Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Diadopsi Lebih dari 100 Ribu Pedagang, Youtap Optimis Masuki 2021

0 285

Belum genap satu tahun berjalan, penyedia platform bisnis serba bisa, Youtap Indonesia baru saja menutup tahun pertamanya dengan hasil yang positif dan menjanjikan. Mencoba hadir sebagai teman dagang bagi pelaku usaha, Youtap telah memproses lebih dari 2,5 juta transaksi, dan sudah diadopsi oleh lebih dari 100 ribu pedagang.

Hal tersebut tergolong cukup impresif, meski negara kita sedang dilanda oleh pandemi. Youtap terus mendorong adopsi digital dan membuka peluang yang lebih besar untuk para pedagang, termasuk di tengah masa pandemi. Berpegang pada visinya untuk membantu dan memberdayakan pebisnis maupun pengusaha, khususnya para UMKM.

Dalam sebuah sesi acara daring bertajuk “Kaleidoskop Youtap 2020”, CEO Youtap Indonesia, Herman Suharto mengatakan bila 2020 hadir menjadi tantangan tersendiri bagi Youtap, karena besarnya perubahan operasional bisnis dan kondisi industri di semua sektor. Namun pihaknya tetap menambah pihak untuk bekerja sama, hingga merekrut SDM di sisi organisasi untuk terus berikan teknologi terbaik dengan dukungan personil berkualitas.

Baca juga: Youtap Berikan Solusi untuk Pelaku Usaha Lewat Riset Berkelanjutan

Youtap Telah Diadopsi Merchant Skala UMKM Hingga Enterprise

Kaleidoskop Youtap 2020
Herman Suharto (kiri), CEO Youtap Indonesia, dalam acara “Kaleidoskop Youtap 2020” yang diadakan secara daring (21/12).

Meski baru hadir tahun ini, Youtap Indonesia telah berhasil kerja sama dengan banyak mitra strategis, seperti LinkAja, Shopeepay, BRI, Cashbac, Kredivo dan lainnya. Mendukung standar implementasi QRIS, Youtap juga telah diadopsi oleh merchant di skala enterprise besar, seperti McDonalds, Solaria dan AstraPay. Selain dari merchant berskala UMKM sendiri.

Untuk UMKM, pertumbuhannya atau yang sudah bermigrasi ke digital tercatat cukup signifikan. Dari data internal Youtap, jumlah merchant yang tergabung naik 15 kali lipat di semester kedua, dibandingkan semester pertama. Saat ini, platform Youtap telah digunakan lebih dari 100 ribu merchant, baik kelas enterprise maupun UMKM dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebanyak 40% dari merchant Youtap didominasi sektor kuliner, seperti tempat makan atau kedai kopi. Youtap juga terus melakukan riset untuk memahami pasar, dan baru-baru ini melakukan riset 100 hari new normal periode Juli – September 2020. Dalam riset tersebut, tercatat adanya pertumbuhan signifikan dari pelaku UMKM yang bermigrasi ke sistem digital dan adopsi pembayaran non-tunai.

Peningkatannya sendiri sebesar 5 kali lipat dibandingkan masa PSBB pertama (Maret – Juni 2020). “Riset menjadi hal yang wajib kami lakukan. Bukan hanya agar kami bisa membaca kebutuhan target pasar saja, tapi juga karena kami melihat bahwa data yang kami dapat, bisa menjadi solusi bagi para pelaku usaha,” terang Herman.

Bekerja Sama dengan Pemerintah Untuk Digitalisasi UMKM

Dalam upayanya melakukan digitalisasi untuk UMKM Indonesia, Youtap telah berikan beragam langkah edukasi, termasuk bekerja sama dengan beberapa Pemerintah kota seperti Pemkot Semarang, Bandung dan Medan. Pada kuartal akhir 2020 ini, Youtap bekerja sama dengan Dinas UMKM Kota Bandung, Medan dan Kabupaten Garut untuk edukasi UMKM binaan dan umum, lewat webinar yang ditayangkan di media sosial.

Dengan total merchant yang didominasi 98% oleh pelaku UMKM, pengguna Youtap tersebar di 411 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Penggunanya dapat ditemui tak hanya di pulau Jawa saja, namun hingga area Indonesia Timur seperti Nabire, Donggala dan Manokwari. Sedangkan jumlah merchant terbanyak bisa ditemukan di kota Bandung (12%), disusul Semarang (9%) dan Surabaya (7%).

Youtap juga terus kembangkan layanan yang disediakan. Dari yang awalnya dirilis untuk mengelola barang, sistem pembayaran serta pembuatan laporan, kini Youtap mendukung metode pembayaran dengan kode QR. Juga Portal Dagang Youtap yang kemudian disusul dengan Youtap Print, semuanya hadir untuk berikan fleksibilitas pelaku usaha dalam melakukan transaksi secara mudah di mana pun.

Herman sendiri optimis dengan apa yang bakal dihadirkan di 2021. Saat ini, pihaknya sedang menguji coba beberapa layanan baru, siap diluncurkan di awal tahun mendatang, dan dinilai bakal sangat menarik untuk para merchant. “Kami sudah sangat siap untuk membantu memaksimalkan semua sektor industri, memperoleh pencapaian terbaiknya di 2021,” tutupnya.