Jakarta, Gizmologi – Esports World Cup 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang paling ambisius di industri esports global. Dengan total hadiah mencapai USD 75 juta, turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga penanda arah baru bagaimana esports diposisikan sebagai industri hiburan dan olahraga profesional berskala dunia.
Digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 6 Juli hingga 23 Agustus 2026, EWC akan mempertemukan lebih dari 2.000 pemain dan sekitar 200 klub dari lebih 100 negara. Skala ini membuat EWC tidak sekadar menjadi turnamen, melainkan festival esports lintas game yang berlangsung hampir dua bulan penuh.
Namun di balik angka fantastis tersebut, Esports World Cup 2026 juga memunculkan diskusi lama yang kembali relevan: apakah pertumbuhan esports yang terlalu berfokus pada hadiah besar benar benar berkelanjutan untuk ekosistem jangka panjang, atau justru berisiko menciptakan kesenjangan antar region dan game.
Baca Juga: Sony Disebut Siap Gelar State of Play Februari 2026, Deretan Game Besar Berpotensi Muncul
Hadiah Fantastis dan Format Lintas Game

Total hadiah USD 75 juta menjadikan Esports World Cup 2026 sebagai turnamen esports dengan prize pool terbesar sejauh ini. Dari jumlah tersebut, USD 30 juta dialokasikan khusus untuk Club Championship, format unik yang menilai performa klub di berbagai game, bukan hanya satu judul.
Sebanyak 24 game akan dipertandingkan, mulai dari judul populer seperti League of Legends, Dota 2, dan Counter Strike 2, hingga game yang relatif baru di panggung Esports World Cup 2026 seperti Fortnite dan Trackmania. Pendekatan ini memberi ruang bagi berbagai komunitas untuk tampil di satu panggung besar.
Ambisi Global Dalam Industri Game

Di satu sisi, EWC membuka peluang besar bagi pemain dan klub untuk mendapatkan stabilitas finansial serta eksposur global. Program pendukung seperti Road to EWC dan Club Partner Program juga menunjukkan upaya membangun jalur kompetitif yang lebih terstruktur.
Namun di sisi lain, konsentrasi acara di satu lokasi dan dominasi turnamen berskala raksasa berpotensi meminggirkan liga regional. Tantangan EWC ke depan adalah memastikan pertumbuhan ini tidak hanya spektakuler di atas panggung, tetapi juga sehat bagi ekosistem esports secara keseluruhan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



