Dorong Identitas Digital Aman, VIDA Tekankan Keamanan Tanda Tangan Elektronik Bersama Adobe & Microsoft

Jakarta, Gizmologi – Dengan berkurangnya tatap muka secara fisik selama pandemi COVID-19 berlangsung, budaya kerja juga harus berubah agar bisa tetap berlangsung. Cara awal untuk melakukan proses ‘peresmian’ dokumen dengan tanda tangan juga dialihkan dalam bentuk digital, yang tentunya tak boleh sembarangan.

Penggunaan metode tanda tangan elektronik pun jadi semakin banyak, meski saat ini situasi pandemi dan jumlah kasus sudah semakin melandai. Ada beragam alasan, termasuk metode yang lebih aman, praktis, hemat dan legal sehingga dapat bantu tingkatkan produktivitas kerja. Sebagai salah satu pionir Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) di Indonesia, VIDA mengadakan diskusi terkait hal tersebut secara virtual.

Diadakan pada Kamis (18/11), VIDA gandeng dua perusahaan teknologi global ternama, Adobe dan Microsoft. Niki Luhur sebagai founder dan group CEO VIDA mengatakan, “sebagai Trust Service Provider (TSP) yang diakui di bawah Adobe Approved Trust List (AATL), VIDA memungkinkan individu dan pelaku usaha untuk berikan tanda tangan elektronik yang mengikat secara hukum, cepat dan aman.”

Baca juga: Identitas Digital Berperan Penting dalam Tingkatkan Kepercayaan pada Fintech

Infrastruktur Identitas Digital Penting Bagi Organisasi

VIDA

Fungsi VIDA sebagai PSrE yang berlisensi di bawah pengawasan Kominfo adalah sebagai penerbit sertifikasi elektronik yang bisa dipakai dalam tanda tangan elektronik, untuk verifikasi dan autentikasi identitas seseorang dalam dunia digital. Standar perlindungan data kelas dunia juga sudah diterapkan seperti pengenalan wajah dan endpoint security.

Di Indonesia sendiri, legalitas tanda tangan elektronik juga sudah tertulis pada UU No. 11 tahun 2008, terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE), di mana kekuatan hukumnya sama dengan tanda tangan konvensional. “Kami berkomitmen untuk mengakselerasi transformasi digital Indonesia dengan menghadirkan operasional yang unggul di sisi Speed-Scale-Secure dalam lingkungan kerja,” tambah Sati Rasuanto, co-founder dan CEO VIDA.

Sati menambahkan, infrastruktur dan manajemen identitas digital seperti verifikasi, autentikasi hingga otorisasi sangat penting dalam tingkatkan keamanan tanda tangan elektronik. Efisiensi waktu dalam menit bahkan detik sangat signifikan dalam tingkatkan produktivitas hingga mengurangi biaya operasional bagi pemilik bisnis, organisasi dan pekerja.

Microsoft & Adobe Sambut Baik Kerja Sama dengan VIDA

Foto Panelis DLT VIDA Adobe Microsoft

Riset dari Adobe menunjukkan bila saat ini pekerja memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap teknologi, dalam membantu untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Diketahui bila sepertiga waktu kerja digunakan untuk lakukan pekerjaan yang repetitif, seperti pengelolaan dokumen, formulir, kontrak dan lainnya. Lebih dari 86% pekerja menyatakan kegiatan tersebut menghambat mereka dalam mengerjakan tugas utama.

Menariknya, sebanyak 91% dari para responden menyatakan ketertarikannya menggunakan perangkat yang bisa membuat proses kerja lebih efisien seperti tanda tangan elektronik. Chandra Sinnathamby, Head of Adobe Document Cloud untuk Adobe Asia Pasifik menyebutkan bila dipilihnya VIDA sebagai PSrE pertama di Indonesia dalam AATL menunjukkan kemampuannya untuk penuhi standar keamanan dan teknis yang mapan.

Untuk sederhanakan proses kerja, Microsoft juga turut berkolaborasi lewat solusi cloud mereka. Bersama dengan solusi dari Adobe seperti Adobe Sign, digabungkan dengan platform kolaborasi Microsoft seperti Teams, Office dan Power Apps, semuanya dapat akselerasi proses bisnis demi hasil kerja yang lebih efektif.

Sebagai PSrE yang diakui oleh Kominfo, VIDA juga menjadi PSrE pertama di Indonesia yang menerima akreditasi global WebTrust untuk implementasi standar keamanan internet dengan menerapkan biometrik wajah dalam melakukan verifikasi dan autentikasi, untuk berikan kemudahan dan kenyamanan penggunanya.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.