Jakarta, Gizmologi – Pemerintah Indonesia kembali menorehkan langkah penting dalam upaya transformasi digital melalui penyelenggaraan GovAI Hackathon 2024. Kompetisi yang melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Microsoft Indonesia, Himpunan Bank Negara (Himbara), dan Telkom Indonesia ini sukses menghadirkan inovasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dari masyarakat luas. Dengan mengusung tema generative AI, kompetisi ini berhasil menarik 191 tim dari 495 peserta, dan lebih dari dua kali lipat jumlah peserta tahun sebelumnya.
GovAI Hackathon 2024 mengangkat empat tema strategis, yaitu dengan melakukan pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak sekolah, pelayanan publik digital yang terintegrasi, diplomasi ekonomi untuk pemberdayaan UMKM ekspor, dan pengelolaan keuangan negara yang transparan. Berbagai ide inovatif dari peserta menunjukkan besarnya potensi AI dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
Staf Ahli OBTI sekaligus CIO Kemenkeu, Agus Rofiudin, menegaskan bahwa GovAI Hackathon dirancang untuk menggali solusi terbaik dari talenta dalam negeri. Ia mengatakan bahwa penetrasi internet di Indonesia sendiri sudah berhasil mencapai 75%, dan ini menunjukkan potensi yang besar untuk mengembangkan dan mengikuti perkembangan teknologi AI.
“Dengan penetrasi internet di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 72%, potensi teknologi AI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sangatlah besar. Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara maksimal demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: Cloudera Copilot: Asisten AI untuk Data & Analitik
Lima Solusi Terpilih untuk Indonesia

Dari ratusan peserta, GovAI Hackathon 2024 berhasil menyaring lima solusi terbaik yang tidak hanya inovatif tetapi juga siap untuk diimplementasikan. Berikut adalah kelima solusi tersebut:
- NuSantap oleh UINNOVATOR
NuSantap memanfaatkan generative AI dan computer vision untuk memberikan rekomendasi menu sesuai kebutuhan gizi individu serta ketersediaan pangan lokal. Teknologi ini juga mampu mendeteksi tanda-tanda defisiensi nutrisi, membantu pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan personalisasi. - DIPLOMAT-AI oleh Network AI
Solusi ini menawarkan platform generative AI untuk memetakan potensi ekspor UMKM dan penetrasi pasar luar negeri. Dengan fitur analisis pasar dan chatbot berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG), DIPLOMAT-AI mampu memberikan laporan intelijen pasar secara otomatis, mempermudah UMKM dalam memahami peluang ekspor. - Solusi Penyerapan Karbon oleh Ember Proyek
Menggunakan citra satelit, solusi ini menganalisis area yang berpotensi menyerap karbon secara akurat. Data yang dihasilkan akan dikonversi menjadi nilai ekonomi berdasarkan harga karbon terkini, memberikan panduan penting dalam pengelolaan lingkungan berbasis data. - Trace.AI oleh AI4Indonesia
Dengan memanfaatkan generative AI, Trace.AI menciptakan sistem yang otomatis meninjau dan mengevaluasi anggaran untuk mendeteksi potensi mark-up. Solusi ini meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan anggaran pemerintah. - Ainara oleh Timses AITIES
Solusi ini menggabungkan blockchain, smart contracts, dan generative AI untuk memastikan transparansi dalam pengelolaan dana desa. Dengan fitur seperti LaporNara, PantauNara, dan AwasNara, solusi ini memberikan pengawasan yang lebih efektif dan akuntabel.
Kolaborasi untuk Masa Depan Digital Indonesia
Penyelenggaraan GovAI Hackathon 2024 tidak hanya melibatkan kementerian dan perusahaan teknologi, tetapi juga institusi pendidikan dan lembaga analisis seperti MoF-DAC, BPS, IPB, Universitas Indonesia, dan PKN STAN. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memanfaatkan teknologi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Acep Somantri, Staf Ahli Kemenlu, menyampaikan apresiasi kepada para peserta. “Ide-ide yang dihasilkan menunjukkan potensi besar AI di Indonesia. Kami percaya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi akan membawa transformasi digital yang lebih inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Direktur Sektor Publik Microsoft Indonesia, Maya Arvini, menambahkan bahwa lonjakan peserta tahun ini mengindikasikan percepatan adopsi AI di Indonesia. Berdasarkan laporan Microsoft, 92% pekerja pengetahuan di Indonesia telah menggunakan AI, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. “Kami bangga dapat mendukung GovAI Hackathon. Ide-ide yang muncul menjadi pilar penting dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” kata Maya.
GovAI Hackathon 2024 menjadi bukti nyata bahwa teknologi, jika dikelola dengan baik, mampu menghadirkan solusi konkret untuk berbagai isu kritis di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, program ini diharapkan tidak hanya mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menciptakan terobosan demi kemajuan bangsa.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




