Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Grab Tech Center di Indonesia Jadi Pusat Inovasi UKM Kawasan Asia Tenggara

0 3.126

Hari ini menjadi salah satu tonggak bersejarah bagi Grab. Perusahaan teknologi asal Malaysia yang berkantor pusat di Singapura tersebut meresmikan Tech Center di Indonesia. Tak main-main, Grab Tech Center tersebut akan menjadi pusat inovasi kawasan Asia Tenggara. Lebih spesifik, tempat ini didedikasikan untuk mengembangkan berbagai solusi teknologi untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Asia Tenggara.

Berlokasi di Gama Tower Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Grab Tech Center menempati 9 lantai dengan luas wilayah lebih dari 12.000 meter persegi. Grab Tech Center merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang di Indonesia, rumah bagi salah satu Dual Headquarter Grab.

Sebagai pusat inovasi regional Grab untuk para UMKM, Tech Center akan difokuskan untuk meriset, merancang, dan menguji coba berbagai perangkat dan teknologi yang ditujukan bagi para UMKM di Indonesia terlebih dahulu. Kemudian akan diekspor ke pasar berkembang lainnya di Asia Tenggara.

Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 64 juta UMKM, yang mana disinyalir baru 16% yang telah terdigitalisasi. Inilah alasan Indonesia menjadi pasar ideal bagi Grab. Sebagai tempat untuk menguji coba beragam solusi teknologi untuk UKM.Tujuannya untuk mempermudah bisnis terkecil sekalipun dalam memanfaatkan teknologi untuk bertransformasi ke online dan sukses dalam era digital.

Grab Tech Center untuk Digitalisasi UKM

Grab Tech Center merupakan menjadi fasilitas terbesar Grab di negara ini. Grab beroperasi di lebih dari 500 kota dan memberdayakan lebih dari 6 juta pengusaha mikro dan UMKM di Indonesia. Grab telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 450.000 UMKM selama pandemi Menurut laporan riset CSIS dan Tenggara Strategic, Grab telah berkontribusi sebesar Rp77,4 triliun atau US$5,4 miliar bagi perekonomian Indonesia pada 2019.

Peluncuran ini mendukung misi Grab yang diumumkan tahun lalu, yang mencakup digitalisasi 5 juta usaha kecil dan tradisional pada 2025. Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia mengatakan, perusahaan memiliki komitmen jangka panjang dan berkelanjutan di Indonesia.

“Grab Tech Center ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas teknologi kami di Indonesia dalam rangka membangun berbagai solusi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, namun tak terbatas pada itu saja. Kami juga ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi teknologi Indonesia, dan berharap dapat memboyong teknologi ‘Buatan Indonesia’ ke seluruh Asia Tenggara,” kata Ridzki saat konferensi pers virtual di Jakarta (10/11).

Grab Tech Center menaungi tim yang fokus pada penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) GrabKios, Merchant, dan GrabFood, dengan serangkaian divisi lengkap yang diperlukan untuk pengembangan produk yang menyeluruh.

Grab berencana untuk semakin memperkuat kapabilitas di backend engineering, mobile front-end engineering, serta site reliability engineering. Salah satu tanggung jawab utama tim Tech Grab Indonesia adalah mengembangkan platform berbagai produk digital Grab. Melalui platform produk digital, tim ini akan membangun berbagai jenis produk guna menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi para mitra pengemudi dan mitra agen Grab.

Salah satu contoh solusi UMKM yang diciptakan di Indonesia adalah fitur aplikasi GrabMerchant yaitu Self-Onboarding. Ini adalah fitur Pendaftaran Mandiri yang memungkinkan bagi pengusaha makanan untuk mendaftarkan diri dan menjalankan bisnisnya di Grab hanya dalam waktu 24 jam.

Dibuat oleh tim Grab Indonesia, fitur ini berhasil mempercepat upaya Grab untuk mendigitalisasi lebih banyak para pelaku UMKM selama masa pandemi yang bagi sebagian besar dari mereka hal ini merupakan transformasi online untuk pertama kalinya. Antara bulan Mei dan September, lebih dari 70.000 merchant di Indonesia telah bergabung dengan Grab melalui fitur Pendaftaran Mandiri ini. Grab berencana untuk meluncurkan fitur ini di pasar-pasar lain di kawasan Asia Tenggara.

Peresmian Grab Tech Center

Ada sejumlah menteri yang ikut dalam peresmian Grab Tech Center ini. Selain itu, Ilham Habibie juga turut meresmikan BJ Habibie Hall yang berlokasi di Grab Tech Center. Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, dalam sambutannya menyambut baik dibukanya Grab Tech Center. Menurutnya, para investor seperti Grab yang berkomitmen jangka panjang bagi perkembangan Indonesia memainkan pe-ran penting dalam membantu mewujudkan misi ‘Making Indonesia 4.0’.

“Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, kami membutuhkan dukungan dari mitra-mitra seperti Grab yang berkomitmen tidak hanya dari segi permodalan, tetapi juga sumber daya untuk mendorong pengembangan talenta dan infrastruktur digital di tanah air,” kata Luhut.

Sementara itu Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar menyatakan, UMKM memegang kunci pemulihan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, mendorong digitalisasi lebih banyak lagi UMKM merupakan hal yang harus segera dilakukan.

“Grab telah menjadi mitra strategis bagi pemerintah Indonesia yang secara konsisten membantu mendorong agenda transformasi digital. Membekali UMKM dengan solusi teknologi yang tepat untuk menavigasi dinamika bisnis online sangatlah penting. Saya sangat mengapresiasi Grab yang telah mendirikan Pusat Teknologi di Indonesia yang ditujukan untuk menjawab beragam kebutuhan para UMKM,” ujarnya.