Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

IBM Yakin Industri di Indonesia Bisa Lebih Kompetitif dengan Komputasi Kognitif

Memangnya apa sih komputasi kognitif itu?

0 1.640

Di Indonesia istilah cognitive computing alias komputasi kognitif harus diakui belum populer. Jadi, tidak mengherankan jika IBM Indonesia menggelar sebuah ajang yang memperkenalkan solusi teknologi tersebut lebih jauh agar mudah dipahami industri pada awal bulan ini.

Bernama “IBM Watson Indonesia Summit 2017”, acara ini menghadirkan pelaku bisnis dari berbagai industri mulai dari Softbank Telecom Indonesia, Unified Box, hingga Blue Bird. Di sini mereka berbagi pengalaman mengenai komputasi cognitif dan platform cloud yang berhasil mengubah bisnis mereka menjadi lebih berkembang dan produktif dibandingkan sebelumnya.

Memangnya apa sih komputasi kognitif itu? Menurut Gunawan Susanto, Presiden Direktur IBM Indonesia, komputasi kognitif adalah sebuah platform teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang sanggup memproses berbagai jenis data dan mempelajarinya layaknya otak manusia. Dengan fitur learning yang dimilikinya, solusi ini bisa mencerna dan mengurai suatu permasalahan serta membaca semua jenis data.

Berdasarkan hasil studi IBM, saat ini sebanyak 80% jenis data di dunia merupakan “dark data” dalam bentuk tulisan, video, maupun gambar yang terlewatkan dan tidak bisa dianalisa. Seharusnya, data ini bisa bermanfaat bagi orang atau industri namun sayangnya tidak bisa diakses secara manual atau menggunakan komputer tradisional.

Dengan tantangan tersebut IBM sejak 6 tahun lalu menghadirkan Watson sebagai platform solusi komputasi kognitif yang bisa digunakan untuk membantu kinerja perusahaan berbagai industri, mulai dari kesehatan, pendidikan, keuangan, hingga gaya hidup.

Pada industri kesehatan, komputasi kognitif bisa banyak membantu dokter dalam mendiagnosa pasien. Hal ini seperti implementasi Watson Oncology di Bumrungard International Hospital, Thailand, di mana para dokter bisa menentukan jenis kanker dan rekomendasi pengobatan untuk pasiennya dengan analisa yang mendalam.

“Kami berharap para pelaku industri bisa mengerti mengenai solusi ini digunakan secara nyata dan manfaatnya bagi manusia. Pemanfaatan Watson bisa membuat industri di Indonesia lebih maju dalam menyambut masa depan digital. Sudah saatnya, harus proaktif untuk membuat industri menjadi lebih kompetitif,” ujar Gunawan.

Selain berupa workshop, pada acara tersebut juga dihadirkan pameran mengenai implementasi komputasi kognitif dan cloud platform seperti Watson Analytic, Watson IoT, Watson Commerce, Solusi IBM Power dan Smart City, Solusi IBM Power dan Analytic, Blochain, dan Watson IoT.

“Dengan pengguna internet yang telah mencapai 132 juta berdasarkan APJII di tahun 2016, saya yakin Indonesia punya peluang besar untuk bisa bertransformasi secara digital,” tandas Gunawan.