Jakarta, Gizmologi – Integrasi kecerdasan buatan semakin dalam ke layanan peta. Kali ini, Google memperluas kemampuan AI di Google Maps dengan fitur baru bernama Ask Maps, yang memungkinkan pengguna bertanya langsung tentang berbagai lokasi melalui pengalaman percakapan berbasis AI.
Fitur ini memanfaatkan model AI dari Gemini yang sebelumnya sudah mulai diintegrasikan ke Maps sejak akhir tahun lalu. Dengan Ask Maps, pengguna tidak lagi hanya mencari tempat secara manual, tetapi bisa mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik dan kontekstual.
Secara konsep, Google ingin mengubah Maps dari sekadar aplikasi navigasi menjadi asisten perjalanan yang lebih interaktif. Namun seperti banyak fitur AI lainnya, implementasi awalnya masih terbatas di beberapa wilayah dan belum tersedia secara global.
Baca Juga: Komdigi Jelaskan Alasan Sosial Media Berisiko untuk Anak, Terkait PP Tunas
Ask Maps, Pencarian Lokasi Jadi Lebih Interaktif

Melalui tombol Ask Maps di dalam aplikasi, pengguna bisa mengajukan berbagai pertanyaan tentang tempat tertentu. Misalnya mencari lokasi untuk mengisi daya ponsel, lapangan tenis umum dengan lampu malam, atau rekomendasi tempat makan yang sesuai preferensi pengguna.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Gemini menganalisis data dari lebih dari 300 juta lokasi yang ada di Google Maps, termasuk ulasan dari komunitas Maps yang disebut telah mencapai lebih dari 500 juta pengguna. Sistem ini juga mempersonalisasi hasil berdasarkan riwayat pencarian atau tempat yang pernah disimpan pengguna sebelumnya.
Selain memberikan rekomendasi lokasi, Ask Maps juga memungkinkan pengguna langsung melakukan beberapa tindakan seperti memesan restoran, menyimpan tempat ke daftar pribadi, hingga membagikannya ke teman. Secara teori, pendekatan ini membuat proses mencari hingga merencanakan kunjungan bisa dilakukan dalam satu alur percakapan.
Meski demikian, pendekatan berbasis AI juga membawa tantangan tersendiri. Akurasi rekomendasi masih bergantung pada kualitas data yang tersedia di Maps, dan seperti sistem AI lain, jawaban yang diberikan bisa saja tidak selalu tepat dalam setiap situasi.
Immersive Navigation Hadirkan Navigasi Lebih Visual
Selain Ask Maps, Google juga memperkenalkan pembaruan besar lain bernama Immersive Navigation. Google menyebut ini sebagai pembaruan navigasi terbesar untuk Maps dalam lebih dari satu dekade.
Fitur ini menghadirkan tampilan navigasi yang lebih visual dengan peta 3D yang menampilkan bangunan, jalan layang, hingga kondisi medan di sekitar rute. Saat dibutuhkan, Maps juga akan menyorot elemen penting seperti jalur kendaraan, zebra cross, lampu lalu lintas, dan rambu berhenti.
Teknologi ini memanfaatkan analisis gambar dunia nyata dari Street View serta foto udara untuk memberikan gambaran rute yang lebih akurat. Sistem juga akan memberikan panduan suara yang lebih natural serta memberi informasi mengenai alternatif rute, misalnya jalur yang lebih cepat namun berbayar tol atau jalur yang lebih lama tetapi bebas macet.
Saat mendekati tujuan, Maps bahkan bisa menampilkan pintu masuk gedung, lokasi parkir terdekat, hingga sisi jalan yang tepat untuk berhenti.
Sayangnya, peluncuran fitur ini masih terbatas. Ask Maps saat ini baru tersedia di Amerika Serikat dan India, sementara Immersive Navigation baru dirilis di wilayah AS sebelum diperluas ke perangkat lain seperti iOS, Android, CarPlay, Android Auto, dan kendaraan dengan Google built in dalam beberapa bulan ke depan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



