Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Telkomsel dan Roambee Hadirkan “Asset Performance Management” Berbasis IoT

0 2.806

Mendukung inisiatif pemerintah dalam mewujudkan “Making Indonesia 4.0” meski di tengah pandemi Covid-19, Telkomsel tetap menghadirkan sejumlah inovasi dan solusi digital di kalangan enterprise. Operator seluler milik Telkom Group dan Singtel tersebut memperkenalkan Asset Performance Management. 

Setyanto Hantoro, Direktur Utama Telkomsel mengatakan transformasi digital sangat diperlukan agar kita dapat mengakselerasikan Revolusi Industri 4.0. Untuk itu, Telkomsel berkomitmen untuk mendukung revolusi industri keempat melalui penerapan teknologi IoT di berbagai industri.

“Kami memahami bahwa pengelolaan aset merupakan hal yang sangat krusial bagi sebuah bisnis. Oleh karena itu, solusi terbaru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan produktivitas, dan ketika diimplementasikan secara nasional, solusi ini akan mampu memperkuat daya saing bangsa,” ujar Setyanto, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (27/4).

Ia pun mengakui situasi darurat COVID-19 yang tengah dialami oleh seluruh penduduk dunia berdampak besar pada perekonomian global.  Oleh karena itu, Telkomsel berupaya maksimal agar inovasi-inovasi digital yang dihadirkan dapat menjaga kita untuk tetap terhubung sekaligus membantu segmen industri untuk menjaga kelangsungan bisnisnya.

Apa itu Asset Performance Management?

Asset Performance Management-9Ini adalah solusi end-to-end berbasis IoT yang dapat digunakan untuk memonitor lokasi dan kondisi produk atau aset perusahaan seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara secara real-time.

Sistem monitoring tradisional masih mengandalkan pengelolaan data secara manual, sehingga tidak efisien, rumit, dan beresiko terjadi kesalahan. Sedangkan solusi IoT terbaru Asset Performance Management, dapat mendigitalisasi sistem pemantauan asset perusahaan dengan memberikan informasi kondisi aset yang real-time. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, kesalahan dari human error, serta memastikan kualitas produknya terjaga.

Solusi Asset Performance Management ini dapat diimplementasikan  pada berbagai industri, seperti industri makanan dan minuman, fast-moving consumer goods (FMCG), farmasi, logistik dan manufaktur yang mana implementasi use casenya seperti  cold chain monitoring, inventory management, dan shipment monitoring.

Kolaborasi dengan Roambee

Kehadiran layanan Asset Performance Management ini merupakan hasil kolaborasi Telkomsel dengan Roambee. Ini adalah startup penyedia layanan pemantauan aset berbasis end-to-end IoT yang berbasis di Sillicon Valley, Amerika Serikat.

Roambee sendiri juga merupakan perusahaan rintisan asing yang belum lama ini menerima dana investasi dari Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) selaku unit ventura Telkomsel. Salah satu peran Roambee adalah penyediaan Smart Gateway (sensor yang terhubung langsung pada cloud) dan Smart Beacon (terhubung dengan Smart Gateway dan dapat ditempatkan di aset bergerak dan tak bergerak) sebagai IoT Sensors pada Asset Performance Management.

Sanjay Sharma, CEO Roambee, mengatakan kolaborasi Roambee bersama Telkomsel mempertegas komitmen dalam mengakselerasikan ketepatan dan keterandalan teknologi untuk memantau jalur distribusi. Melalui kolaborasi dengan mitra dan penanam modal yang inovatif seperti Telkomsel, ia yakin bahwa Roambee akan mampu menghadirkan berbagai produk intelijen unggulan.

Roambee menghadirkan solusi pemantau aset untuk industri dan perusahaan logistik di seluruh dunia, secara langsung dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha. “Kami merasa senang dapat turut serta di negara yang sangat cepat berkembang seperti Indonesia dan berbagai negara di Asia Tenggara,” tutur Sanjay.

Elemen utama Solusi IoT Asset Performance Management?

Telkomsel Asset Performance ManagementTerdapat tiga elemen utama yang ada di dalam solusi ini. Pertama,  IoT Sensors (Bees dan Beacons), kedua IoT Platform, dan ketiga Online Dashboard.

Solusi IoT Sensors sendiri menggunakan 2 tipe yaitu: Bee (Smart Gateway) dan Beacon. Sensor ini dapat diimplementasikan baik pada asset yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Kedua sensor tersebut  dapat mendeteksi sejumlah variabel di titik penempatannya, seperti suhu, pencahayaan, kelembapan, tekanan udara, hingga lokasi secara real-time.

Selanjutnya IoT Platform  merupakan infrastruktur dan aplikasi pengolahan data, meliputi cloud dan data analytics. Sedangkan Online Dashboard, memungkinkan para pelaku bisnis untuk melakukan manajemen aset  melalui berbagai perangkat, mulai dari laptop hingga ponsel, di mana pun dan kapan pun secara online.

Ada tiga fitur utama yang dimiliki oleh Online Dashboard ini, meliputi real-time condition, historical reports, dan notifications and alerts.