Sudah cukup lama saya pribadi tidak mengulas lini smartphone yang lebih terjangkau dari OPPO. Dan sampai tulisan ini dibuat, OPPO A6 Pro 5G hadir sebagai opsi OPPO A Series yang paling mahal—bahkan semakin mahal dengan kenaikan harga beberapa waktu lalu. Jadi terasa kemahalan, namun di sisi lain, juga masih ada beberapa keunggulan yang membuatnya masih layak beli.
Ya, walaupun sudah dirilis cukup lama, OPPO Indonesia sampai saat ini masih rutin untuk merilis OPPO A6 Series dalam varian lain, mengisi segmen harga yang berbeda-beda. Sehingga menurut saya masih lumrah untuk mengulas OPPO A6 Pro 5G saat ini, meski mungkin dalam waktu dekat sudah siap rilis OPPO A7. Bukan, bukan A7 yang sudah pernah tim Gizmologi ulas 7 tahun silam.
Dengan banderol harga yang mencapai Rp5 jutaan, OPPO A6 Pro 5G mungkin kurang pas untuk disebut sebagai smartphone all-rounder, karena beberapa aspek yang terasa inferior. Namun saya yakin kombinasi keunggulan yang ditawarkan, masih bisa menyasar sejumlah konsumen dengan kebutuhan yang mungkin lebih spesifik. Berikut review OPPO A6 Pro 5G selengkapnya.
Desain

Ketika slogan “desain keren” dipadukan dengan keunggulan seperti “tahan benturan kelas militer”, membuat OPPO A6 Pro 5G jadi terasa menarik. Umumnya, smartphone yang dirancang lebih kuat atau tahan banting, memiliki desain yang lebih kokoh atau rugged. Namun OPPO A6 Pro jauh dari itu—bahkan opsi warnanya saja termasuk Merah Muda, dengan aksen bunga teratai di belakangnya. Tampil lembut, sekaligus timbul seolah memiliki efek 3D, sembari membawa permukaan matte yang membuatnya tidak mudah kotor.
Selain itu, juga ada opsi warna Biru yang juga membawa teknik pewarnaan OPPO Glow agar permukaan bodi lebih kuat dan tidak membekas sidik jari. Ketebalannya hanya 8mm, dengan bobot kisaran 190 gram, dan desain OPPO A6 Pro 5G tergolong lebih kompak dibandingkan smartphone tahan banting kebanyakan. Lebih mudah dibawa bepergian dalam genggaman.

Menariknya, meski punya opsi warna yang cantik serta tampil relatif tipis, smartphone ini membawa sertifikasi hingga IP69, dan sertifikasi tahan banting MIL-STD 810H plus milik SGS. Tentunya sertifikasi-sertifikasi tersebut hanya bisa didapat setelah melalui sejumlah pengujian skenario ekstrem, termasuk suhu ekstrem hingga uji benturan khusus.
Bisa dibilang, bagian ini menjadi keunggulan OPPO A6 Pro 5G yang tidak banyak dimiliki kompetitornya. Sehingga sah-sah saja bila Gizmo friends menjadikan sejumlah faktor di atas sebagai penentu utama, bila memang sesuai dengan kebutuhan penggunaan harian yang mungkin termasuk skenario lebih ekstrem seperti banyak menghabiskan aktivitas di luar ruangan.
Layar

