alexa

Kementerian Hukum dan HAM Adopsi AI IBM Buat Kurasi Paten di Indonesia

Jakarta, Gizmologi – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengadopsi teknologi Artificial intelligence (AI) buatan IBM untuk memudahkan proses pendaftaran Paten dan Merek Dagang.

Direktur Teknologi Informasi DJKI, Kemenkumham, Sucipta mengatakan, pengaplikasian teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melacak pembaruan paten dengan lebih cepat dan mudah, sehingga menghindari duplikasi paten terdaftar.

“Komitmen kami adalah membangun sistem pelayanan publik berbasis digital, bersama dengan menguatkan sisi sumber daya manusia dan teknologinya. Teknologi ini tentu harapannya bisa memberi kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sucipta, Selasa (14/9).

Dipaparkannya bahwa pada tahun 2019, jumlah permohonan baru kekayaan intelektual secara manual mencapai 27.837 dokumen, sedangkan di tahun 2020 jumlah permohonan baru kekayaan intelektual yang masuk secara online per akhir Juni berjumlah 54.609. Sehingga membutuhkan solusi teknologi yang mumpuni untuk bisa memproses karya, paten dan merek dagang terdaftar.

“Melalui inovasi dan kemudahan untuk pendaftaran hak paten ini, tentunya kita bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih hasil pemikiran dan ciptaan seorang inventor harus dihargai agar mereka bisa terus berkarya,” paparnya.

Hybrid Cloud IBM

IBM
Melalui kompetisi ini diharapkan dapat menemukan solusi iklim (Global Fintech Series)

Untuk itu DJKI mengadopsi teknologi anyar melalui kerjasama dengan IBM Power Systems Virtual Servers yang mendukung teknologi Hybrid Cloud dan AI pada portofolio luas solusi berbasis POWER, termasuk server yang dipercepat GPU untuk membantu mempercepat adopsi hybrid cloud.

Strategi hybrid cloud ini belakangan kerap digunakan untuk mengoptimalkan segala hal, mulai dari rantai pasokan hingga penjualan, termasuk rekam data untuk kantor paten agar tetap kompetitif dan mudah dijangkau dengan teknologi canggih.

“Dengan menyediakan IBM Power System Virtual Servers yang mendukung teknologi Hybrid Cloud untuk DJKI, kami menyediakan peta jalan (roadmap) solusi AI yang dapat meningkatkan kualitas layanan publik dengan pemrosesan Paten dan Merek Dagang yang fleksibel dan cepat,” kata Presiden Direktur IBM Indonesia, Tan Wijaya.

Dijelaskannya, IBM Power System Virtual Servers berorientasi pada data yang tersimpan di cloud public. Sehingga dapat sejalan dengan sistem pendaftaran online aplikasi IPROLINE untuk tetap mengolah data secara private.

“Kedepannya teknologi AI ini bisa mengembangkan ekosistem Inovasi yang mendukung transformasi digital, khususnya dalam pemrosesan Paten dan Merek Dagang,” imbuhnya.

Tinggalkan komen