Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Samsung Galaxy Note20 Ultra: Penunjang Produktivitas Terbaik

6 16.655

Ketika Samsung mencoba untuk menggabungkan smartphone dengan performa paling cepat, kamera terbaik, layar berkualitas dan masih ditambah dengan fitur produktivitas lengkap. Jadilah sebuah smartphone flagship dari Samsung untuk tahun 2020, yaitu Samsung Galaxy Note20 Ultra. Dengan harga mencapai hampir Rp20 juta, tentu banyak yang bisa didapatkan dari perangkat ini.

Dalam rentang waktu kurang lebih enam bulan setelah Galaxy S20 Ultra yang juga sudah kami ulas, Samsung memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan dan mengkoreksi hal-hal yang masih kurang di flagship Galaxy S series kemarin. Hasilnya? Galaxy Note20 Ultra hadir menjadi flagship serba bisa, dengan tampilan yang sangat premium.

Namun kemudian muncul ‘the million dollar question’—apakah dengan mengeluarkan kocek lebih dari Rp15 juta, kita sudah bisa mendapatkan sebuah smartphone yang punya jaminan segala fiturnya bernilai 10/10? Atau dalam kata lain, apakah memang sudah layak dengan harga jual tersebut? Untuk menemukan jawabannya, berikut ulasan lengkap Samsung Galaxy Note20 Ultra.

Desain

Desain Galaxy Note20 Ultra

Sewaktu melihat tampilannya saat virtual launch, sampai berkesempatan untuk memegangnya secara langsung, saya sangat terkesima dengan tampilannya yang terlihat understated. Tim desainer atau R&D Samsung sepertinya sedang memiliki mood yang sangat baik ketika mendesain flagship terbarunya. Saya akan berusaha untuk tidak mengulang kata “bagus banget” berkali-kali untuk mendeskripsikan desain smartphone ini.

Lewat Galaxy Note20 series, Samsung tidak mencoba untuk hadirkan opsi warna yang ngejreng seperti Aura Glow di Galaxy Note10 series. Dengan warna unggulan Mystic Bronze yang tampil kalem, justru Galaxy Note20 Ultra terlihat lebih elegan. Ditambah dengan finishing doff yang sepertinya diberi lapisan ekstra, membuatnya tidak mudah kotor atau membekas sidik jari.

Sudut-sudutnya dibuat lebih tegas dengan sisi kiri dan kanan yang dibuat melengkung agar lebih nyaman digenggam. Bagian depan dan belakang gunakan material kaca Corning Gorilla Glass Victus yang diklaim jauh lebih tahan ketika terjatuh, dikombinasikan dengan bingkai berbahan stainless steel.

Galaxy Note20 Ultra

Bingkai kamera belakangnya pun dibuat selaras menggunakan warna bronze, menambah kesan premium. Hanya saja, ketebalannya sedikit melewati S20 Ultra, membuatnya tidak stabil ketika semisal ingin menulis dengan S-Pen saat smartphone diletakkan di atas meja. Omong-omong soal S-Pen, lokasinya kini berpindah ke sebelah kiri, dari yang sebelumnya konsisten di sebelah kanan.

Pengguna Galaxy Note seri sebelumnya mungkin perlu beberapa waktu untuk membiasakan perpindahan ini. Saya pribadi bisa menyesuaikan dengan cepat. Tapi yang saya sayangkan, posisi speaker juga diletakkan di kiri. Sehingga bagi Gizmo friends yang punya kebiasaan memegang satu tangan dengan keliling kanan berada di bodi bawah smartphone, atau ketika lagi ngegim posisi landscape, akan mudah tertutup oleh jari maupun telapak tangan.

Oh ya, smartphone ini punya dimensi yang sangat bongsor, meski beratnya ‘hanya’ 208 gram. Bukan smartphone yang nyaman untuk digunakan satu tangan meski ada fitur one-handed mode. Selama dua minggu pemakaian tanpa case, bagian kaca belakang dan bezel bebas dari goresan halus sekalipun, meski cukup sering terkena permukaan keras sehari-hari.

