Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Stok Sempat Kosong Karena CEIR, Pabrik OPPO Kembali Produksi Smartphone

1 1.466

Regulasi IMEI untuk memberantas ponsel BM (Black Market) yang berlaku sejak 18 April 2020 lalu masih menuai masalah hingga saat ini. Permasalahan teknis masih saja terjadi, terlihat dari kurang siapnya mengembangkan sistem yang sebenarnya bertujuan baik tersebut. Sehingga proses penerapannya pun molor berbulan-bulan, hingga pertengahan September 2020.

Apakah setelah diterapkan kemudian prosesnya lancar. Ternyata tidak juga. Bahkan masalah baru muncul kembali. Mesin CEIR (Central equipment identity register) sebagai salah satu alat yang difungsikan sebagai instrumen pengendalian IMEI ternyata penuh. Akibatnya, banyak smartphone baru yang meski legal dari produsen, tidak bisa berfungsi normal karena tidak ada sinyal operator yang muncul.

Kabar soal mesin CEIR yang hampir penuh ini diprediksi akan mengancam pertumbuhan industri smartphone dalam negeri. Risky Febrian, analis pasar dari IDC, sebagaimana dilansir dari KompasTekno memprediksi angka pengiriman ponsel di Indonesia akan menurun pada kuartal keempat (Q4) 2020.

Meski pemerintah mengklaim bahwa mesin CEIR sudah kembali lega dan vendor bisa mendaftarkan nomor IMEI perangkatnya, Risky menilai solusi itu hanya bersifat sementara. Sebab, kapasitasnya tetap akan sangat terbatas. Solusi ini diprediksi hanya bisa mengatasi masalah dala satu hingga dua bulan ke depan saja.

Lebih jauh lagi, dampak dari drama CEIR tersebut sampai menggangu operasional produksi dari para produsen smartphone. Baik brand lokal maupun global mengeluhkan permasalahan IMEI dan CEIR. Tak terkecuali OPPO  Indonesia yang pabriknya sampai berhenti beroperasi sejak akhir September hingga pertengahan Oktober 2020. Akibatnya, terjadi kelangkaan stok sejumlah seri smartphone OPPO di pasaran. Kabar terakhir, hari ini OPPO sudah mulai bisa memproduksi perangkatnya kembali.

Pabrik OPPO Mulai Beroperasi

Aryo Meidianto, PR Manager OPPO Indonesia menyatakan pihaknya bersyukur karena pabrik OPPO bisa memproduksi perangkat kembali. “Akhirnya kami bisa menutup kekosongan stock yang terjadi di belakangan ini, sekaligus melanjutkan program-program menarik setidaknya hingga akhir tahun ini,” kata Aryo.

“OPPO Indonesia kembali dapat berproduksi perangkat smartphone yang sebelumnya sempat tertahan. Memang permasalahan ini belum 100% teratasi. Namun setidaknya kami dapat mengatasi kelangkaan stok yang mulai terjadi di pasar. Sambil memohon maaf terutama kepada konsumen setia kami, jika menemui kelangkaan stock yang terjadi di pasar, ” demikian bunyi pernyataan resmi dari OPPO Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa permintaan terhadap Reno4 dan Reno4 F di sejumlah daerah cukup tinggi. Sejumlah dealer di daerah sudah mengutarakan kekhawatiran karena stok mulai kosong. Sebab, minat kedua ponsel tersebut sangat tinggi.

“Kami berharap pemerintah tetap konsisten pada jalur penyelesain masalah terhadap IMEI dan CEIR ini, mengingat masih ada beberapa pengajuan baru IMEI kami yang belum disetujui sampai hari ini,” imbuhnya.

Rencana Pembukaan Pabrik Baru

Di saat industri smartphone tengah berjibaku dengan masalah CEIR, OPPO yang juga mengalami masalah serupa, memiliki rencana besar investasi di Indonesia. Mereka akan berinvestasi dengan membuka sekitar 8.000 lapangan pekerjaan di Kota Tangerang, mulai dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Sarjana (S1).

Pabrik Oppo yang ada saat ini berlokasi di Mauk memiliki luas kurang lebih 2,7 hektar. Lahan seluas itu, saat ini menampung sekitar 1.000 – 2.000 karyawan pabrik. Jika Oppo akan menambah 8.000 pekerja seperti yang diklaim oleh Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, maka Oppo membutuhkan lahan yang lebih luas. Meski demikian, belum diketahui apakah Oppo akan memperluas pabrik yang telah ada, menambah pabrik baru di lokasi lain, atau merelokasi dengan menutup pabrik lama dan membangun pabrik baru yang lebih luas.

Baca juga: Review OPPO Reno4 F: Tetap Stylish, Harga Lebih Murah