Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ini Penyebab Satelit Nusantara Dua Gagal Mengorbit

0 5.374

Di tengah fokus pemerintah dan masyarakat yang tengah berjibaku dengan pandemi Covid-19, ada kabar lain yang menyeruak di industri telekomunikasi. Adalah satelit Nusantara Dua gagal gagal mencapai orbit setelah diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sinchuan, Tiongkok (9/4).

Sebagai informasi, Satelit Nusantara Dua yang memiliki kode Palapa-N1 ini awalnya diluncurkan untuk menggantikan satelit Palapa-D di slot orbit 113°Timur (BT). Satelit ini untuk melayani kebutuhan akses internet broadband dan layanan broadcasting kualitas tinggi di Indonesia.

Satelit Nusantara Dua milik PSNS ini dibangun oleh China Great Wall Industry Corporation menggunakan teknologi terkini high throughput. Teknologi ini diklaim yang memiliki kemampuan menangkap dan mengirimkan seluruh frekuensi ke daerah yang sangat luas berkali-kali menggunakan sejumlah spot beam.

Dengan kapasitas 30 x 36 Mhz transponder C-Band FSS dan 9.5 gigabits per second (Gbps) HTS, satelit Nusantara Dua ini diproyeksikan bisa mencakup wilayah seluruh Indonesia, Asia Pasifik, hingga Australia untuk transponder C-Band dan seluruh Indonesia untuk HTS.

Namun apa lacur, Satelit Nusantara Dua gagal meluncur dengan sempurna. Kabarnya, setelah gagal mengudara, puing-puing dari satelit yang gagal mengudara ini berjatuhan.Kini, tim penanganan terkait telah sepenuhnya dikirim untuk menindaklanjuti kejadian ini.

Penyebab Satelit Nusantara Dua Gagal

satelit nusantara dua gagalDalam siaran pers, PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) menyatakan setelah proses lift off berjalan dengan baik, terjadi anomali ketika memasuki tahap pelepasan roket tingkat tiga. Sehingga satelit tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan.

Untungnya, Satelit Nusantara Dua gagal mengorbit tersebut telah dilindungi oleh asuransi. Sehingga masih ada peluang untuk meluncurkan satelit baru di kemudian hari tanpa perlu mengocek bujet terlalu dalam.

PSNS sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Indosat Ooredoo, dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) pada 15 Mei 2017.

Kantor Berita Xinhua juga mengonfirmasi hal ini. Mulanya, satelit ini memang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center di Xichang. Namun Xinhua memberitakan peluncuran satelit dengan roket Long March 3B ini telah gagal. Menurut pemantauan dan penilaian data pengukuran, terjadi kegagalan pada tahap ketiga peluncuran roket.

Kabar satelit nusantara dua gagal mengorbit tersebut juga bermunculan di lini masa media sosial. Salah satunya akun Twitter @LaunchStuff yang menyebutkan ada serpihan wahana tersebut terbang sesaat setelah mengangkasa. Akun ini menyertakan postingan yang berisikan video, di mana di dalamnya terlihat ada puing yang berterbangan.