Tampilan stylish pada smartphone ini juga turut disempurnakan dengan kualitas layar berkelas. Layar OPPO A6 Pro 5G berukuran 6,57 inci, terbilang cukup kompak untuk standar smartphone kelas menengah saat ini, dengan keempat sisi bezel yang terlihat simetris dan tipis—poin yang juga belum tentu dimiliki oleh kompetitornya. Panel layarnya sendiri AMOLED 120Hz, dalam resolusi full HD+, mendukung 1 miliar warna alias sudah 10-bit.
Layar OPPO A6 Pro 5G bisa menyala cerah hingga 1400 nits, dan punya standar 100% DCI-P3 yang pas untuk kreator, serta terproteksi pelindung AGC DT-Star D+. Setelah menggunakannya selama beberapa pekan, rasanya panel AMOLED yang diusung oleh OPPO A6 Pro 5G lebih bagus dibandingkan smartphone lain di kelasnya, lebih vibrant sembari membawa pengaturan saturasi warna yang dapat dikustomisasi. Sensor sidik jarinya juga sudah berjenis in-display, dan tergolong akurat nan responsif.
Kualitas dan kerampingan bezel layar OPPO A6 Pro 5G seolah hadir untuk meningkatkan tampilannya, demi menjustifikasi harganya yang memang tergolong premium untuk sebuah OPPO A Series. Pas bagi Gizmo friends yang memang lebih banyak mengakses konten seperti media sosial hingga tayangan serial favorit langsung dari smartphone.
Kamera

Overall bagus, namun dengan sejumlah catatan. Kamera OPPO A6 Pro 5G diperkuat dengan sensor 16MP f/2.4 di sisi depan, dan meski terlihat ada dua lingkaran besar di sisi belakang, sejatinya hanya ada sensor utama 50MP f/1.8 saja yang punya fungsi utama. Sementara sensor kedua hanyalah sensor monokrom 2MP saja. Punya fungsi Underwater Mode untuk ambil momen di bawah air lebih mudah, namun sayangnya tanpa sensor ultra-wide untuk sudut pandang yang lebih luas.
Saya merasa kombinasi spesifikasi kamera OPPO A6 Pro 5G “menarik”. Kenapa? Algoritmanya sudah terasa seperti flagship, namun dipasangkan dengan sensor yang sepertinya kecil secara dimensi fisik. Dynamic range, skin tone, hingga warna foto yang dihasilkan sudah sangat baik. Tapi karena keterbatasan sensor, ketika pencahayaan sedikit menurun, foto yang dihasilkan langsung terasa lebih halus—seolah untuk kompensasi noise.

Jadi untuk skenario malam hari, night mode harus diaktifkan supaya foto bisa terlihat lebih tajam dengan warna yang pas. Selebihnya, untuk foto portrait, kamera OPPO A6 Pro 5G bisa hasilkan visual memuaskan termasuk ketika dibagikan ke media sosial—lagi-lagi selama kondisi pencahayaan memadai.
Yang menjadi masalah, untuk banderol harga yang ditawarkan, sulit untuk tidak membandingkannya dengan sejumlah kompetitor yang menawarkan sensor utama lebih superior, bahkan punya sensor ultra-wide maupun telefoto khusus.
Sampel foto lengkap dari kamera OPPO A6 Pro 5G, bisa Gizmo friends akses lewat album Google Photos berikut ini ya.
Bagaimana dengan perekaman videonya? Kamera belakang OPPO A6 Pro 5G hanya mendukung hingga 1080p60 saja, sementara di sisi depan sebatas 1080p30. Footage yang dihasilkan masih oke untuk vlog, hanya saja masih kurang stabil, dan cenderung gelap saat low-light—sisi positifnya, kamera tidak memilih untuk menurunkan fps yang umumnya membuat gerak video jadi kurang smooth. Kekurangan lainnya yang cukup terasa adalah penggunaan satu mikrofon, jadi pastikan tidak tertutup jari sepenuhnya saat merekam video atau melakukan panggilan.
Fitur

