alexa
Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Alasan Sony Permasalahkan Model Bisnis Game Crossplay

Bermain game online di zaman ini menjadi sebuah keniscyaan bagi semua perangkat gaming. Tidak terkecuali game berbasis konsol seperti Playstation, Xbox, maupun Switch. Tiga konsol eksis yang mampu menjalankan game di ranah online. Tapi bagaimana jika gamer di tiga brand tersebut hendak bermain bersama lintas perangkat alias cross-platform-play (crossplay)?

Dalam praktiknya bermain bersama di lintas platform bukanlah perkara mudah. Bukan menilik dari sisi teknologi, melainkan kebijakan dari setiap perusahaan di dalamnya. Dan belakangan baru diketahui bahwa Sony termasuk pihak yang tidak menyetujui konsep bermain crossplay bagi Playstation. Berbeda dengan Microsoft maupun Nintendo yang sudah mempertemukan gamer Xbox dan Switch secara online.

Baca juga: Tips Menjadi Live Game Streamer Andal

Tutup Potensi Crossplay pada Fortnite

crossplay fortnite

Sony telah menutup potensi crossplay pada permainan Fortnite sejak tahun 2018. Membuat gamer berang dan meradang. Sampai akhirnya kini didapati sebuah informasi yang melatari hal tersebut. Yakni kekhawatiran Sony terhadap hilangnya potensi bisnis dan pendapatan dari cara bermain game semacam itu.

Informasi tentang ketidaksukaan Sony pada crossplay, terungkap dari email Epic Games kepada mereka. Yang diperlihatkan dalam persidangan kasus antara Epic Games melawan Apple, terkait monopoli App Store. Di mana Epic, sebagai pembuat Fortnite, sempat menawarkan perjanjian yang menguntungkan bagi Sony dan semua pihak. Namun hal itu ditolak Sony.

“Seperti anda ketahui, banyak perusahaan mengeksplorasi ide ini (crossplay) dan tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana crossplay mampu meningkatkan bisnis Playstation,” ujar Gio Corsi, Senior Director Sony, yang menjabat saat itu.

Sony Menginginkan Kompensasi dari Crossplay

crossplay
Kebijakan bermain lintas platform milik Sony memungkinkan adanya kompensasi bisnis.

Pada tahun 2019, Sony kemudian memutuskan untuk terbuka pada crossplay. Dengan syarat mereka bisa mendapatkan kompensasi dari para kompetitor yang menginginkan gamer Playstation, untuk bermain bersama. Itu didapati pada dokumen bertajuk “cross-platform-policy” yang diterbitkan Sony Interactive Entertainmet.

“Dalam beberapa kasus Epic harus membayar biaya tambahan ke Sony. Jika seseorang bermain menggunakan Playstation, tapi membayar melalui iPhone maka hal ini dapat memicu kompensasi tersebut,” ujar Tim Sweeney, CEO Epic Games. Hal itu harus dilakukan jika Epic Games menginginkan fitur crossplay game Fortnite di Playstation.

Pada dokumen tertulis jika Sony melakukan tuntutan kompensasi jika target pendapatan berada di bawah 85% dari yang diharapkan. Artinya gamer yang bermain lintas konsol di Playstation, harus tetap melakukan transaksi mikro lewat sistem yang sama. Jika gamer membeli item di toko selain milik Playstation, hal itu bisa jadi masalah.

Tinggalkan komen