Denpasar, Gizmologi – Infinix Note 60 Series resmi dibawa ke pasar Tanah Air, mereka juga menawarkan model standar dan Pro. Menariknya, varian Pro menjadi perangkat pertama Infinix sejak 2019 yang menggunakan chipset Snapdragon, sebuah langkah yang cukup jarang dilakukan brand ini dalam beberapa tahun terakhir.
Infinix Note 60 Pro ditenagai Snapdragon 7s Gen 4 berbasis fabrikasi 4nm, dipadukan RAM hingga 12GB dan penyimpanan 256GB. Perangkat ini juga dibekali sistem pendingin vapor chamber 3D IceCore berukuran 4.758mm² yang diklaim mampu menurunkan suhu hingga 3°C saat gaming intensif. Fokus performa ini menunjukkan Infinix ingin mendorong seri Note ke level yang lebih kompetitif di kelas menengah.
Di sisi lain, model reguler Infinix Note 60 hadir dengan chipset Dimensity 7400 Ultimate, tetap membawa layar OLED 144Hz yang sama seperti versi Pro. Dengan pendekatan ini, Infinix tampaknya mencoba menjaga keseimbangan antara fitur premium dan harga yang lebih terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami memang memberikan banyak peningkatan untuk Infinix Note 60 Series ini. Bahkan, kami juga percaya bahwa ini akan menjadi smartphone yang tergolong ‘sweet spot’ untuk mendapatkan smartphone yang tidak hanya andal dari segi performa, tetapi juga smartphone dengan segudang fitur yang siap membantu para pengguna,” ujar Sergio Ticoalu, Head of Marketing Infinix Indonesia.
Baca Juga: Mengintip Desain dan Spesifikasi iQOO 15R, Siap Rilis Resmi 25 Februari
Fitur Unik Jadi Pembeda Infinix Note 60 Series, dari Layar Belakang hingga Baterai

Salah satu fitur paling mencolok pada Infinix Note 60 Pro adalah Active Matrix Display, layar kecil bergaya dot di modul kamera belakang yang bisa menampilkan notifikasi, emoji animasi, hingga mini game sederhana. Pendekatan ini jelas menambah unsur gimmick sekaligus diferensiasi desain dibanding kompetitor.
Namun fitur yang lebih menarik secara teknis adalah Battery Self-Healing Technology. Infinix mengklaim teknologi ini mampu memperbaiki micro-crack pada baterai menggunakan arus rendah, sehingga kesehatan baterai bisa pulih sekitar 1% setiap 200 siklus pengisian. Dengan klaim daya tahan hingga enam tahun pemakaian normal, ini menjadi salah satu inovasi yang jarang ditemui di smartphone kelas menengah.



Meski demikian, efektivitas nyata teknologi tersebut masih perlu pembuktian jangka panjang di penggunaan sehari-hari, terutama karena klaim umur baterai biasanya sangat bergantung pada pola penggunaan pengguna.
Spesifikasi Tinggi, Tapi Persaingan Tetap Ketat

Kedua perangkat Infinix Note 60 Series membawa layar OLED 6,78 inci 144Hz dengan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits, perlindungan Gorilla Glass 7i, serta baterai besar hingga 6.500mAh. Note 60 Pro unggul dengan pengisian cepat 90W, sementara model standar 45W, tetapi keduanya sudah mendukung wireless charging 30W yang masih jarang di segmen ini.
Kamera utama 50MP dengan OIS, sertifikasi IP64, speaker stereo JBL, hingga fitur tambahan seperti IR blaster dan sensor kesehatan di tombol samping menjadi paket yang cukup lengkap. Bahkan varian Torino Black dari Pro dirancang bersama rumah desain legendaris Pininfarina, menambah nilai estetika.
Meski begitu, tantangan terbesar tetap ada pada positioning harga. Jika Infinix mampu menawarkan harga agresif, Note 60 Series berpotensi menarik perhatian besar. Namun jika terlalu dekat dengan kompetitor yang punya brand value lebih kuat, konsumen mungkin akan mempertimbangkan opsi lain di kelas yang sama.
Kamera yang Juga Ditingkatkan

Kamera sudah menggunakan 50P OIS dan Night Master Camera. Kemudian, 8MP Ultra-Wide Camera dengan tambahan teknologi Flick Sensor. Maka dari itu, Infinix Indonesia juga menjamin bisa menciptakan smartphone yang juga memiliki kualitas kamera yang juga maksimal.
Live Photo Mode juga pada akhirnya hadir di Infinix Note 60 Series, sehingga para pengguna bisa mendapatkan foto yang bergerak. Selain itu, pengguna bisa mengubah foto menjadi sebuah GIF atau MP4, yakni berupa video pendek. Infinix memang berambisi untuk menghadirkan sebuah smartphone all-rounder yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh beragam pasar, tidak hanya untuk para gamer, melainkan untuk masyarakat luas yang memerlukan smartphone dengan kamera yang mumpuni.
Untuk keperluan video juga memiliki Super Night, 2X Lossless Portrait, Ultra-Wide video, 4K Pro Level Video, dan Infinix AI Studio. Jadi, pengguna bisa mendapatkan kualitas video yang semakin maksimal, dan para kreator bisa langsung mengunggah video karena mereka menekankan hasil video yang dihasilkan sudah “Ready-to-Post”.
Infinix AI Glasses

Selain dari Infinix Note 60 Series, mereka juga membawa Infinix AI Glasses. Kabarnya ini merupakan sebuah kacamata pintar pertama yang dihadirkan oleh Infinix, dan Sergio Ticoalu juga menjelaskan bahwa kaacamata ini akan memanfaatkan teknologi AI. Mulai dari Live Translation untuk kebutuhan mendasar. Jadi, kacamata ini bisa sangat berguna ketika pengguna berada di luar negeri dan tidak jarang akan terkendala bahasa.
Kacamata ini dibanderol denngan harga Rp1.999.000 dan berdasarkan pernyataan resmiInfinix Indonesia, AI Glasses ini sudah bisa dibeli lewat berbagai marketplace resmi di Indonesia.
Harga Infinix Note 60 Series

| Infinix Note 60 (8GB/256GB) | Rp4.499.000 | Rp4.099.000 (Harga special untuk first sell) |
| Infinix Note 60 Pro (12GB/256GB) | Rp5.999.000 |
| Infinix Note 60 Pro (8GB/256GB) | Rp5.499.000 |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



