Nothing Ear (3), merupakan perangkat audio unggulan Nothing yang hadir dengan peningkatan yang cukup signifikan. Hadir di Indonesia pada Oktober 2025, true wireless stereo (TWS) ini kembali membawa desain yang menarik perhatian, lengkap dengan sebuah gimmick yang, bisa dibilang useful untuk skenario hari-hari.
Bicara desain, memang sudah menjadi sebuah ciri khas bagi produk Nothing. Pendahulunya Nothing Ear (2), juga mendapatkan pujian dari desain transparan ini. Dan meski menggunakan angka tiga, sejatinya ini merupakan TWS flagship Nothing generasi keempat. Karena versi sebelumnya, hadir tanpa penggunaan angka, yang kemudian dikeluhkan oleh banyak fans Nothing.
Dengan banderol harga Rp2 jutaan, apakah hanya desain yang dapat dipuji dari Nothing Ear (3)? Tentunya tidak. Berikut review dari Nothing Ear (3) setelah digunakan penulis selama beberapa pekan.
Desain dan Kenyamanan

Nothing Ear (3) memiliki case yang terbilang desainnya tidak terlalu compact namun tetap bisa muat di beberapa tempat. Selain transparan, desain juga terlihat futuristik dan sudah menjadi ciri khas Nothing.
Terdapat tombol TALK, tombol baru yang dihadirkan untuk menghidupkan fitur Super Mic. Gunanya fitur ini sebagai mikrofon tambahan untuk panggilan yang lebih jernih di tempat ramai.
Magnet penutup casenya kuat sehingga kamu tidak perlu khawatir case terbuka secara tidak sengaja. Bahan dari case TWS ini juga sudah aluminium sehingga bisa lebih kuat jika terkena benturan namun tidak berat. Untuk beratnya per earbuds sekitar 5,2 gram, charging case tanpa earbuds sekitar 61 gram dan dengan earbuds kurang lebih 71 gram.




Diketahui case Ear (3) terbuat dari 100% daur ulang aluminium. Nothing juga menyediakan loop lanyard untuk opsi pengguna untuk menyimpan TWS. Overall, desain Nothing Ear (3) kurang lebih masih sama seperti generasi sebelumnya. Dengan begitu, catatannya pun sama, yakni agar tidak meletakkan charging case sembarangan karena bagian tutup charging case relatif mudah tergores.
Kontrol Kebisingan & Mikrofon

Sebagai perangkat earbuds tentunya tak lengkap bila tidak ada fitur active noise cancellation (ANC). Nothing Ear (3) dilengkapi fitur tersebut dan bekerja sangat baik ketika digunakan saat sedang commuter (di kendaraan umum).
Kamu tidak perlu meningkatkan volume penuh untuk menutup kebisingan. ANC di earbud Nothing ini bisa diukur dari rendah, sedang dan tinggi, serta juga bisa adaptif. Tingkat ANC ini sangat membantu menyesuaikan kebutuhan pengguna —apakah ingin sangat fokus atau hanya untuk meningkatkan mood.
Selain mode ANC, ada juga mode transparasi yang sangat berguna ketika ingin fokus mendengarkan dua arah. Ketika menggunakan mode ini suara di luar tetap terdengar meski volume suara dinaikan. Terasa suara dari luar juga lebih diperjelas sehingga seperti suara asli ketika tidak menggunakan TWS.
Eartip memory foam dari Ear (3) juga sangat nyaman bahkan ketika baru digunakan. Terasa pas dan meminimalisir masuknya suara dari luar. Terdapat tiga pilihan eartip yang disediakan dalam boks yaitu XS, S, dan L.

Menyoal mikrofon Nothing Ear (3), masing-masing earbud diperkuat oleh tiga mikrofon serta sebuah VPU khusus. Dan bila dibandingkan dengan semua generasi sebelumnya, bisa dibilang kualitas mikrofonnya alami peningkatan, alias lebih reliabel untuk digunakan di tempat publik seperti kafe atau saat sedang berpindah tempat. Namun yang menjadi gimmick unggulan baru, tentu hadirnya Super Mic Nothing Ear (3), disematkan ke bagian charging case.
Lewat mikrofon spesial satu ini, Nothing mengklaim mampu memberikan peredaman noise hingga 95dB saat merekam suara. Cara mengaktifkannya? Tekan dan tahan, atau tekan dua kali untuk membuatnya selalu aktif saat sedang melakukan panggilan suara baik dari aplikasi seperti WhatsApp maupun Zoom dan Google Meet. Apakah efektif? Ya, terutama ketika kamu tidak ingin harus berteriak dalam kondisi kafe yang sedang ramai. Cukup dekatkan charging case ke area sekitar mulut, selayaknya memanfaatkan mikrofon saat sedang mengambil konten podcast atau vlogging.n.
Kualitas Suara

