangan Melalui Fitur Donasi, Proteksi, dan Investasi

OVO RaihIkhlas OVO sebagai platform pembayaran digital terkemuka mendorong penggunanya untuk mengelola keuangan lebih baik. Ada beberapa fitur yang bisa dimaksimalkan saat Ramadan seperti fitur donasi, OVO Proteksi dan OVO Invest.

Ovo Proteksi adalah layanan asuransi digital dengan premi terjangkau yang semua bisa dilakukan secara online dari aplikasi OVO. Untuk menghadirkan layanan ini, OVO menggandeng Prudential untuk asuransi kesehatan. Juga bekerja sama dengan Qoala yang menghadirkan asuransi proteksi elektronik dan asuransi proteksi kendaraan.

Selanjutnya OVO Invest adalah layanan investasi yang merupakan integrasi dengan Bareksa setelah startup marketplace reksa dana tersebut diakuisisi. Saat ini produk investasi yang tersedia adalah reksa dana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid. Selain itu, bagi pengguna yang mau beramal, OVO memberi kemudahan untuk berdonasi dengan menggandeng sejumla lembaga terkemuka seperti BAZNAS, Dompet Dhuafa, LAZISNU, Rumah Yatim, WeCare, dan sebagainya.

Harumi menambahkan, Ramadan menjadi momen introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satunya menjadi pribadi ikhlas, terlebih lagi dalam kaitannya kita harus kembali menjalani Ramadan di masa pandemi di mana banyak sekali tantangan dan cobaan yang harus kita hadapi dengan hati yang ikhlas.

Salah satu dari tantangan itu adalah mengenai mengatur keuangan di masa Ramadan. OVO melalui semangat keikhlasan menggaungkan kampanye #RaihIkhlas dalam menerima dan melepaskan kekhawatiran untuk mencapai Hari Kemenangan.

“Untuk itu, OVO melalui kampanye #RaihIkhlas berupaya untuk mendukung masyarakat pada saat ini melalui kemudahan solusi pembayaran, investasi dan asuransi digital termasuk juga kemampuan untuk menyalurkan sedekah secara online,” pungkasnya.

Tinggalkan komen