Jakarta, Gizmologi – Pasca pandemi COVID-19, kini masyarakat memiliki sistem atau gaya kerja yang lebih variatif dibandingkan sebelumnya, salah satunya termasuk remote working atau work from anywhere sampai hybrid working. Faktor tersebut menjadi salah satu dari sekian banyak alasan masyarakat Indonesia kini lebih berminat untuk bekerja di luar negeri.
Fakta tersebut berhasil didapatkan lewat laporan yang baru saja dirilis oleh Jobstreet by SEEK, bekerja sama dengan Boston Consulting Group, The Network, serta The Stepstone Group. Laporan eksklusif berjudul “Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja” berhasil mengambil data dari sekitar 150 ribu partisipan survei global—lebih dari 10% di antaranya mencakup tenaga kerja Indonesia.
Berdasarkan survei yang dilakukan sepanjang 2023 tersebut, diketahui bila setidaknya 67% masyarakat Indonesia memiliki keinginan tinggi untuk bekerja di luar negeri, setara dengan rata-rata kawasan Asia Tenggara yang mencapai 68%.
Turut memaparkan hasil laporan tersebut, Wisnu Dharmawan, Sales Director – Indonesia, Jobstreet by SEEK mengatakan bila pihaknya telah menyediakan pekerjaan-pekerjaan yang juga tersedia di luar negeri lewat platform-nya, terintegrasi dan tidak hanya di Indonesia saja. Sebaliknya, para pencari kerja juga bisa mendapatkan pelamar dari negara lain.
Baca juga: JobStreet Ungkap Kebutuhan Perusahaan Akan Talenta Digital di Indonesia Sangat Tinggi
Gaji dan Kualitas Hidup Menjadi Faktor Penentu

Lebih lanjut terkait tren pelamar kerja dari Indonesia, 32% dari mereka memilih Jepang sebagai negara tujuan untuk bekerja, diikuti sejumlah negara maju lainnya seperti Australia, Singapura, dan Jerman. Menariknya, 29% responden mengatakan bila preferensi mereka untuk bekerja di luar negeri hanya dalam jangka menengah, alias berniat untuk kembali ke Indonesia setelah lebih dari 3 tahun. Untuk jangka panjang, berada di 20%.
Menurut Wisnu, hal tersebut menjadi salah satu “keunikan” pelamar kerja dari Indonesia, karena lebih banyak yang memilih berencana kembali ke negaranya. Lantas apa saja yang membuat mereka ingin bekerja di luar negeri? Ada beberapa faktor yang bisa dijadikan benefit, ditawarkan oleh sejumlah negara “favorit”.
“Income (gaji), kualitas hidup dan lainnya itu mirip antara Australia dan Jepang. Transportasi publik mudah, kualitas udara bagus, pemasukan stabil, dan tidak terpengaruh besar oleh politik,” jelas Wisnu dalam sebuah kesempatan luring (4/6).

Ia menambahkan, jenis pekerjaan seperti sains & teknik mesin menjadi topik pekerjaan yang lebih diminati kalau di luar negeri, salah satunya karena pengembangan teknologi lebih maju. Namun begitu, bagi sejumlah perusahaan, merekrut pekerja dari dalam negeri juga lebih diminati. Salah satunya karena proses lebih mudah untuk bergabung dan lainnya.
Namun situasi tersebut juga dapat berubah karena batasan tertentu, salah satunya adalah talent atau pelamar kerja yang “harganya” kompetitif dari dalam atau luar negeri. Wisnu mengatakan, dibutuhkan perencanaan tenaga kerja yang strategis untuk perusahaan lokal. Agar tidak ada risiko short of talent karena penawaran di luar negeri lebih menarik.
Indonesia Naik Peringkat, Semakin Diminati Pekerja Asing

Selain bekerja di luar negeri, tren yang juga meningkat adalah bekerja di perusahaan luar negeri, namun secara remote—sebuah sistem kerja yang sangat jarang diminati sebelum pandemi berlangsung. Haikal Siregar, Managing Director, Boston Consulting Group Indonesia menambahkan bila hal tersebut sangat sulit untuk ditemukan atau ditawarkan, terutama di era sebelum platform pencarian kerja seperti Jobstreet by SEEK tersedia.
“Untuk mempersiapkan diri menghadapi ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja, perusahaan dapat mempraktikkan perencanaan tenaga kerja yang lebih strategis mengikuti preferensi para pencari kerja global untuk pasar Indonesia,” jelas Haikal. Menariknya, di 2023, Indonesia naik peringkat dari posisi 51 ke 33, sebagai negara tujuan yang diminati pekerja luar negeri.
Beberapa faktor di antaranya seperti budaya yang ramah, kualitas hidup, kualitas peluang kerja, lingkungan ramah keluarga, serta pendapatan dan biaya hidup sesuai. Mayoritas pekerja yang tertarik untuk bekerja di dalam negeri berasal dari sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan India.
Secara global, hingga 2024, Australia masih menjadi negara yang paling dituju untuk pekerja. Namun untuk kota, London menempati peringkat pertama, diikuti Amsterdam dan Dubai di posisi kedua dan ketiga. Terdapat faktor ekstrinsik dan intrinsik tertentu mengapa profesional memilih untuk bekerja di sebuah negara tertentu.
Untuk faktor ekstrinsik, tiga tertinggi adalah kualitas peluang kerja, perbandingan pemasukan dan biaya hidup, serta peluang untuk mendapatkan kewarganegaraan. Lain halnya dengan faktor intrinsik seperti bahasa yang familiar, atau faktor lain seperti adanya keluarga maupun relasi yang tinggal di negara tersebut, termasuk dominasi kewarganegaraan sejenis.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




