Jakarta, Gizmologi – Pemilihan Umum (Pemilu) akan berlangsung dalam waktu dekat, kemarin (4/2/2024) para calon Presiden Republik Indonesia telah menyelesaikan debat kelima atau terakhir mereka. Para capres menyampaikan pendapat mereka dari berbagai isu, termasuk isu Teknologi Informasi.
Debat Pilpres 2024 ini berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta yang ditayangkan di stasiun televisi swasta dan juga bisa ditonton secara online. Hasil debatnya membawa banyak gagasan yang menarik untuk masa depan Indonesia.
Kemajuan teknologi informasi untuk Indonesia cukup penting di tengah gempuran digitalisasi di segala bidang. Maka dari itu, janji atau gagasan dari para capres cukup bisa menjadi gambaran kamu bisa menentukan pemimpin yang tepat untuk negara ini.
Baca Juga: Cara Agar Kamu Terhindar dari Ancaman Online di Tengah Hadirnya Teknologi Baru
Janji Capres Soal Pembangunan Pabrik HP di Indonesia
Di dalam debat, panelis bertanya soal langkah strategis pasangan calon (paslon) dalam pembangunan pabrik hp di dalam negeri untuk membangun kedaulatan manufaktur telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia.
Berikut ini janji para capres RI:
Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan gagasan peningkatan kualitas manusia dan inovasi sektor teknologi informasi secara pairing atau berpasangan dengan mendatangkan pakar untuk alih teknologi bersama. Ia juga memaparkan perlunya investasi padat karya di sektor teknologi informasi yang didukung dengan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. Menurutnya, hal itu dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Yang tak kalah penting adalah terkait pembangunan ini adalah perlindungan atas hak intelektual yang nanti akan terkait industri manufaktur terkait di sini,” kata Anies.
Lalu capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menanggapi pertanyaan tersebut dengan mengatakan perlu kehendak politik jika ingin membangun pabrik yang diperkirakan membutuhkan dana setengah triliun Rupiah. Ia juga mengatakan perlu mendidik anak Indonesia di bidang sains, teknologi, engineering dan matematika. Untuk hal tersebut Prabowo memberitahukan program miliknya yaitu memberi 10 ribu beasiswa untuk kedokteran dan bidang sains teknologi untuk dikirim ke luar negeri.
“Yang penting kehendak politik, ya bangun pabrik itu,” ujar Prabowo.
Berlanjut ke capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada industri swasta yang membuat gawai atau gadget. Ia mengatakan harga barang dari pabrik itu lebih terjangkau dan bisa membantu produsen dalam negeri jika masuk ke ekatalog.
“Kita bisa menugaskan kepada PT LEN kalau nggak salah dulu pernah akan dibuat ini, satu komputer, satu laptop maksimum Rp 1 juta,” ucapnya.
Ganjar melanjutkan pemerintah harus memberi penugasan yang jelas untuk produksi teknologi industri. Dia mengatakan pemerintah juga bisa menggandeng merek-merek besar untuk membuat pabrik di Indonesia dan India pernah melakukannya. Dengan begitu, transformasi pengetahuan, teknologinya bisa dilakukan, ia meyakini hal itu dapat membuat Indonesia bisa tidak terlalu tergantung pada impor produk teknologi informasi.
Anies menanggapi lagi apa yang diungkap oleh Ganjar. Dia mengatakan negara merupakan regulator dalam hal ini.
“Ketika sampai kepada kegiatan praktis, maka pendekatannya kolaboratif. Negara adalah regulator, dan negara memberikan ekosistem yang sehat. Panggil pelaku yang selama ini terlibat, baik swasta maupun BUMN, sampaikan ada kebutuhan membangun pabrik telepon seluler,” ujarnya.
Capres nomor urut 1 itu menambahkan bahwa bukan negara yang membangun. Negara tugasnya harus menyiapkan apa yang dibutuhkan mulai dari kemudahan perizinan, modal ataupun urusan pajak.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