Meski OPPO A Series dikenal sebagai lini paling terjangkau, fitur OPPO A6 Pro 5G bisa dibilang cukup komplit—wajar, harganya sudah mendekati atau menyentuh OPPO Reno F Series. Rilis dengan ColorOS 15, OPPO janjikan setidaknya dua kali versi Android dan tiga tahun pembaruan keamanan rutin. Ya, untuk bagian dukungan perangkat lunak, Samsung masih unggul di kelas mid-range.
Setidaknya fitur AI OPPO A6 Pro 5G terbilang banyak, dan banyak juga yang bermanfaat untuk skenario penggunaan sehari-hari. Untuk sempurnakan hasil foto, misalnya, ada AI Eraser 2.0 yang bisa hapus obyek lebih akurat, AI Reflection Remover untuk hapus pantulan, AI Unblur yang bikin foto bisa terlihat sedikit lebih jelas, sampai AI Perfect Shot untuk mengoreksi ekspresi wajah setelah foto berhasil ditangkap.
Semua fitur tersebut seolah hadir untuk mengakomodir sensor kamera yang sedikit inferior. Fitur AI Assistant pada OPPO A6 Pro 5G juga hadirkan banyak fungsi bermanfaat, mulai dari membantu meringkas isi dokumen, menerjemahkan dokumen, sampai melakukan konversi format ke PDF. Saat membuat catatan, pengguna juga bisa memanfaatkan AI untuk merapikan format, sampai brainstorming ide secara langsung.
Fitur ekstra lainnya seperti Outdoor Mode 2.0 dan Glove Touch juga bisa dimanfaatkan agar tampilan layar semakin jelas meski dilihat di bawah sinar matahari langsung, dan layar tetap secara akurat menerima input sentuh meski sedang menggunakan sarung tangan. Ditambah dengan speaker stereo yang mendukung opsi volume ultra sampai 300%, kamu masih bisa mendengar suara panggilan telepon atau lainnya secara jelas di luar ruangan bila memang diperlukan.
Sebagai informasi tambahan, OPPO A6 Pro 5G menggunakan jenis slot SIM hybrid, di mana Gizmo friends bisa memilih untuk menggunakan dua kartu SIM fisik, atau menggantikan satu slot dengan kartu microSD. Penyimpanan internalnya sendiri sudah cukup luas di 256GB.
Performa

Selain aspek kamera, bagian yang menurut saya juga terasa inferior dari OPPO A6 Pro 5G, adalah spesifikasi hardware untuk mendukung performanya. Smartphone ini mengandalkan cip Dimensity 6300 octa-core milik MediaTek, yang bisa dibilang merupakan cip 5G kelas entri. Dipasangkan bersama RAM LPDDR4x dan penyimpanan UFS 2.2.
Apakah performanya lemot? Sama sekali tidak—mungkin berkat ColorOS yang memang benar-benar optimal, jadi untuk akses hingga perpindahan antar aplikasi nggak ada masalah sama sekali, terasa cukup responsif kok. Tapi kalau sudah perlu digeber lebih jauh untuk akses aplikasi yang lebih berat seperti edit video, misalnya, baru terasa limitnya. Begitu pula dengan sejumlah judul game MOBA yang mungkin tidak bisa terus mulus dalam fps tinggi atau setting grafis rata kanan.
Kalau masih bisa berkompromi dengan setting grafis lebih rendah, main game di OPPO A6 Pro 5G masih terasa relatif nyaman kok, terutama bodinya yang juga lebih terjaga suhunya berkat sistem pendingin khusus. Overall, buat akses aplikasi harian atau main game sesekali masih sangat aman. Namun wajar bila untuk harga yang ditawarkan, Gizmo friends menginginkan performa yang sedikit lebih menggigit.
Baterai

Bagian terakhir ini menjadi salah satu nilai jual utama alias keunggulan OPPO A6 Pro 5G. Ya, kapasitas baterai OPPO A6 Pro 5G mencapai 7000mAh, terbilang sangat besar untuk dimensi bodinya yang masih tergolong kompak dan ringan. Menjadi alternatif yang menarik ketika smartphone lain dengan kapasitas daya setara tampil dalam dimensi yang lebih bongsor maupun berat.
Dengan chipset yang bisa dibilang sederhana, tentu mudah saja untuk OPPO A6 Pro 5G bisa digunakan sampai dua hari, terutama bila skenario penggunaannya lebih ringan, tak banyak bermain game atau akses kamera. Dijadikan mobile hotspot pun masih relatif efisien, tahan seharian penuh. Dan tentunya masih bisa lebih lama ketika Gizmo friends bisa memanfaatkan mode penghemat daya yang sangat customizeable.
Baterai OPPO A6 Pro 5G juga diklaim tahan lama untuk penggunaan jangka panjang, lebih dari lima tahun pemakaian. Mau dijadikan powerbank? Tersedia opsi reverse wired charging. Daya habis? Dukungan 80W SuperVOOC sangat membantu—dari nol ke 50% hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, sementara untuk capai penuh kurang dari 60 menit. Dengan catatan, pastikan kamu sudah mengaktifkan mode rapid charging terlebih dahulu, yang memang membuat bodi sedikit lebih panas.
Kesimpulan

