Intel Bakal Investasi Rp1,3 Kuadraliun Buat Atasi Kelangkaan Chip

Jakarta, Gizmologi – Intel berencana untuk membangun fasilitas pembuatan chip baru di Eropa. Pembangunan manufaktur ini kabarnya menelan biaya hingga US$95 miliar atau sekitar Rp1,3 kuadriliun untuk mengatasi krisi pasokan chip global.

Chief Executive Officer Intel, Pat Gelsinger mengatakan proyek ini berpotensi untuk meningkatkan total investasi selama sekitar satu dekade hingga 80 miliar Euro (Rp1,3 kuadriliun). Fasilitas tersebut diperkirakan akan memenuhi permintaan semikonduktor untuk komputer, mobil, dan gadget yang belakangan melonjak.

“Era baru permintaan semikonduktor yang berkelanjutan ini membutuhkan pemikiran yang berani dan besar,” kata Gelsinger saat menghadiri acara industri otomotif di Munich, dikutip dari The Wall Street Journal, Rabu (8/9/2021).

Sementara kompetitor Intel, yakni Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) juga berencana menginvestasikan US$100 miliar (Rp1,4 kuadriliun) untuk menggenjot kapasitas produksi chip selama tiga tahun ke depan. Sedangkan, Samsung pada bulan lalu mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan investasi dengan sepertiga menjadi lebih dari US$205 miliar (Rp2,9 kuadriliun) agar bisa memimpin industri manufaktur chip.

Baca Juga: Masih di Blacklist, Huawei Justru dapat Izin Pembelian Chip Otomotif dari AS

Kelangkaan Pasokan Chip Global

2nm chip
2nm chip IBM

Kekurangan chip global telah memukul banyak produsen teknologi, baik smartphone, laptop hingga kendaraan pintar. Bahkan vendor otomotif seperti Toyota terpaksa memangkas produksi sebesar 40%, lantaran kelangkaan pasokan chip di seluruh dunia.

Gelsinger menyebut keseluruhan pasa untuk industri manufaktur chip akan kembali pulih pada dekade berikutnya. Mengingat kebutuhan chip semikondukto di kendaraan pintar akan berkembang dua kali lipat dibanding saat ini.

Di sisi lain, ekspansi manufaktur Intel di Eropa menjadikannya sebagai produsen chip utama. Apalagi rencana produksi semikonduktor tidak hanya untuk keperluan perusahaan sendiri tetapi juga perusahaan lain seperti raksasa ponsel Qualcomm dan penyedia komputasi awan Amazon.

Gelsinger memulai upaya tersebut pada bulan Maret dengan janji untuk membangun dua pabrik di Arizona dengan biaya US$20 miliar (Rp285 triliun) dan sejak itu menambahkan upaya perluasan senilai US$3,5 miliar (Rp49 triliun) di New Mexico.

Lokasi baru pembuatan chip di Eropa pada akhirnya dapat menampung hingga delapan pabrik, kata Gelsinger. Intel juga berencana untuk memutuskan lokasi pabrik baru di AS pada akhir tahun.

Tinggalkan komen