Jakarta, Gizmologi – Huawei kembali menjadi sorotan di industri smartphone lipat setelah sebuah paten terbaru memperlihatkan konsep perangkat lipat tiga dengan desain vertikal. Jika diwujudkan menjadi produk komersial, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu inovasi baru di pasar foldable yang saat ini masih didominasi desain lipat horizontal dan clamshell konvensional.
Sebelumnya, Huawei menjadi produsen pertama yang berhasil menghadirkan smartphone tri-fold ke pasar melalui Mate XT Ultimate pada 2024. Kehadiran perangkat tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih aktif bereksperimen dengan berbagai bentuk perangkat lipat, bahkan ketika sebagian besar kompetitor masih fokus menyempurnakan desain yang sudah ada.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa informasi yang beredar saat ini masih sebatas paten dan ilustrasi konsep. Dalam industri teknologi, tidak semua paten berakhir menjadi produk yang benar-benar dipasarkan. Namun, dokumen ini tetap memberikan gambaran mengenai arah pengembangan yang sedang dieksplorasi Huawei untuk perangkat generasi mendatang.
Baca Juga: Spesifikasi HUAWEI MatePad Mini, Tablet Kecil nan Kencang Siap Rilis 24 Juni
Desain Lipat Tiga Vertikal yang Berbeda dari Pasar Saat Ini

Berdasarkan ilustrasi paten yang beredar, perangkat ini mengusung desain lipat tiga vertikal dengan dua engsel yang memungkinkan bodi dilipat menjadi ukuran yang lebih ringkas. Ketika dibuka sepenuhnya, pengguna akan mendapatkan area layar yang jauh lebih besar dibanding smartphone lipat model flip yang tersedia saat ini.
Menariknya, desain tersebut membentuk pola menyerupai huruf “S” saat dilipat. Huawei juga disebut menyematkan mekanisme khusus yang diklaim dapat membantu mengurangi kehilangan sinyal ketika perangkat berada dalam posisi terlipat. Jika teknologi tersebut berhasil diterapkan, hal ini bisa menjadi solusi untuk salah satu tantangan yang kerap muncul pada perangkat lipat dengan struktur yang lebih kompleks.
Potensi Menarik, Tetapi Tantangannya Tidak Sedikit


Dari sisi konsep, pendekatan ini menawarkan fleksibilitas yang menarik. Pengguna dapat memperoleh layar yang lebih besar tanpa harus membawa perangkat dengan dimensi terlalu besar saat dilipat. Pendekatan tersebut juga berpotensi membuka skenario penggunaan baru yang belum tersedia pada smartphone lipat konvensional.
Namun di sisi lain, desain dengan dua engsel juga berpotensi meningkatkan kompleksitas manufaktur, daya tahan mekanisme, serta biaya produksi. Tantangan lain adalah memastikan ketebalan perangkat tetap nyaman digunakan dalam kondisi terlipat. Karena itu, meski konsep ini terlihat menjanjikan, masih perlu waktu untuk melihat apakah Huawei benar-benar akan membawanya ke pasar atau hanya menjadikannya sebagai bagian dari eksplorasi teknologi untuk perangkat foldable masa depan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