Secara keseluruhan, menurut saya kekurangan yang paling terasa adalah limitasi pada sensor kamera serta performa chipset yang hanya sekadar cukup. Dua faktor tersebut bisa menjadi kekurangan yang begitu besar untuk Gizmo friends yang memang mendambakan sebuah smartphone dengan kamera andal, atau performa andal untuk gaming rata kanan.
Namun bila dua poin tersebut bukan penentu utama dalam membeli smartphone, OPPO A6 Pro 5G menawarkan sejumlah keunggulan menarik. Performa yang masih oke untuk aplikasi harian, fitur AI yang membantu produktivitas hingga sempurnakan foto, layar berkualitas, serta baterai besar yang bisa dikemas ke dalam profil cukup kompak dan ringan—sembari membawa standar daya tahan tinggi. Andai saja tidak mengalami kenaikan harga, bakal lebih terasa layak beli.
Spesifikasi OPPO A6 Pro 5G

General
| Device Type | Smartphone |
| Model / Series | OPPO A6 Pro 5G |
| Released | 07 Oktober, 2025 |
| Status | Available |
| Price | Rp5.299.000 (8+256GB) |
Platform
| Chipset | Mediatek Dimensity 6300 (6 nm) |
| CPU | Octa-core (2x2.4 GHz Cortex-A76 & 6x2.0 GHz Cortex-A55) |
| GPU | Mali-G57 MC2 |
| RAM (Memory) | 8GB LPDDR4x |
| Storage | 256GB UFS 2.2 |
| External Storage | Yes (hybrid slot) |
| Operating System | Android 15 |
| User Interface | ColorOS 15 |
Design
| Dimensions | 158.2 x 75 x 8 mm |
| Weight | 190 gram |
| Design Features |
Glass front, plastic frame + back Colours: Biru, Merah Muda IP68/IP69 dust/water resistant (up to 1.5m for 30 min) MIL-STD-810H |
| Battery |
Si/C 7000 mAh, non-removable Fast charging 80W Reverse wired charging 5W |
Display
| Screen Type | AMOLED capacitive touchscreen, 1B colors |
| Size and Resolution | 6.57", 2372 x 1080 pixel (397 ppi) |
| Touch Screen | Capacitive Touchscreen |
| Features |
Single punch hole camera 120Hz refresh rate 250Hz touch sampling rate 100% DCI-P3 1400 nits HBM 10-bit color AGC DT-Star D+ |
Network
| Network Frequency | GSM / HSPA / LTE / 5G |
| SIM | Dual-SIM |
| Data Speed | HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G |
Camera
| Multi Camera | Yes (Rear) |
| Rear | 50 MP, f/1.8, (wide), PDAF; 2 MP f/2.4 (monochrome) |
| Front | 16 MP, f/2.4, (wide) |
| Flash | Yes |
| Video | Front Camera: 1080p@30fps; Rear Camera: 1080p@30/60fps |
| Camera Features | Foto, Video, Portrait, Malam, Panorama, Gerak Lambat, Dual-view video, Time-Lapse, Stiker, Resolusi Tinggi, Google Lens, Bawah Air, PRO, Pemindai Dokumen |
Connectivity
| Wi-fi | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band |
| Bluetooth | 5.4, A2DP, LE, aptX HD |
| USB | USB Type-C 2.0, OTG |
| GPS | GPS, GLONASS, GALILEO, BDS, QZSS |
| HDMI | No |
| Wireless Charging | Yes |
| NFC | |
| Infrared | No |
Smartphone Features
| Multimedia Features | Stereo speakers |
| FM Radio | No |
| Web Browser | HTML 5 |
| Messaging | SMS, MMS, Online |
| Sensors | Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