Layar

Layar Galaxy Note20 Ultra

Galaxy Note20 Ultra punya layar yang hampir serupa dengan S20 Ultra. Gunakan teknologi Dynamic AMOLED 2X, layar 1440p yang dimilikinya punya bentang luas 6,9 inci dan sudah mendukung high refresh rate mencapai 120Hz. Adanya touch sampling 240Hz juga tentunya memberikan efek gerakan stylus S-Pen yang lebih akurat. Sudah mendukung konten HDR10+ dan bisa menyala terang sampai 1500 nits hingga diperlukan.

Berbeda dengan flagship sebelumnya, mode high refresh rate pada Galaxy Note20 berjalan secara adaptif. Tak hanya fix antara 60Hz & 120Hz, Samsung mengklaim refresh rate-nya bisa lebih variatif, seperti 10Hz saat melihat foto atau 30Hz untuk aplikasi yang dominan menampilkan teks. Hal ini bisa berdampak baik pada ketahanan baterainya. Sama seperti sebelumnya, mode HRR hanya bisa berjalan di resolusi 1080p.

Bezel di keempat sisinya dibuat sangat ramping, sehingga jangan membayangkan kalau smartphone ini jauh lebih besar dari ukuran layarnya saja. Sangat nyaman untuk konsumsi multimedia, main gim atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, tanpa perlu zoom in/out teks dokumen terlalu sering. Apalagi ditambah dengan setup speaker stereo yang sudah mendukung efek Dolby Atmos.

Selain itu, kedua sisinya memiliki desain curved yang lebih terlihat daripada S20 Ultra. Membuatnya sangat premium, namun menghadirkan sebuah persoalan tambahan. Mungkin karena dimensinya yang besar nan lebar, sehingga saat saya menggunakannya untuk mengetik pesan, sudut ini terkena telapak tangan, membuat saya tidak sengaja mengirim emoji atau stiker di WhatsApp. Seharusnya bug seperti ini dapat diperbaiki lewat optimalisasi palm rejection di software berikutnya.

Kamera Galaxy Note20 Ultra

Kamera Galaxy Note20 Ultra

Hadir sebagai penyempurnaan, tapi sensornya malah berkurang. Ya, jika dilihat di bagian belakangnya, smartphone ini memang hanya memiliki tiga sensor. Sensor utamanya sama persis dengan S20 Ultra, punya resolusi 108MP dengan dimensi 1/1,33 inci f/1.8, ditemani dua sensor lain yang beresolusi 12MP. Ada kamera ultra wide-angle f/2.2, lalu sebuah sensor periskop 5x optical zoom f/3.0 yang dapat diperbesar sampai maksimum 50x secara digital.

Baik sensor utama dan periskop dilengkapi dengan PDAF dan Sementara ensor 3D time of flight dihilangkan di seri ini. Melainkan Samsung berikan tambahan laser AF yang cukup ampuh untuk menghilangkan isu fokus di S20 Ultra. Kini objek dekat maupun jauh sudah cukup jarang untuk salah fokus—terkadang masih ada, terutama ketika kita berfoto di kaca, atau foto potret di kondisi cahaya cukup. Hanya perlu tap to focus untuk mengkoreksinya.

Sensor utamanya yang besar membuat hasil foto Galaxy Note20 Ultra berkualitas di hampir segala kondisi. Ketika cahaya memang sangat gelap, night mode hadir untuk tingkatkan penangkapan cahaya tanpa berusaha membuat foto jauh lebih terang sehingga nampak kurang realistis. Kita juga bisa menghasilkan foto dengan efek bokeh kuat secara natural, kombinasi sensor dan diafragma yang besar.

Permasalahan yang saya temukan dengan hadirnya satu kamera telefoto 5x optical zoom, agak sulit ketika ingin hasilkan foto potret 2x zoom berkualitas. Berbeda dengan vivo X50 Pro atau Mi Note 10 yang masih punya sensor khusus potret, di Galaxy Note20 Ultra, otomatis pilihannya hanya gunakan zoom digital. Mode profesional untuk foto juga hanya tersedia di sensor utama, tanpa opsi tambahan seperti focus peaking.

