Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

64 % Remaja Asia Tenggara Mengalami Risiko Internet, TikTok Luncurkan Toolkit Keamanan Keluarga

0 56

Platform media sosial TikTok, bersama lembaga pengembangan kecerdasan digital internasional, DQ Institute, kembali berkolaborasi. Mereka meluncurkan Toolkit Keamanan Keluarga TikTok. Toolkit ini berisi panduan dan tool bagi orangtua dalam memahami pengasuhan anak secara digital sebagai upaya menciptakan lingkungan siber aman ini sudah dapat diakses di Pusat Keamanan TikTok.

Diluncurkan bertepatan dengan Hari Internet Aman Sedunia 2021, Toolkit Keamanan Keluarga TikTok merupakan kolaborasi kedua antara TikTok dan DQ Institute. Sebelumnya mereka terlibat dalam pembentukan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik (Asia Pacific Safety Advisory Council) pada September 2020 lalu.

Program Toolkit Keamanan Keluarga TikTok menyerukan upaya bersama dalam menciptakan internet sebagai tempat yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, terutama anak dan remaja. TikTok memandang Literasi Digital DQ Institute sangat tepat untuk menunjukkan komitmen terhadap keamanan sebagai elemen yang sangat penting pada industri teknologi.

Baca juga: TikTok Cash Resmi Diblokir Kominfo, Janjikan Uang dengan Tonton Video Ala Vtube

Pemberdayaan Orang Tua pada Toolkit Keamanan Keluarga TikTok

TikTok
TikTok luncurkan Toolkit Keamanan Keluarga

Menurut pendiri DQ Institute, Yuhyun Park, pada hasil Child Online Safety Index 2020, sebanyak 64 % remaja Asia Tenggara pernah mengalami setidaknya satu risiko dunia maya, seperti perundungan maya, kontak berisiko, dan konten berisiko.

“Inilah alasan Toolkit Keamanan Keluarga TikTok menjadi sangat penting. Kami ingin memberdayakan orangtua dengan tips pengasuhan digital yang sederhana juga praktis untuk mendukung aktivitas digital anak remaja mereka dalam menavigasi TikTok dengan aman dan bertanggung jawab,” kata Yuhyun.

Berdasarkan hasil riset Alvara Research Dalam satu hari, waktu pengguna dalam mengakses internet di Indonesia meningkat dari empat hingga enam jam per hari menjadi lebih dari tujuh dalam per hari. Ini membuat peningkatan yang signifikan terkait konsumsi internet masyarakat pada Juni 2020. Kalangan remaja menjadi kelompok masyarakat yang mendominasi pengguna internet di Indonesia. TikTok melihat fenomena ini patut menjadi perhatian bagi orangtua untuk turut berperan membimbing aktivitas anak remajanya di dunia maya.

Kepala Pusat Penguatan Karakter, Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud), Hendarman, mengatakan literasi digital adalah aset yang sangat besar dalam cita-cita membangun sumber daya manusia unggul. Selain itu, ia menekankan terciptanya sinergi antara orang tua dan anak dalam upaya membangun generasi cerdas berkarakter Indonesia yang maju bermartabat dan merujuk Profil Pelajar.

“Kami akan terus memberikan dorongan untuk terciptanya sinergi antara orangtua dan anak di ranah digital dalam upaya membangun penguatan karakter anak,” ungkap Hendarman.

Hal senada pun diungkapkan oleh Intan Gurnita Widiatie. Ibu dari lima anak yang juga dikenal sebagai CEO Label Musik Sorai, mengungkapkan perlu adanya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak mereka. “Hadirnya Toolkit ini tentu akan sangat membantu orangtua dan wali untuk mendapatkan gambaran tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk membimbing anak remajanya menjadi warga digital yang bijak,” kata Intan.

Toolkit Keamanan Keluarga TikTok berisikan 10 tips tentang pengasuhan digital pada anak remaja yang mudah diterapkan oleh orangtua untuk aktivitas di platform digital mana pun, tidak hanya untuk platform TikTok saja agar mereka menjadi warga digital yang baik.

Sumber Edukasi dan Panduan Orang Tua

Selain itu, Toolkit ini dapat memberikan panduan lengkap mengenai alat keamanan keluarga yang dapat digunakan oleh orangtua. Melalui fitur Pelibatan Keluarga (Family Pairing), dapat memungkinkan akun orangtua dan akun anak remaja terhubung, sehingga aktivitas daring mereka dapat terkontrol dengan baik.

Head of Public Policy TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina, Donny Eryastha, mengungkapkan akan terus mengaungkan toolkit demi kepentingan bersama. “Perhatian kami kini berfokus pada pengembangan kebijakan, investasi teknologi, dan tim moderasi agar TikTok tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk seluruh penggunanya,” kata Donny.

Baca juga:Resmi, TikTok dan Universal Music Group Jalin Kerja sama

Donny berharap dengan adanya Toolkit Keamanan Keluarga TikTok ini bisa menjadi sumber edukasi sekaligus panduan pengasuhan digital yang komprehensif.

“Harapannya semoga Toolkit Keamanan Keluarga TikTok ini bisa menjadi sumber edukasi sekaligus panduan pengasuhan digital yang komprehensif bagi para orangtua di Indonesia untuk menyadari pentingnya keamanan, keselamatan, dan privasi daring anak remaja,” tutup Donny.