Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kapasitas Mesin CEIR Dikabarkan Tersisa untuk 55 Juta Nomor IMEI

3 4.146

Peraturan untuk registrasi IMEI bagi perangkat handphone, komputer genggam dan tablet (HKT) telah diberlangsungkan sejak beberapa bulan lalu di Indonesia. Hal tersebut secara umum bertujuan baik, mencegah penggunaan perangkat non-resmi dan tingkatkan pendapatan negara. Namun seringkali menambah masalah baik bagi produsen maupun konsumen.

Kali ini, isu yang naik kembali seputar kapasitas mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR). Sempat hampir penuh dan lancar kembali, per hari ini (24/11) statusnya dikabarkan hanya tersisa untuk menampung 55 juta nomor IMEI lagi. Sejak awal, mesin tersebut memang hanya dirancang untuk menampung sekitar 1,2 miliar nomor IMEI.

Baca juga: Sempat Penuh, Kominfo: Mesin CEIR Bisa Daftarkan IMEI Kembali

Butuh Biaya Mahal Untuk Tingkatkan Kapasitas Mesin CEIR

Jumlah tersebut memang terdengar kecil, terutama bagi masyarakat Indonesia yang tidak kalah konsumtif, di mana satu orang bisa memiliki lebih dari satu perangkat HKT yang mendukung konektivitas jaringan 4G. Dikutip dari detikINET, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir mengatakan bila diperlukan penambahan kapasitas pada mesin CEIR agar optimal.

Ia menyebutkan, setidaknya mesin CEIR harus bisa menampung sampai 2 miliar nomor IMEI, agar kembali bisa berjalan secara optimal. Dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Asosiasi Internet of Things (IoT), juga dikeluhkan bila perangkat IoT ikut tidak bisa berfungsi karena terblokir IMEI.

Saat ini, mesin CEIR masih berada di tangan ATSI, dan rencananya akan dipindahtangan ke pemerintah. Untuk mendukung aturan IMEI, operator seluler yang tergabung di ATSI telah mengeluarkan dana sebesar USD 14 juta dalam pengadaan CEIR dan EIR.

Marwan menambahkan, untuk meningkatkan kapasitas mesin CEIR, dibutuhkan dana yang cukup besar agar bisa mencapai daya tampung 2 miliar nomor IMEI perangkat HKT. Estimasi biayanya berkisar antara Rp6 miliar sampai Rp7 miliar. Rasanya peningkatan kapasitas ini memang sangat dibutuhkan, bahkan secara berkala untuk hindari permasalahan yang ada saat ini.

Sempat Menjadi Masalah Untuk Beberapa Produsen Smartphone

Desain ROG Phone 3

Sebelumnya, kapasitas penuh pada mesin CEIR ini juga telah menimbulkan masalah ke sejumlah produsen. Beberapa unit flagship gaming ASUS ROG Phone 3 dikeluhkan tidak mendapatkan sinyal, baik di SIM 2 atau kedua slot SIM, yang diduga karena belum terinput di mesin CEIR. ASUS terpaksa harus berikan perpanjangan garansi sebagai kompensasi atas masalah tersebut.

Bahkan OPPO Indonesia sempat menghentikan operasi pabriknya mulai akhir September hingga pertengahan Oktober 2020, karena alasan yang sama. Baru pada akhir bulan Oktober, produsen smartphone asal Shenzhen, China tersebut bisa kembali produksi perangkatnya kembali.

Saat itu, Aryo Meidianto selaku PR Manager OPPO Indonesia menyebutkan bila permasalahan ini belum seutuhnya teratasi. “Kami berharap pemerintah tetap konsisten pada jalur penyelesaian masalah terhadap IMEI dan CEIR ini, mengingat masih ada beberapa pengajuan baru IMEI kami yang belum disetujui,” ujar Aryo lewat pernyataan resmi (26/10).