Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ernest Prakasa Bagikan Tips Promosi Film Memanfaatkan Smartphone

0 527

Berkolaborasi dengan Festival Film Indonesia, Samsung Electronics Indonesia telah mengadakan Samsung Galaxy Movie Studio 2020. Pertama kali dijalankan pada tahun lalu, hari ini (12/11) menjadi rangkaian terakhir untuk online workshop para peserta.

Tidak terasa, rangkaian keempat telah dilaksanakan pada bulan November ini, setelah sebelumnya kompetisi film pendek dimulai selama bulan Oktober, di mana 10 ide cerita maupun video telah dipilih untuk menjadi finalis. Pada workshop keempat ini, hadir seorang mentor yaitu sutradara sekaligus aktor, Ernest Prakasa, bagikan tahap yang tak kalah penting setelah produksi film selesai.

Ya, apalagi kalau bukan promosi film yang sudah dibuat. Bagi Ernest, mempromosikan film sejalan dengan proses pembuatannya, mulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Strategi untuk promosi harus terencana agar mampu mendapatkan target pasar yang tepat. Penerapannya memang tidak mudah, tim produksi harus lebih aktif dan kreatif dalam mengenalkan film ke target pasarnya.
Baca juga: Samsung Gelar Galaxy Creator Workshop, Jadi Kreator Bermodal Smartphone

Promosi Film Lewat Offline dan Online Sama Pentingnya

Samsung Galaxy Movie Studio 2020 Workshop #4
(searah jarum jam) Dennis Adhiswara, Ernest Prakasa – komika & sutradara, dan Taufiq Furqan – Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronic Indonesia dalam workshop keempat Galaxy Movie Studio 2020.

Baik film komersil maupun independen (indie) punya tantangan yang berbeda pada tahap promosi, namun konsep dasarnya masih serupa. “Untuk promosikan film, kita harus tahu bedanya marketing vs sales, bagaimana membuat calon penonton berminat dulu baru mengubah minat tadi menjadi aksi nyata,” terang Ernest.

Dalam paparannya, Ernest secara pribadi lebih memilih untuk promosikan filmnya di media sosial dengan mengutip testimoni dari orang-orang yang tepercaya. Dalam artian, penggemar film, komunitas film maupun blogger. Menurutnya, sang pembaca materi iklan bakal dapat lebih tertarik apabila testimoni yang disampikan dari orang yang memang kredibel untuk mengulas sebuah film.

Selain promosi di media sosial, offline activation juga menurutnya masih penting meski kita sudah berada di era digital. Bersama dengan promosi online, keduanya bisa saling berkaitan dan pengalaman yang dirasakan bakal lebih kaya. Untuk persiapkan perencanaan materi promosi sedari awal, Ernest merasakan manfaat S Pen pada Samsung Galaxy Note20 series.

Tak hanya itu, ia juga kaget ketika menemukan sebuah fitur di mana pengguna Galaxy Note20 series bisa berpindah kamera dari kamera belakang ke depan saat perekaman video sedang berlangsung. “Fitur ini bisa digunakan untuk merekam apa pun di area shooting, yang nantinya bisa menghasilkan footage behind-the-scene berkualitas tinggi untuk materi promosi yang menarik.

Kompetisi Pembuatan Video Galaxy Movie Studio Dimulai

Setelah workshop terakhir selesai diadakan, kesepuluh finalis yang telah berhasil terpilih bakal membuat video layaknya sebuah film, gunakan kamera Samsung Galaxy Note20 Ultra. Mereka akan terapkan ilmu dari rangkaian workshop yang sudah diadakan selama dua minggu terakhir. Sepuluh karya akan diunggah ke akun media sosial Samsung Indonesia, dan bakal dipilih empat pemenang terbaik.

Kelompok jurinya sendiri terdiri dari deretan sineas profesional, seperti Yandy Laurens, Nia Dinata dan Dian Sastrowardoyo. Pemenang kompetisi bakal mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp30 juta dan Galaxy Note20 Ultra untuk Best Picture. Dan tiga pemenang lainnya untuk Best Cinematography, Best Screenplay dan People’s Choice.