Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

KBRI di China: Mahasiswa Seeds for the Future Lanjutkan Transformasi Digital di Indonesia

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Pepatah populer tersebut mengawali sambutan Listyowati, Wakil Duta Besar RI untuk RRT, saat bertemu dengan 10 mahasiswa peserta Seeds for the Future 2019 yang digagas Huawei. Ia menilai pepatah tersebut sangat relevan dengan para mahasiswa yang jauh-jauh datang dari Indonesia untuk menimba ilmu di China.

“Perkembangan teknologi di China sangat pesat dengan adopsi pembayaran cashless yang sangat masif. Di sini, kalian berada di tempat yang tepat untuk belajar ICT. Karena Tiongkok yang berhasil memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan melahirkan berbagai unicorn digital. Selain memiliki perusahaan teknologi besar seperti Huawei, negara ini juga mempunyai startup unicorn terbanyak di dunia,” kata Listyowati memberi pesan kepada para mahasiwa.

Listyowati mengapresiasi program tahunan yang digagas Huawei ini. Karena mendukung terciptanya SDM Indonesia yang unggul dengan peluang untuk belajar industri ICT di China. Judul dari program ini, Seeds for the Future, menurutnya berbicara banyak mengenai para mahasiswa ini. Di mana mereka adalah bibit unggul yang terus tumbuh dengan harapan untuk menjadi besar di masa depan.

Listyowati, Wakil Duta Besar RI untuk RRT

“Kalian tumbuh di saat yang tepat, di mana ekonomi digital di Indonesia sedang berkembang dengan masif. Kalian adalah bagian dari generasi Indonesi yang tumbuh di saat lingkungan sudah canggih dengan teknologi. Ini adalah tugas kalian untuk melanjutkan transformasi digital di Indonesia. Sebagai bagian dari transformasi itu, kalian harus memperkaya diri dengan pengetahuan dan pengalaman,” ujar Listyowati.

Sementara itu Yaya Sutarya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI, menegaskan pemerintah Indonesia terus mendorong program-program kerja sama peningkatan kapasitas sebagai program prioritas. Pihaknya terus menjalin kerja sama dengan perusahaan asal China di Indonesia yang jumlahnya mencapai 11 ribu untuk menggelar program CSR (Corporate Social Responsibility) dalam bentuk beasiswa.

Related Posts
1 daripada 10

“Peluang untuk mendapatkan beasiswa belajar di China lebih banyak. Kami rencanakan tahun depan menyiapkan 5.000 kuota mahasiswa yang akan belajar ke China sebagai kerja sama program CSR perusahaan China yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada para mahasiwa yang terpilih pada program Seeds for the Future 2019 ini untuk menunjukkan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. “Mahasiswa di sini sangat disiplin dalam belajar,” imbuhnya.

Seeds for the Future 2019

Mahasiswa peserta Seeds for the Future 2019 2019 saat mengikuti pelajaran bahasa Mandarin di Beijing Language and Culture University.

Selama dua pekan, mulai tanggal 2 sampai 15 November 2019, sebanyak sepuluh mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk belajar kultur dan teknologi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau lebih dikenal China. Mereka adalah para mahasiswa terseleksi yang mengikuti program Seeds for the Future 2019 yang diselenggarakan oleh Huawei.

Para peserta Seeds for the Future 2019 tersebut mengikuti serangkaian program yang berlangsung di dua kota di Tiongkok, yaitu Beijing dan Shenzhen. Di kota Beijing, peserta akan mendapat kesempatan untuk belajar bahasa Mandarin dan kebudayaan Tiongkok beserta filosofinya selama enam hari. Selanjutnya, mereka terbang ke Shenzhen untuk mengikuti program semi-pemagangan dan bimbingan tentang teknologi dan inovasi terbaru selama delapan hari di kantor pusat Huawei.

Kesepuluh mahasiswa peserta Seeds for the Future tersebut adalah Samuel Christian Coe dan Wilson Rustiandy dan ITB, Christian Andrew Tantono dan Gusti Ngurah Satria Aryawan dari ITS, Espinal Adrinaldi dari Telkom University, Achmad Mu’ammar Afinas dari UGM, Mochamad Zairy Fajar Ibrahim dan Achmad Fathur Rizki dari Universitas Indonesia, Sachi Hongo dan Vega Savera Yuana dari Universitas Padjajaran.