Ultra wide-angle, melawan sinar matahari terang, uji kapabilitas auto HDR.
Sensor utama, outdoor cahaya melimpah.
Sensor periskop 5x zoom.
Pembesaran maksimal 50x zoom.
Menggunakan mode live focus.
Menggunakan sensor utama, tanpa live focus, menunjukkan bokeh yang natural.
Night mode bisa dimanfaatkan untuk tingkatkan detil foto.
Ultra wide-angle, night mode.

Sementara kamera depannya hanya beresolusi 10MP f/2.2, alias seperempat dari resolusi yang ditawarkan S20 Ultra. Tapi ketika dilihat hasilnya, perbedaan hampir tidak terlihat. Justru kamera depannya kini mendukung dual pixel PDAF, sehingga hasil foto selfie tetap tajam meski jarak wajah dengan kamera variatif. Kamera depannya juga sangat optimal ketika digunakan untuk panggilan video lewat Google Duo, sebuah hal penting terutama di masa pandemi seperti saat ini.

Outdoor, cahaya melimpah.
Outdoor, malam cahaya cukup.

(Hasil foto lengkap Galaxy Note20 Ultra juga dapat diakses di album berikut ini)

Secara keseluruhan, kualitas kameranya tentu meningkat dari Galaxy S20 Ultra, membuat smartphone ini sejajar dengan flagship lain dalam hal versatilitas. Ini baru untuk foto, sementara untuk kemampuan video, tingkatannya lebih jauh lagi. Tidak hanya bisa berpindah antar sensor, selama perekaman, pengguna bebas berpindah kamera depan maupun belakang. Bisa dilakukan dengan gestur dari S-Pen pula.

Pro video mode Galaxy Note20 Ultra

Perekaman tertinggi bisa mencapai resolusi 8K 24fps (atau 4K 30/60fps). Dan untuk para kreator konten profesional, disediakan mode Pro Video dengan banyak variabel yang bisa dikustomisasi. Selain ISO, shutter speed dan fokus manual, Samsung berikan opsi untuk mikrofon yang ingin digunakan; depan belakang, salah satu, bahkan menggunakan tambahan dari port USB-C maupun Bluetooth.

Dua opsi terakhir tersebut memudahkan pengguna untuk melakukan perekaman video dengan kualitas audio yang diinginkan, meski smartphone diletakkan jauh dari sumber suara. Lalu juga ada opsi untuk menampilkan histogram serta zoom slider yang bisa kita atur seberapa cepat tingkatan zoom-nya, untuk efek yang lebih halus.

Fitur

Menjalankan One UI 2.5 berbasis Android 10, Galaxy Note20 Ultra sudah membawa beragam fitur-fitur baru seperti mode kamera profesional untuk video, serta Quick Share yang berfungsi menyerupai AirDrop untuk kirim file ke sesama pengguna Samsung. Perangkat lunak terbaru ini juga hadirkan fitur Wireless Dex, sehingga tak perlu lagi menggunakan konektor kabel atau docking khusus untuk menampilkan ‘fungsi komputer’ ke smart TV (yang tentunya mendukung).

Nah, fitur produktivitas yang diunggulkan pada Galaxy Note20 Ultra umumnya terdiri dari Samsung DeX, S-Pen serta Samsung Notes. Untuk DeX sendiri, sayangnya smart TV yang ada baik di rumah dan kantor tidak mendukung fitur Wireless Dex, sehingga hanya bisa mencoba menggunakan kabel.

Tampilan DeX sekarang sudah jauh lebih sempurna dibandingkan versi terdahulu. Kini lebih banyak aplikasi Android yang kompatibel, tampilannya dibuat lebih mudah untuk bernavigasi dan lainnya yang membuat layar TV seperti sedang menjalankan sebuah modul CPU untuk komputer. Ketika tidak sedang membawa tetikus (mouse), layar smartphone bisa digunakan sebagai touchpad, mendukung multi-finger gesture untuk pintasan tertentu.

