Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Gandeng MAFINDO, WhatsApp Hadirkan Chatbot Lawan Hoaks

0 186

Agar dapat terus terhubung dengan teman dan keluarga, terutama selama pandemi berlangsung, tentu masyarakat memilih untuk memanfaatkan aplikasi media sosial hingga perpesanan (messenger). Salah satu yang paling populer digunakan adalah WhatsApp, tersedia secara multi-platform dan kompatibel di banyak smartphone masa kini.

Dengan tingginya jumlah penggunaan, WhatsApp telah meluncurkan kampanye untuk edukasi masyarakat Indonesia, yaitu untuk kenali dan cegah penyebaran disinformasi di Indonesia. Kampanye sejenis ini tentu sangat penting, di mana pada masa sekarang sudah sangat umum terjadi penyebaran berita maupun pesan yang langsung disiarkan secara massif di platform teks tersebut. Tanpa adanya kejelasan keakuratan berita.

Melalui acara bertajuk Hempaskan Hoaks Semudah ABC: Jari Pintar untuk Negeri“ yang diadakan 19 November kemarin, WhatsApp mengajak masayarakat untuk atasi hoaks lewat tiga cara mudah ABC; Amati konten pesan, Baca sampai habis, Cek sumber informasi. Kampanye ini didasarkan oleh upaya penjangkauan seluruh komunitas Indonesia yang dilakukan oleh WhatsApp.

Baca juga: Tips Mudah Bersihkan Memori Smartphone dengan Fitur Baru WhatsApp

Dukung Pengecekan Fakta Melalui Chatbot MAFINDO

WhatsApp Chatbot MAFINDO

Dilakukan selama satu tahun terakhir jelang Pilkada 2020, WhatsApp berkomitmen untuk berantas isu disinformasi yang marak. “Inilah sebabnya kami terus-menerus memperbarui produk kami, guna berkontribusi terhadap tantangan sosial ini,” kata Sravanthi Dev, Direktur Komunikasi WhatsApp APAC. Kampanye tersebut mencakup peluncuran versi baru chatbot pengecek fakta, hasil kerja sama WhatsApp dengan MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia).

Pengecekan fakta lewat chatbot MAFINDO dikembangkan dengan dukungan finansial dari WhatsApp. Mengaksesnya cukup mudah, pengguna cukup menambahkan nomor chatbot di +6285921600500 ke kontak WhatsApp mereka.

Setelah itu, pengguna dapat mengirimkan pesan yang dirasa mencurigakan, atau ingin ditelusuri faktanya lebih lanjut ke chatbot, serta pelajari tips melindungi diri dari hoaks. “Pada umumnya, masyarakat Indonesia hanya melihat judul berita yang sensasional dari epsan yang mereka terima, berhenti membaca isi pesan, lalu langsung meneruskannya ke grup chat mereka,” kata Ketua Presidium MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho.

Septiaji menambahkan, “dengan chatbot ini, kami berharap dapat memberikan cara efisien dan mudah kepada jutaan pengguna WhatsApp di Indonesia untuk verifikasi informasi yang mereka terima. Dengan begitu, semua orang bisa berperan dalam menekan disinformasi.”

Mengemas Kampanye ABC Lewat Hiburan Menarik

Supaya pesan untuk melawan hoaks ini menjadi lebih menarik, WhatsApp mengemasnya dalam bentuk jingle bersama tantangan menari hasil koreografi salah satu bintang platform TikTok, Triarona. Selain itu, WhatsApp juga bekerja sama dengan comedian Abdul Kadir dan tokoh masyarakat Rosiana Silalahi untuk menyebarluaskan informasi lewat Facebook dan Instagram.

Sementara di dalam aplikasinya, WhatsApp sudah berikan beberapa perubahan sepanjang tahun ini. Jumlah pesan yang diteruskan dibuat hanya ke lima kontak dalam satu waktu, sementara label pesan yang diteruskan (forwarded) dikenalkan sekaligus dengan status sering diteruskan (highly forwarded), agar pengguna bisa lebih perhatian saat menerima pesan tersebut.