Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Begini Persiapan Telkomsel Jelang Ramadan dan Lebaran 2020 di Masa Pandemi COVID-19

0 6.760

Tahun 2020 ini banyak hal yang berubah karena efek COVID-19 yang mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perubahan tersebut juga dirasakan oleh Telkomsel yang membuat persiapan jelang Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini berbeda.

Inilah yang menjadi tantangan karena sebagian besar karyawan bekerja #DiRumahAja. Di sisi lain, harus memastikan kualitas jaringan tetap mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan lancar. Telkomsel bahkan memprediksi selama momen Ramadan dan Idul Fitri 1441 H ini akan terjadi lonjakan trafik komunikasi berbasis layanan broadband sekitar 20%.

Setyanto Hantoro, Direktur Utama Telkomsel, mengatakan, pihaknya memahami pentingnya momen RAFI bagi umat muslim di Indonesia untuk terus saling terhubung dengan orang-orang tercinta. “Telkomsel selalu berupaya untuk memastikan seluruh pelanggan dapat tetap nyaman dalam menjalin silaturahmi walau saat ini negara kita sedang dihadapi dengan keadaan yang penuh tantangan dan keterbatasan sebagai dampak pandemi COVID-19,” ujarnya saat jumpa pers online di Jakarta (21/04).

Pria yang akrab dipanggil Kang Anto ini menambahkan, upaya penguatan dan pengamanan akses jaringan berteknologi terdepan di sejumlah titik prioritas telah dilakukan guna memaksimalkan pemanfaatan layanan. “Hal tersebut merupakan kelanjutan komitmen Telkomsel untuk terus berkontribusi bergotong royong bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 secara berkesinambungan di Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga: Telkomsel Hadirkan Bebas Kuota Data 30GB untuk Akses Situs E-Learning 130 Kampus

Antisipasi Jaringan

Pada momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini, Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi untuk layanan broadband sebesar 20%. Sebaliknya, trafik layanan legacy voice dan SMS diprediksi akan mengalami penurunan. Ini karena didorong dengan semakin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas dari rumah di momen pandemi COVID-19 saat ini.

Guna mengantisipsi hal tersebut, Telkomsel telah memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI). Bedanya dengan tahun-tahun sebelummya adalah saat ini perusahaan lebih fokus pada titik area residensial, meski untuk jalur transportasi tetap menjadi perhatian.

Telkomsel berfokus pada 309 titik area residensial yang teridentifikasi mengalami kenaikan trafik telekomunikasi signifikan sejak diberlakukannya imbauan dari Pemerintah RI untuk beraktivitas #DiRumahAja. Selain itu juga memperkuat kapasitas jaringan di 58 titik rumah sakit rujukan COVID-19.

Area transportasi utama di tiap Provinsi sebanyak 38 titik seperti bandara dan pelabuhan juga diperkuat, serta 31 titik area transportasi logistik, alat-alat kesehatan dan kebutuhan pokok. Telkomsel juga melakukan pengamanan jaringan di akses jalur tol dan jalan utama sepanjang 16.000 Km yang terbentang dari wilayah Pulau Sumatera, Pulau Jawa, hingga Pulau Kalimantan.

CEO Telkomsel Setyanto Hantoro

Setyanto lebih lanjut menambahkan, fokus pengamanan jaringan di seluruh area tersebut merupakan bentuk dukungan Telkomsel kepada konsumen. Di mana memastikan kenyamanan masyarakat yang menjalankan imbauan Pemerintah untuk tidak mudik dan memusatkan aktivitas ibadah di rumah. Selain itu, pengamanan titik area dan jalur transportasi pun tetap menjadi fokus Telkomsel sebagai upaya untuk memastikan kelancaran komunikasi operasional penanganan dan penyaluran logistik bahan pokok, alat-alat kesehatan, dan obat-obatan di tiap wilayah.

Upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan yang juga Telkomsel lakukan adalah dengan menghadirkan 11.000 BTS baru berteknologi multi-band Long Term Evolution atau 4G, mengoperasikan tambahan 69 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), serta menambah kapasitas gateway internet menjadi 6,100 Gbps (6 Tbps) untuk menjamin kelancaran akses data di seluruh Indonesia.

Uji Jaringan dan Penguatan Virtual Monitoring

Untuk memastikan kualitas jaringan, Telkomsel ternyata tetap melakukan drive test (uji jaringan) secara langsung, dengan total jarak tempuh mencapai sekitar 16.000 km. Operator ini mengecek seluruh layanan dan kualitas jaringan berfungsi secara optimal dan prima terutama di seluruh POI (point of interest). Termasuk jalur transportasi utama seperti jalan tol yang di antaranya adalah 23 ruas tol utama (termasuk 5 ruas tol baru) di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Berdasarkan laporan dari Venusiana Papasi, Direktur Network Telkomsel, coverage sinyal Telkomsel saat uji jaringan sudah mencapai 100% secara kontinu pada jalur tol Trans Sumatera, jalur tol Trans Jawa, jalur Kereta Api Trans Jawa, serta jalan utama dan jalan tol Balikpapan-Samarinda.

Parameter pengukuran di masing-masing lokasi antara lain kekuatan sinyal 4G yang mencapai 90,94% dengan success call rate sebesar 98,74% sepanjang jalan tol Trans Sumatera, kekuatan sinyal 4G yang mencapai 99% dengan success call rate sebesar 99,00% sepanjang jalan tol Trans Jawa, dan kekuatan sinyal 4G yang mencapai 100% dengan success call rate sebesar 97,22% sepanjang jalur kereta api Trans Jawa. Untuk di jalan utama dan jalan tol Balikpapan-Samarinda parameter success call rate sudah mencapai 97,92%, dengan cakupan sinyal 4G mencapai sekitar 90% mengikuti proses pengembangan infrastuktur di sepanjang jalur tersebut yang masih berjalan.

Satu hal yang baru bagi Telkomsel adalah karena menerapkan physical distancing mengikut imbauan dari pemerintah, maka terjadi perubahan juga pada proses bekerja. “Sebagian besar proses operasionalisasi monitoring dan penanganan aktivitas pengamanan jaringan selama masa RAFI 2020 ini dilakukam secara virtual monitoring. Implementasi virtual monitoring diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan jaringan sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan Telkomsel selama pemberlakuan situasi darurat nasional COVID-19,” ujar Venusiana.

Dijelaskan lebih lanjut, karyawan atau teknisi Telkomsel yang karena jenis pekerjaannya harus bertugas di lapangan dalam menjaga kualitas jaringan juga telah dibekali perlengkapan keamanan yang sesuai dengan standar protokol kesehatan yang berlaku. Seluruh upaya ini dilakukan Telkomsel juga untuk mendukung upaya penyesuaian proses kerja dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan Pemerintah RI dan sudah dijalankan di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, Telkomsel saat ini memiliki 219.000 unit BTS di seluruh penjuru negeri, dengan 87.000 unit di antaranya merupakan BTS 4G. Berbekal infrastruktur yang mumpuni, cakupan 4G Telkomsel pun telah menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi di Indonesia, yang siap mengakomodasi berbagai kebutuhan layanan berbasis broadband dan digital untuk terus mendukung aktivitas keseharian masyarakat.