Jakarta, Gizmologi – Rockstar Games kembali menunda perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6) ke tanggal 19 November 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan resmi pada Kamis malam waktu setempat, di mana studio mengklaim butuh waktu tambahan untuk proses polishing demi memastikan kualitas game sesuai ekspektasi penggemar. Penundaan ini menandai kali ketiga sequel dari seri game kriminal open-world tersebut mengalami revisi jadwal rilis sejak pertama kali diumumkan.
“Maaf karena harus menambah waktu menunggu yang sudah cukup panjang,” tulis Rockstar dalam pernyataannya. “Namun, beberapa bulan tambahan ini akan memberi kami ruang untuk menyelesaikan permainan dengan tingkat kualitas yang pantas didapatkan oleh para pemain.” GTA 6 dikonfirmasi akan membawa pemain ke negara bagian fiktif Leonida, dengan latar utama di Vice City versi modern.

Bagi banyak gamer, kabar ini tentu mengecewakan, mengingat hype GTA 6 sudah mengiringi industri game sejak trailer perdananya memecahkan rekor penonton di YouTube. Namun, bagi Rockstar, menjaga reputasi kualitas tampaknya masih menjadi prioritas dibanding terburu-buru memenuhi jadwal rilis.
Baca Juga: Rockstar Games Kedapatan Pecat Pegawai, Berdampak pada Rilis GTA 6?
Dampak Penundaan di Tengah Isu Internal

Penundaan ini diumumkan hanya beberapa jam sebelum laporan keuangan kuartalan dari Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games. Dalam konteks bisnis, langkah ini bisa jadi strategi untuk menenangkan investor dengan menegaskan bahwa proses pengembangan tetap berjalan meski dengan hambatan tertentu.
Namun, penundaan ini juga datang di tengah isu internal. Seperti dilaporkan beberapa hari sebelumnya, Rockstar baru saja melakukan PHK terhadap 30 hingga 40 karyawan di kantor Kanada dan Inggris. Langkah tersebut menimbulkan reaksi keras, terutama dari Serikat Pekerja Independen Inggris (IWGB), yang menuduh Rockstar melakukan praktik union busting atau pemberangusan serikat.
IWGB menyatakan bahwa sebagian besar karyawan yang diberhentikan adalah anggota serikat atau sedang dalam proses bergabung. Meski begitu, Rockstar belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Dalam keterangan terpisah, perwakilan Take-Two hanya menegaskan bahwa keputusan PHK diambil untuk “menyederhanakan proses pengembangan dan meningkatkan efisiensi studio.”
Ketidakpastian yang Terus Berlanjut

GTA 6 awalnya dijadwalkan rilis pada tahun 2025, kemudian diundur ke Mei 2026, dan kini ditetapkan untuk November 2026. Meski belum ada indikasi penundaan lebih lanjut, sebagian analis industri menilai bahwa proyek sebesar ini bisa kembali mengalami pergeseran, terutama jika faktor internal dan tekanan publik belum teratasi.
Terlepas dari penundaannya, antusiasme terhadap GTA 6 tetap tinggi. Game ini dikabarkan akan menghadirkan dua protagonis Lucia dan Jason dengan latar cerita yang lebih realistis dan emosional dibandingkan seri sebelumnya. Dunia open-world-nya disebut akan menjadi yang terbesar dan paling dinamis dalam sejarah Rockstar, lengkap dengan sistem ekonomi dan interaksi sosial yang lebih hidup.
Beberapa pihak melihat keputusan Rockstar untuk menunda rilis sebagai langkah bijak, mengingat reputasi studio tersebut dalam menghadirkan produk yang matang secara teknis dan naratif. Namun, di sisi lain, sebagian penggemar mulai merasa skeptis terhadap transparansi proses pengembangannya, terutama setelah serangkaian kebocoran internal dan spekulasi soal kondisi kerja yang menekan.
GTA 6 kini menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah industri game modern. Dengan jadwal rilis yang kembali bergeser, publik berharap Rockstar bisa benar-benar menepati janjinya kali ini dengan menghadirkan pengalaman bermain yang sepadan dengan penantian panjang selama lebih dari satu dekade sejak Grand Theft Auto V pertama kali diluncurkan pada 2013.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



