Mengenal Ajaib, Unicorn Startup Investasi Saham dan Reksadana

Jakarta, Gizmologi – Bertambah lagi startup Indonesia yang mendapat predikat unicorn. Hari ini, Ajaib resmi menjadi unicorn ketujuh di Indonesia dan fintech unicorn investasi pertama di Asia Tenggara. Sebelumnya, sudah ada enam startup yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dollar AS, yaitu GoTo (Gojek – Tokopedia), Bukalapak, Traveloka, OVO, J&T Express, dan Xendit.

“Hari ini, kami secara resmi mengumumkan Ajaib sebagai unicorn ke-7 di Indonesia. Ajaib didirikan dengan ide sederhana untuk menyambut generasi investor baru ke layanan keuangan modern. Sepanjang perjalanan kami, sangat sedikit yang percaya pada ide ini. Ini untuk merayakan sangat sedikit orang yang percaya,” tulis Anderson Sumarli, CEO & Co-founder Ajaib di laman Linkedin pribadinya.

Bersama Yada Piyajomkwan, pria berusia 28 tahun tersebut mendirikan Ajaib sejak 2018 yang lalu. Keduanya adalah teman sekelas semasa kuliah di Stanford MBA. Pencapaian yang hanya 2,5 tahun membuatnya menjadi startup tercepat yang meraih status unicorn dalam sejarah Asia Tenggara.
Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Reksa Dana untuk Investor Milenial

Ajaib Raih Pendanaan Rp2,2 Triliun

Ajaib Han Ji-Pyeong Kim Seon-ho
Kim Seon-ho, aktor pemeran karakter Han Ji-Pyeong di drama Startup, yang menjadi brand-ambassador Ajaib

Startup fintech untuk investasi saham dan reksadana ini meraih status unicorn setelah menggalang dana Seri B senilai US$153 juta dari DST Global atau setara Rp2,2 triliun (kurs Rp14.200). Dilansir dari Bloomberg, pendanaan kali ini membawa jumlah total yang dikumpulkan menjadi US$243 juta pada tahun 2021 saja.

Pendanaan Seri B ini dipimpin oleh DST Global, bersama dengan investor terdahulu Ajaib, yaitu Alpha JWC, Ribbit Capital, Horizons Ventures, Insignia Ventures, dan SoftBank Ventures Asia. Sebagai informasi, DST Global dan Ribbit Capital juga merupakan investor besar dalam Robinhood, startup fintech investasi saham di Amerika Serikat yang sering disandingkan dengan Ajaib.

Baru beberapa bulan sebelumnya, yakni pada akhir Maret, mereka mengumumkan telah menutup putaran pendanaan Seri A senilai US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,29 triliun. Ini juga merupakan salah satu pendanaan Seri A terbesar di Indonesia. Putaran tersebut dipimpin oleh Horizons Ventures (Li Ka-shing) dan Alpha JWC serta diikuti oleh SoftBank Ventures Asia, Insignia Ventures, dan Y Combinator.

Anderson menjelaskan pihaknya akan menggunakan dana tersebut untuk merekrut secara besar-besaran talenta terbaik dan melakukan kampanye edukasi untuk menginspirasi lebih banyak investor pemula. “Misi kami adalah untuk menyambut investor generasi baru ke layanan keuangan modern. Indonesia masih memiliki penetrasi investor saham sebesar 1 persen dan perjalanan kami masih panjang untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

Secara rinci, Anderson mengungkapkan sejumlah orang pertama yang bergabung di Ajaib. Kelvin Yusuf adalah engineer pertamanya. Anna Lora adalah perekrutan bisnis pertama. Mantana Lertchaitawee adalah karyawan eksekutif pertama. Namu Hichilo adalah penasihat pertama. Y Combinator adalah investor pertama. Timothy Lee adalah angel investor pertama kami. Cindy Yunjung Jin adalah lead investor pertamanya.

Layanan Investasi Saham dan Reksa Dana Ajaib

Ajaib aplikasiAjaib belum lama ini juga merayakan keberhasilannya meraih 1 juta investor ritel saham yang ditandai dengan memasang iklan billboard di Times Square, New York. Startup ini tumbuh pesat selama pandemi ketika orang-orang muda yang paham smartphone beralih ke perdagangan online untuk pertama kalinya. Sekitar 59% investor ritel yang berdagang di platform elektronik bursa lokal berusia di bawah 30 tahun di Indonesia. Hanya 2,7 juta orang, atau 1% dari populasi, yang memperdagangkan saham di negara ini.

Ajaib Group yang menaungi PT Ajaib Sekuritas Asia (produk saham) dan PT Takjub Teknologi Indonesia (produk reksa dana) menjadi salah salah platform investasi dengan pertumbuhan paling pesat di Indonesia yang kini penggunanya mencapai lebih dari 1 juta. Ini yang menjadi keunikan karena membawa jenis investasi sekaligus dalam satu aplikasi yaitu investasi reksa dana dan trading saham.

Platform ini memberikan sebuah rekomendasi portofolio yang dipersonifikasi sesuai dengan tujuan masing-masing individu. Ajaib membantu memberikan rekomendasi profil risiko investasi yang berbeda. Aplikasi ini memungkinkan pembukaan akun untuk tabungan dan investasi, memanfaatkan manajer keuangan yang memiliki lisensi. Secara otomatis semua portofolio tersebut diawasi Ajaib.

Investasi saham memang yang paling diminati di platformtersebut. Bahkan Ajaib Sekuritas telah menjadi broker saham terbesar ke-5 di Indonesia berdasarkan trading frequency. Hanya dalam waktu 7 bulan sejak diluncurkan pada Juni 2020 lalu, telah tercatat lebih dari 10 miliar lot saham yang diperdagangkan di Ajaib.

Untuk reksadana, terdapat fitur berinvestasi berdasarkan tema. Seperti “30 Saham Terbesar”, “Perusahaan BUMN Terbaik”, hingga “Investasi Bertanggung Jawab Sosial”. Setiap tema terdiri dari saham, obligasi atau deposito dalam bentuk reksa dana yang menargetkan berbagai industri.

Perusahaan ini memiliki visi untuk meningkatkan angka inklusi keuangan masyarakat Indonesia melalui investasi. Komitmennya adalah membuka pintu akses terhadap instrumen investasi yang aman, tepercaya dan terjangkau. Sementara misinya adalah untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya investasi demi masa depan. Oleh karena itu, mereka aktif mengadakan seminar, pendekatan pada universitas, dan pendidikan online.

Tinggalkan komen