Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

GoGreener Carbon Offset Permudah Konsumen Gojek Menanam Pohon

0 128

Hadir menjadi aplikasi yang serba bisa, Gojek telah menemani kehidupan para penggunanya dengan memberikan layanan untuk permudah kebutuhan sehari-hari. Mulai dari urusan transportasi, pemesanan makanan lewat GoFood, antar kirim barang dan masih banyak lagi. Selalu berusaha berikan yang terbaik, Gojek juga menegaskan komitmennya untuk memperluas dampak sosial positif di masyarakat.

Penegasan tersebut hadir dalam bentuk kolaborasi teknologi dengan salah satu alumni program akselerator startup Gojek Xcelerate. Yaitu Jejak.in, sebuah startup Tanah Air yang memiliki fokus di bidang lingkungan hidup. Keduanya hadir untuk meluncurkan fitur baru yang disebut GoGreener Carbon Offset, tersedia di dalam aplikasi Gojek.

Fitur tersebut bakal tersedia melalui shuffle card pada aplikasi Gojek. Inovasi terbaru ini hadirkan pilihan untuk menyeimbangkan jejak karbon (carbon offset), usaha Gojek dalam membangun ketahanan ekosistem di sekitar agar dapat menjaga dan meningkatkan kualitas udara lewat penyerapan jejak karbon. Salah satu upaya untuk menyerap karbon, tentu saja dengan melakukan penanaman pohon.

Baca juga: GoToko, Platform B2B Gojek untuk Digitalisasi Warung Kelontong

Usaha GoGreener Carbon Offset Hijaukan Lingkungan

Dengan menanam pohon-pohon baru, kita dapat membantu menciptakan ruang hijau yang lebih luas sembari memperbaiki kualitas udara. Dengan fitur GoGreener Carbon Offset, pengguna akan dapt menghitung jejak karbon yang dihasilkan, kemudian mengkonversikannya menjadi penanaman sejumlah pohon untuk penyerapan karbon.

Untuk pastikan transparansi, pengguna nanti dapat mengakses halaman dashboard di dalam fitur baru GoGreener Carbon Offset, untuk memantau foto dan pertumbuhan pohon serta data lain seperti tinggi dan diameter pohon. Penanaman pohon akan dilakukan oleh mitra yaitu Lindungi Hutan, dan Gojek akan menggandakan jumlah pohon yang ditanam pengguna pada enam bulan pertama sejak peluncuran.

Sebelumnya, Gojek telah meluncurkan inisiatif bertajuk #GoGreener sejak September 2019. Inisiatif tersebut diluncurkan dalam rangka mendorong gaya hidup peduli lingkungan, berikan pilihan bagi konsumen untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Hingga Agustus 2020, tercatat bila Gojek telah mengurangi penggunaan 3 juta alat makan sekali pakai, setara 10,3 ton plastik.

Sementara pada layanan transportasi, Gojek juga telah bekerja sama dengan Astra untuk berkolaborasi menjalankan uji coba penggunaan motor listrik di Indonesia. Upaya-upaya ini tentunya ikut diapresiasi oleh pemerintah, dengan menggunakan teknologi untuk membantu masyarakat melestarikan lingkungan hidup.

Gojek Terus Ajak Startup Lokal Ciptakan Dampak Positif

Gojek GoGreener Carbon Offset virtual press conference
Penggiat Lingkungan – Nadine Chandrawinata, CEO & Founder Jejak.in – Arfan Arlanda, Program Manager GoGreener Carbon Offset – Yoanita Simanjuntak, Head of Third-Party Platform Gojek – Sony Radhityo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta – Andono Warih, dan Co-founder & Co-CEO Gojek – Kevin Aluwi, dalam diskusi sekaligus peluncuran layanan terbaru GoGreener Carbon Offset hari ini, Senin (14/9).

Dalam sebuah sesi konferensi pers virtual yang diadakan Senin (14/9), co-founder & co-CEO Gojek, Kevin Aluwi mengatakan bila Gojek akan terus mengajak sesama anak bangsa seperti Jejak.in untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas. “Kami akan terus mengembangkan inovasi ini agar dapat memberikan dampak yang lebih besar,” tambahnya.

CEO & founder Jejak.in, Arfan Arlanda menuturkan, “Sebagai sesama perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Jejak.in sangat bangga bisa berkolaborasi dengan Gojek, menyatukan kesamaan misi kami untuk memperkuat ekosistem teknologi untuk memperluas dampak sosial.” Ia berharap ada lebih banyak masyarakat yang ikur berpartisipasi menjaga lingkungan dan melindungi kekayaan hayati dengan inovasi teknologi yang dihadirkan.

Untuk fase pertama program GoGreener Carbon Offset, penanaman pohon jenis bakau (mangrove) akan dilakukan di kawasan ekowisata mangrove Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta; Konservasi Mangrove Pesisir Bedono, Demak, Jawa Tengah dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, Kalimantan Timur. Pengembangan fitur selanjutnya akan berfokus ke penambahan opsi lokasi, jenis pohon dan bentuk penyerapan karbon lainnya seperti adopsi pohon.