Screen off memo Galaxy Note20 Ultra

Lalu untuk S Pen-nya sendiri, khusus di Note20 Ultra, latensinya berhasil direduksi menjadi 9ms. Dengan begitu, stylusnya diklaim sama responsifnya selayaknya menulis di kertas secara langsung. Hal ini dicapai berkat touch sampling rate yang tinggi, serta AI yang dapat memprediksi gerakan selanjutnya ketika S Pen digerakkan. Samsung juga berikan gimmick dimana akan muncul efek suara ketika stylus digunakan, seolah-olah sedang menulis dengan pensil.

Selain menulis, S Pen di Galaxy Note20 Ultra juga punya banyak fungsi lain. Selain bisa menjadi trigger untuk kamera, juga ada fitur Air Gesture dimana pengguna dapat menggerakkan S Pen dengan arah tertentu untuk ambil screenshot, kembali ke homescreen dan lainnya. Saya sendiri tidak punya bakat untuk menggambar atau bukan mantan pengguna smartphone Windows Mobile dengan stylus. Namun tiap kali menggunakan produk Samsung dengan S Pen, selalu saya manfaatkan untuk permudah kegiatan.

Samsung Notes juga kini lebih fungsional. Selain screen-off memo, juga tersedia fitur untuk meluruskan tulisan tangan, jadi tidak perlu khawatir kalau skill menulis kurang tinggi. Selain diluruskan, juga bisa diubah menjadi teks yang siap disalin ke aplikasi lain. Pencatatan juga bisa lebih terstruktur dengan folder. Dan nantinya, catatan yang ada di Samsung Notes juga bakal dapat diintegrasikan dengan OneNote dari Microsoft.

Dan sebuah fitur yang cukup membantu bagi saya adalah fitur Audio Bookmark. Kalau Gizmo friends sering lupa dengan jalannya catatan yang dibuat, audio bookmark dapat merekam jalannya proses pencatatan lengkap dengan video. Setelah pencatatan selesai, kita dapat memutar ulang jalannya catatan dari awal, mengikuti proses perekaman suara.

Performa

Benchmark Galaxy Note20 Ultra

Sama seperti flagship Samsung lainnya, Galaxy Note20 Ultra hadir dalam dua varian chipset; Snapdragon 865 Plus untuk pasar Amerika Serikat, dan Exynos 990 untuk versi Global. Tentunya, Indonesia kebagian versi Exynos. Dengan begitu, secara performa harusnya sama saja dengan S20 Ultra sebelumnya. Sedikit disayangkan, karena varian Global setidaknya bisa merasakan peningkatan clock speed pada CPU.

Sebetulnya tidak ada masalah dengan performa dari Exynos 990, apalagi dipasangkan dengan RAM 8GB LPDDR5 serta penyimpanan UFS 3.0 yang punya kapasitas dua kali lipat dari S20 Ultra, yaitu 256GB. Secara software, harusnya lebih ‘berat’ dari Galaxy S20 series mengingat smartphone ini selalu siaga menjalankan aplikasi untuk S-Pen setiap saat. Namun secara umum, saya tidak menemukan perbedaan performa, alias sama-sama ngebut.

Dipakai main gim mulai dari Mobile Legends sampai PUBG: Mobile dengan pengaturan grafis tinggi, terasa sangat lancar. Dan sudut atas serta bawah smartphone ini cukup nyaman menempel di telapak tangan (kecuali peletakan speaker bawah yang menurut saya kurang pas ya). Juga tidak mudah panas, kecuali saat menggunakan kameranya secara intensif.

Yang sedikit kurang adalah performa fitur lainnya, yaitu in-display fingerprint sensor di Galaxy Note20 Ultra. Sama-sama gunakan teknologi ultrasonic, pendeteksiannya hampir 100% akurat. Namun tak jarang saya harus meletakkan jari lebih lama, terkadang sampai satu detik lebih sampai kunci layar terbuka. Memang, jari saya mudah basah, tapi masalah seperti ini tidak saya temukan di smartphone lain.

