Huawei Seeds for the Future 2.0 Siap Cetak 3 Juta Talenta Digital Baru

Shenzhen, Gizmologi – Selain terus merilis perangkat pintar dalam ekosistem yang lengkap, Huawei juga berkomitmen untuk terus membantu pengembangan talenta digital di negara tempatnya beroperasi. Untuk itu, program yang telah dijalankan pertama kali sejak 2008, Seeds for the Future terus diadakan. Kini dikembangkan untuk beri manfaat lebih banyak orang.

Pada 12 Juli 2021 kemarin, Huawei baru saja umumkan Seeds for the Future 2.0, di mana pihaknya berencana untuk investasikan US$150 juta untuk pengembangan bakat digital selama 5 tahun ke depan, diharapkan dapat berikan manfaat tambahan lebih dari 3 juta orang. Bersamaan dengan itu, Huawei juga adakan sebuah forum diskusi teknologi.

Bertajuk “Tech & Sustainability: Everyone’s Included”, forum diselenggarakan bersama International Union for Conversation of Nature (IUCN), World Economic Forum, Carbon Disclosure Project (CDP), Global Enabling Sustainability Initiative (GeSI), Singapore Institute of International Affairs (SIIA) & perwakilan dari Huawei sendiri. Membahas peran teknologi dalam mendorong keberlanjutan & membangun lingkungan lebih inklusif serta ramah lingkungan.

Seeds for the Future 2.0 Dorong Potensi Talenta Digital Anak Muda

Dr Liang Hua - Huawei Seeds for the Future

Liang Hua, Chairman Huawei mengatakan dalam forum tersebut bila keterampilan dan literasi digital tak hanya dasar untuk ekonomi digital, melainkan juga termasuk hak asasi manusia yang telah ditetapkan PBB. “Sebagai bagian dari komitmen kami untuk terus mengembangkan bakat, kami akan menginvestasikan US$150 juta dalam program ini selama 5 tahun ke depan.”

Dimulai pada tahun 2008 di Thailand, Seeds for the Future dirancang untuk menginspirasi talenta lokal, mendorong bibit muda bagi masyarakat untuk mengatasi tantangan digital. Sementara menurut laporan tahun 2020 oleh UNICEF dan International Telecommunication Union (ITU), sekitar 2,2 miliar orang berumur 25 tahun atau lebih muda masih kekurangan koneksi internet di rumah.

Program dari Huawei ini sendiri telah investasikan lebih dari US$ 150 juta, memberi manfaat bagi lebih dari 1,54 juta orang dari lebih dari 150 negara—sekitar 5,000 di antaranya merupakan siswa di seluruh Asia Pasifik.

Huawei Asia Pasifik juga telah mengadakan APAC Media Virtual Roundtable, yang fokus pada penanganan inklusi digital dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. Jay Chen, VP Huawei APAC umumkan rencana untuk kembangkan lebih dari 400 ribu talenta digital dalam 5 tahun ke depan.

Melalui berbagai program di masa depan, salah satunya termasuk program Seeds for the Future. Menurut Jay, akses ke pendidikan menjadi penting untuk ciptakan peluang yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan adil. Sehingga program dipindahkan secara daring, dibuka untuk lebih banyak siswa berprestasi.

Mementingkan Keberlangsungan Lingkungan

Huawei juga telah menjadi pendukung kuat untuk membangun ekosistem talenta inklusif di Asia Pasifik. Lebih dari 100 ribu talenta telah dibina melalui Huawei ASEAN Academy, berlangsung di Thailand, Malaysia, dan Indonesia untuk persiapkan masa depan digital. Menurut Jay, kolaborasi dengan universitas semakin cepat di tengah kondisi pandemi.

Dalam forum yang diselenggarakan 12 Juli, Liang Hua juga menyinggung isu perubahan iklim dan lingkungan yang menjadi tantangan global. Adanya pandemi, perlambatan ekonomi dan penguncian di seluruh dunia membuat emisi karbon menurun. Namun dinilai akan cepat kembali pulih saat ekonomi dibuka kembali.

“Pembangunan hijau dan berkelanjutan telah menjadi prioritas utama bagi ekonomi global,” jelas Liang. Kini semua negara memiliki tujuan bersama untuk beralih ke ekonomi sirkular, serta mencapai pembangunan berkelanjutan seperti yang disebutkan oleh Liang.

Sejak Desember 2020, daya digital Huawei telah menghasilkan 325 miliar kWh listrik dari sumber terbarukan, dan menghemat total 10 miliar kWh listrik. Upaya tersebut telah menghasilkan pengurangan 160 juta ton emisi CO2. Huawei akan terus memanfaatkan pengalaman yang luas dalam elektronika daya dan penyimpanan energi serta keahlian teknis lain untuk kembangkan bisnis daya digitalnya.

Tinggalkan komen