Jakarta, Gizmologi – Digitalisasi layanan publik semasa pandemi terus diperluas, salah satunya layanan untuk mendapat fasilitas pendukung kesehatan. Aplikasi seperti Halodoc pun hadir untuk mengakomodir kebutuhan mulai dari konsultasi dokter sampai keperluan mendapatkan obat. Untuk lengkapi layanan, platform layanan kesehatan Halodoc baru saja merilis aplikasi baru yakni Bidanku.
Dengan misi utama perusahaan untuk sederhanakan akses layanan kesehatan, aplikasi Bidanku hadir untuk membantu semua bidan yang ada di Indonesia, agar bisa berikan kualitas kesehatan ibu dan anak secara maksimal. Sebuah hal penting terutama di masa pandemi seperti ini, mengingat anak bayi yang masih belum bisa diberikan vaksin COVID-19.
“Di tengah populasi penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di berbagai wilayah,” terang Jonathan Sudharta, CEO & co-founder Halodoc dalam sebuah konferensi virtual pada Kamis (3/2). Ia menambahkan, peran bidan juga menjadi sangat penting, di tengah kondisi penyebaran jumlah dokter dan fasilitas kesehatan yang belum merata.
Baca juga: Telemedisin Halodoc Beri Kemudahan Akses Kesehatan Selama Pandemi COVID-19
Hadir dengan Tiga Fitur Unggulan

Dari data per Desember 2021 kemarin, tercatat ada 266 ribu bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan se-Indonesia, di mana 37 ribu di antaranya membuka praktik sendiri. Mereka bertanggung jawab untuk membantu 62% kelahiran di Indonesia, serta 85% pemeriksaan kehamilan secara nasional—memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan keluarga.
Untuk itu, Halodoc menghadirkan solusi inovasi melalui aplikasi Bidanku, yang telah dikembangkan sejak pertengahan 2021 kemarin. Aplikasi ini sudah digunakan oleh bidan-bidan di beberapa wilayah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan sampai Papua. Permudah para Bidan dalam hadapi tantangan untuk berikan pelayanan kesehatan, lewat tiga fitur utamanya.
Salah satunya seperti fitur pengingat pasien otomatis & ringkasan kesehatan, sesuai dengan namanya, berfungsi untuk memantau waktu kunjungan kembali pasien untuk mengurangi kemungkinan kehamilan berisiko tinggi. Fitur tersebut juga hadir untuk memantau keberlanjutan kontrasepsi sebagai bagian dari program KB, serta keberlanjutan imunisasi.
Fitur berikutnya adalah manajemen pasien untuk permudah proses administrasi, mendigitalisasi perawatan kesehatan keluarga dari kehamilan sampai imunisasi. Dan fitur unggulan terakhir yaitu in-app education library, membantu bidan dalam edukasi pasien dengan cara lebih interaktif. Dikembangkan berdasarkan fakta bila bidan punya peran penting dalam mengedukasi pasien.
Aplikasi Bidanku Mendukung Program Kementerian Kesehatan

Selain itu, aplikasi Bidanku juga hadir sebagai salah satu dukungan Halodoc terhadap program Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024, yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan. Menurut Farzikha Indrabhaskara Soerono, Chief of Product Officer Digital Transformation Office kementerian Kesehatan RI, tantangan terbesar saat ini pada sektor kesehatan adalah pengumpulan data primer. Di mana data kelahiran bagi masih sangat lambat di daerah, sampai harus menunggu berbulan-bulan sampai dapat terekam di puskesmas.
“Padahal, dari data-data ini kitab isa mengetahui risiko anak yang mengalami gizi buruk, misalnya. Sehingga, melalui platform digital ini, diharapkan akan memperluas jangkauan secara cepat dan di tengah pandemi,” tambah Farzikha. Ke depannya, aplikasi telehealth seperti Bidanku dan juga Halodoc diharap mampu berikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