Baterai

Kalau di Galaxy S20 Ultra performa baterainya memuaskan dengan daya tahan cukup prima dan pengecasan hingga 45W, di Galaxy Note20 Ultra, situasinya berbeda. Mungkin inilah yang harus dibayar ketika desainnya dibuat lebih tipis, lebih ringan dan sudah termasuk ruang khusus untuk meletakkan stylus S-Pen. Dimensi baterai terpaksa harus dipangkas, membuatnya memiliki kapasitas yang lebih kecil.

Kapasitas baterai 4.500 mAh di Galaxy Note20 Ultra bisa dibilang sangat modis, terutama untuk menjalankan layar besar dengan refresh rate atau resolusi tinggi. Bahkan kalah dari seri kelas menengahnya yang rata-rata sudah berkapasitas 5.000 mAh. Walaupun, chipset yang dibawa flagshipnya ini punya efisiensi daya yang lebih baik. Namun apakah dapat banyak membantu?

Untuk pemakaian ringan dengan menggunakan kamera sesekali, media sosial dan email intensif, plus sesekali mengeluarkan S-Pen untuk mencatat, Galaxy Note20 Ultra bisa tahan seharian dengan screen on-time 4 – 4,5 jam. Sementara kalau dipakai lebih intensif, termasuk sesi Zoom call 1 – 1,5 jam, baterai akan habis sebelum jam 9 malam alias tidak sampai satu hari penuh.

Penggunaan tersebut dengan catatan AOD aktif, refresh rate 120Hz serta tanpa mode hemat daya tertentu. Samsung berikan opsi untuk menurunkan performa CPU di mode baterainya dan adaptive power saving yang tentunya bisa memperpanjang masa pakai. Bisa dicoba, namun di sini saya hanya ingin membuktikan masa pakainya ‘as is’, tanpa penghematan performa maupun fitur.

Sedikit kekecewaan kembali timbul saat perlu mengisi daya smartphone ini. Menggunakan GaN charger 65W, saat isi daya Galaxy Note20, yang muncul hanya notifikasi “Super fast charging” tanpa embel-embel 2.0 di belakangnya. Ya, smartphone ini hanya mendukung fast charging 25W. 30 menit bisa mengisi daya -+ hampir 50%, sementara hingga penuh perlu waktu sekitar 90 menit.

Akan sangat membantu bila baterainya yang tidak seberapa irit dapat diisi dengan sangat cepat, terutama dalam situasi dimana flagship lain sudah mulai mengimplementasi 65W. Sementara di sisi lain, Galaxy Note20 Ultra juga tetap mendukung fast wireless charging 15W dan reverse wireless charging 4,5W.

Kesimpulan

Galaxy Note20 Ultra

Samsung berhasil menghadirkan sebuah smartphone flagship terbaiknya untuk semester kedua tahun 2020 ini, dikemas dalam sebuah perangkat yang punya desain timeless nan menarik. Fitur produktivitasnya semakin baik, jauh melampaui generasi sebelumnya lewat S Pen dan perangkat lunak yang ditingkatkan.

Namun tak hanya sampai di situ, perangkat ini juga bisa menghadirkan keunggulan yang dibawa seri Galaxy S ke seri Note, bahkan memperbaiki hal-hal yang kurang seperti menambahkan laser autofocus, menghapus fitur yang tidak perlu seperti 100x Space Zoom, menggantikannya dengan fitur tambahan seperti Pro Video mode dengan input audio fleksibel.

Banyak sekali target market yang bisa disasar oleh flagship yang satu ini; pekerja profesional, kreator konten, visual artist sampai yang membutuhkan smartphone dengan fungsi multimedia terbaik. Meski begitu, dengan harga yang tinggi, ternyata masih ada ‘harga’ yang harus ditebus seperti daya tahan baterai yang kurang bagus. Selain itu, Samsung Galaxy Note20 Ultra tentu layak menyandang gelar salah satu smartphone terbaik di tahun 2020.