Yang baru pada Nothing Ear (3) dalam hal kualitas audio, adalah penggunaan driver berdimensi lebih besar yakni 12mm. Secara teknis, semakin besar driver, output suara yang diberikan bisa lebih maksimal, baik untuk dentuman bass, hingga separasi antar instrumen pada sebuah lagu. Dan pada earphone Nothing terbaik generasi keempat, Nothing kembali hadirkan profil audio yang secara default cenderung warm atau bassy.
Kalau Gizmo friends senang mendengarkan lagu bergenre pop atau R&B, mungkin akan puas dengan profil default yang diberikan Nothing Ear (3), dengan dentuman bass powerful, treble yang juga tidak kalah dominan, namun juga tidak mengorbankan aspek vokal penyanyi. Separasi antar instrumen maupun sound stage juga sudah lebih optimal, sehingga tidak terasa tumpang tindih atau membuat lagu jadi terdengar kurang nyaman, termasuk ketika menggunakan volume yang sedikit lebih tinggi.
Rasanya peningkatan ini mampu dihadirkan berkat penggunaan driver lebih besar pada Nothing Ear (3), selain optimalisasi lebih lanjut dari Nothing. Nah, kalau kurang cocok, kabar baiknya ada preset EQ hingga opsi kustomisasi yang cukup ekstensif, benar-benar bisa disesuaikan dengan keinginan atau preferensi masing-masing pengguna. Kamu bisa membuat output audio Nothing Ear (3) lebih netral, atau mungkin menurunkan beberapa aspek yang terdengar terlalu dominan.
Kabar baik lainnya, saya merasa output audio Nothing Ear (3) masih terdengar memuaskan meski saya hubungkan dengan iPhone. Meski memang, kalau disambungkan dengan smartphone Android yang mendukung, bisa memberikan output terbaik lewat dukungan codec LDAC yang lebih minim kompresi, alias standar Hi-Res Audio. Efek audio spasialnya juga bisa dicoba, walaupun tidak bisa aktif bersamaan dengan opsi bass boost.
Aplikasi & Fitur

Penggunaan Nothing Ear (3) akan lebih sempurna jika kamu juga memanfaatkan aplikasi Nothing X, tersedia untuk diunduh baik untuk Android dan iOS. Menghubungkan TWS dengan aplikasi tidak perlu lama dan prosesnya begitu cepat, membawa dukungan Google Fast Pair serta Microsoft Swift Pair.
Tampilan antarmuka aplikasi Nothing X memiliki sistem antar muka yang elegan, bersih dan minimalis. Fitur-fitur dari aplikasi akan terlihat jika TWS sedang terkoneksi dengan smartphone, dan ada banyak kustomisasi yang bisa kamu lakukan lebih jauh. Dengan kata lain, menurut saya keberadaan aplikasi ini wajib dimiliki oleh pengguna Nothing Ear (3). Mulai dari tingkatan ANC, opsi low lag mode, hingga opsi untuk tersambung ke dua perangkat sekaligus secara bersamaan.
Oh ya, Super Mic pada Nothing Ear (3) juga dapat difungsikan sebagai perekam suara. Fitur lainnya yang dapat ditemukan lewat aplikasi Nothing X adalah Find My Earbuds, cukup berguna kalau sewaktu-waktu lupa menaruh earbud Nothing Ear (3), selama masih dalam jangkauan Bluetooth. Mekanisme kendali earbud juga mirip seperti AirPods Pro, yakni gestur cubit alias pinch. Ada banyak gestur yang bisa dikustomisasi; cubit sekali, cubit dua kali, cubit lalu tahan (untuk kendali volume), serta cubit tiga kali.
Baterai

Ketika kualitas audio maupun fitur ditingkatkan secara menyeluruh, bagaimana dengan daya tahan baterainya? Di atas kertas, baterai Nothing Ear (3) berkapasitas 55mAh pada masing-masing earbud, dan 500mAh pada bagian charging case. Diklaim dapat memutar lagu hingga 5,5 jam nonstop (atau 10 jam tanpa ANC), dan punya waktu pemutaran total hingga 22 jam dengan charging case (atau 38 jam tanpa ANC).
Dari klaim tersebut, sejatinya daya tahan Nothing Ear (3) bukan yang paling oke, termasuk lebih singkat dibandingkan AirPods Pro terbaru. Namun setidaknya bisa bertahan cukup lama, terutama tanpa ANC. Dan dari skenario penggunaan nyata, durasi pemakaian tergolong mendekati klaim resminya.
Mengisi daya baterai Nothing Ear (3) membutuhkan waktu kurang lebih 70 menit melalui port USB-C, dan Nothing sematkan teknologi fast charging, untuk kemampuan memutar lagu hingga 1 jam dalam waktu pengisian 5 menit saja. Opsi wireless charging juga masih ada, supaya Gizmo friends punya opsi untuk isi daya dari smartphone yang mendukung bila benar-benar dibutuhkan.
Kesimpulan

Kesimpulan dari review Nothing Ear (3), TWS dengan harga Rp2 jutaan ini tentunya memiliki desain yang menarik dan menjadi fokus utama. Fitur Super Mic yang baru di perangkat ini mungkin bisa lebih ditingkatkan ke penerusnya nanti, memberikan peningkatan khusus pada batasan mikrofon sebuah TWS, walaupun skenario penggunaannya tidak bisa diterapkan ke semua orang.
Soal baterai juga TWS Nothing ini juga terbilang tidak bisa digunakan lama, tetapi cukup untuk bertransportasi atau ada meeting online mendadak di luar. Harga Nothing Ear (3) juga masih relatif jauh lebih murah dibandingkan penawaran dari Apple maupun Sony. Bila Gizmo friends ingin tampil beda tanpa mengorbankan kualitas audio, opsi yang satu ini bisa jadi yang paling menarik.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


