alexa

Masih di Blacklist, Huawei Justru dapat Izin Pembelian Chip Otomotif dari AS

Jakarta, Gizmologi – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah menyetujui permohonan lisensi Huawei untuk pembelian chip sebagai komponen mobil pintar yang sedang dikembangkannya. Disebutkan nilai pembelian chip otomotif tersebut bernilai ratusan juta dolar AS.

Hal ini terbilang kontradiksi, mengingat perusahaan telekomunikasi asal China itu masuk daftar hitam perusahaan di AS, sejak pemerintahan Presiden Donald Trump. Bahkan di bawah kepemimpinan Joe Biden, AS justru mempertegas garis ekspor untuk Huawei saat mengajukan permohonan pembelian chip yang akan digunakan di gawai 5G buatan mereka.

Dilaporkan Reuters, salah seorang sumber mengatakan AS memberikan wewenang kepada pemasok untuk menjual chip ke Huawei sebagai komponen kendaraan seperti layar video dan sensor. Bahkan sumber lain menyebutkan AS menjamin lisensi untuk pembelian chip kendaraan yang kemungkinan memiliki kapabilitas terkoneksi dengan 5G.

Terkait kabar tersebut, juru bicara Departemen Perdagangan AS mengatakan pemerintah terus secara konsisten menerapkan kebijakan lisensi. Sekalipun chip otomotif yang diekspor umumnya tidak dianggap canggih.

“untuk membatasi akses Huawei ke komoditas, perangkat lunak, atau teknologi untuk kegiatan yang dapat membahayakan keamanan nasional AS dan kepentingan kebijakan luar negeri.”

Di sisi lain, seorang juru bicara Huawei menolak mengomentari permohonan lisensi tersebut. “Kami memposisikan diri sebagai penyedia komponen baru untuk kendaraan terhubung yang cerdas, dan tujuan kami adalah membantu OEM mobil (produsen) membangun kendaraan yang lebih baik,” kata sumber di Huawei.

Baca Juga: Lepas dari Huawei, Honor (Masih) Terancam Blacklist Amerika Serikat

Bisnis Otomotif Huawei

Mobil Listik
ilustrasi mobil listrik Huawei (Pocketnow)

Departemen Perdagangan AS sendiri, masih menempatkan Huawei dalam daftar hitam sejak 2019. Keputusan itu diambil karena masalah mata-mata pihak China, sekalipun Huawei telah membantah tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Huawei melaporkan penurunan pendapatannya sejak paruh pertama tahun 2021. Terlebih masalah pembatasan dagang yang dilakukan AS, memaksa Huawei menjual atau melepas sebagian aset dari bisnisnya.

Menggarisbawahi usaha Huawei untuk memproduksi mobil pintar, Richard Barnett, chief marketing officer dari konsultan elektronik global Supply Frame, mengatakan jika mereka akan memulai babak awal dengan berinvestasi di pasar otomotif senilai US$ 5 triliun dan memiliki potensi pertumbuhan besar baik di dalam maupun di luar China.

“Mobil dan truk sekarang adalah komputer di atas roda,” kata Barnett, “Konvergensi itulah yang mendorong fokus strategis Huawei untuk menjadi pemain yang lebih besar di bidang itu,” seperti dikutip dari South China Morning Post.

Tinggalkan komen