Cek harga smartphone Samsung di:

ERASPACE.com Lazada.co.id Shopee.co.id Blibli JD.ID Tokopedia.com

 Spesifikasi Samsung Galaxy Note20 Ultra

Galaxy Note20 Ultra
Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

General

Device Type smartphone
Model / Series Samsung Galaxy Note20 Ultra
Released 05 Agustus, 2020
Status Available
Price Rp 17.999.000 (8/512GB) (launch price)

Platform

Chipset Exynos 990 (7nm+)
CPU Octa Core (Dual 2,73GHz Mongoose M5 + Dual 2,50GHz Cortex-A76 + Quad 2.0GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G77 MP11
RAM (Memory) 8 GB RAM
Storage 256/512 GB, support Micro SD Slot
Operating System Android 10
User Interface Samsung One UI 2.5

Design

Dimensions 164.8 x 77.2 x 8.1 mm
Weight 208 g
Design Features 3D Curved Edge Design,
Gorilla Glass Victus,
Stainless steel frame
Warna: Mystic Bronze, Mystic Black, Mystic Silver
Battery Non-removable 4.500 mAh battery
Fast battery charging 25W
Fast wireless charging 15W
Reverse wireless charging 9W

Network

Network Frequency GSM/ HSPA/ LTE/5G SA/NSA/Sub6/mmWave (locked)
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Data Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A (7CA) Cat20 2000/200 Mbps, 5G

Display

Screen Type Infinity-O Dynamic AMOLED 2X
Size and Resolution 6.9-inch QHD+ (1440x3088), 19.3:9 ratio (~496ppi density)
Touch Screen capacitive touchscreen
Features Corning Gorilla Glass Victus
HDR10+
Always-on display
120Hz refresh rate (@1080p)
In-display fingerprint sensor (ultrasonic)

Camera

Multi Camera Yes (Rear)
Rear Main: 108MP, F1.8, PDAF, OIS; Telephoto: 12MP, F3.0, PDAF, OIS; Ultra Wide: 12MP, F2.2; Laser AF
Front 10MP (F2.2) wide, Dual Pixel PDAF
Flash Yes
Video 8K @24fps, 4K @60fps
Camera Features LED flash, panorama, HDR, Night mode, Super steady video, Pro video mode, gyro-EIS+OIS, stereo sound recorder

Connectivity

Wi-fi Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, WiFi Direct, hotspot
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
HDMI No
Wireless Charging Yes
NFC
Infrared No

Smartphone Features

Multimedia Features - Active noise cancellation with dedicated mic
FM Radio Yes
Web Browser HTML5
Messaging SMS; MMS
Sensors Fingerprint (under display, ultrasonic), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer
Other Samsung Pay, Bixby Home, Bixby Reminder, Dolby Atmos, Samsung Knox, S Pen, Samsung Notes
90%
Hampir lengkap

Review Samsung Galaxy Note20 Ultra

Samsung Galaxy Note20 Ultra diluncurkan sebagai flagship yang unggulkan fitur produktivitas, tanpa mengesampingkan aspek lain seperti kamera dan multimedia. Namun masih dibayangi oleh daya tahan baterai yang kurang prima.

Beli
Beli Galaxy Note20 di Blibli
  • Design
  • Display
  • Camera
  • Performance
  • Features
  • Battery
6 Komen
  1. […] Review Samsung Galaxy Note20 Ultra: Penunjang Produktivitas Terbaik […]

  2. […] Review Samsung Galaxy Note20 Ultra: Penunjang Produktivitas Terbaik […]

  3. […] Review Samsung Galaxy Note20 Ultra: Penunjang Produktivitas Terbaik […]

  4. […] Baca juga: Review Samsung Galaxy Note20 Ultra: Penunjang Produktivitas Terbaik […]

  5. […] Dimensi layarnya juga cukup besar di 6,7 inci, menggunakan panel Super AMOLED Plus dan sudah gunakan kamera punch-hole (Infinity-O Display). Kapasitas baterai besar 7,000 mAh dapat digunakan sebagai powerbank, lewat teknologi Wired Powershare melalui kabel. Pengisian dayanya juga cukup cepat dengan dukungan 25W Fast Charging, setara dengan kecepatan isi daya Galaxy Note20 Ultra. […]

  6. […] banyak hal yang disukai tentang Samsung Galaxy Note 20 Ultra 5G, dan jika Anda dapat mengatur biayanya, tidak diragukan lagi ini adalah salah satu pengalaman […]

Tinggalkan Balasan